<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741</id><updated>2012-03-21T07:13:27.571-07:00</updated><category term='Agenda IMABA'/><category term='Kontak Kami'/><category term='Download'/><category term='Artikel Tamu'/><category term='Politik'/><category term='Renungan'/><category term='Novel'/><category term='Opini'/><category term='Essay'/><category term='Sekedar Catatan'/><category term='Kumpulan Sajak'/><category term='ओपिनी'/><category term='Artikel'/><category term='Gagasan'/><category term='Kajian IMABA'/><category term='Anekdot'/><category term='Goresan Santri'/><category term='Resensi'/><category term='Kolom'/><category term='Info IMABA Surabaya'/><category term='Cerpen'/><category term='Webmail'/><category term='Humaniora'/><category term='Review Film'/><title type='text'>IMABA SURABAYA</title><subtitle type='html'>The Simphoni of Idealism</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/-/Opini'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/search/label/Opini'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/-/Opini/-/Opini?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-2845436769148072838</id><published>2010-02-21T08:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T08:39:16.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresan Santri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Komunikasi Maya dan Lebay Community</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S4FgeKsUHqI/AAAAAAAAAKM/GfpvIdW_Vrc/s1600-h/lebay.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S4FgeKsUHqI/AAAAAAAAAKM/GfpvIdW_Vrc/s200/lebay.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/11/komunikasi-maya-dan-lebay-community.html"&gt;Bahauddin Amyasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, ada suatu pola dan karakter tertentu yang secara konsisten mengkonstruk nalar komunikasi sebagian besar generasi digital ini, yakni makin kabur dan samar identitas seseorang yang terlibat dalam komunikasi virtual, maka semakin besar kemungkinannya untuk menimbulkan praktek komunikasi yang kurang atau malah tak bertanggungjawab. Komunikasi yang "tak bertanggung-jawab” di sini adalah komunikasi yang menggunakan kalimat yang kasar, penuh rayuan-gombal, sarat tipuan, kadang malah kalimat yang kotor dan sangat menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka &lt;a href="http://wwww.sejenak-kemudian.co.cc/" title="Bahauddin Amyasi"&gt;saya&lt;/a&gt; tidak pernah kaget jika di pojok-pojok malam, saya sering mendengar "suara-suara kecil" yang seolah tertahan, hampir menyerupai desahan. Kadang dibumbui dengan sela-sela tawa, renyah, dan sepertinya menggembirakan. Ini bukan persoalan pornoaksi-pornografi yang menjadi problem menantang kaum moralis. Bukan. Ini murni proses pendekatan seorang anak muda dengan lawan jenisnya. Proses negosisasi via udara dengan strategi dan taktik yang nyaris sempurna. Semacam gaya &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/10/cinta-dunia-maya.html" title="Cinta Dunia MAya"&gt;cinta dunia maya&lt;/a&gt;. Dan ketika "mangsa" hampir terbuai, maka tembakan lihai pun menemukan jalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gejala sosial yang saya maksud dengan &lt;i&gt;komunikasi maya&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;lebay communiity&lt;/i&gt;. Sebuah gejala yang hampir populer di era hypermodernisme ini, dan amat diminati oleh komunitas yang berkutat dengan dunia tawar-menawar "rasa", makhluk-makhluk yang sering iseng keluar masuk chatt room dan acak nomor &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/07/efek-radiasi-hp-terhadap-organ-tubuh.html" title="Efek radiasi HP"&gt;Hand Phone&lt;/a&gt;. Maya, karena komunikasi yang dibangun jelas hanya ada di dunia antah berantah dan sebagian besar merupakan hasil acak nomor dan 'saling beri nomor' sesama kolega, tanpa mengetahui dengan jelas identitas 'buruan' sebenarnya. Lebay, karena jelas-jelas apa yang dijadikan topik perbincangan adalah sesuatu yang sama sekali tidak penting, sarat bualan, dan karangan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/12/logika-pengertian-sejarah-dan.html" title="Pengertian Logika, Sejarah dan Urgensinya"&gt;Logika&lt;/a&gt; mana yang tidak tergelitik ketika mendengar adanya seorang gadis dengan penuh perhatian, hampir tiap bulan mengirim sang "kekasih semu"-nya dengan uang ratusan ribu rupiah, padahal mereka sama sekali belum pernah ketemu? &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/11/delapan-kecerdasan-manusia.html" title="Kecerdasan Manusia"&gt;Rasio&lt;/a&gt; mana yang membenarkan ketika melihat seorang tante tiba-tiba dengan penuh talenta sering mentransfer pulsa untuk "kekasih kecil"-nya yang tak pernah ditemuinya? Ya, hanya &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/12/logika-pengertian-sejarah-dan.html" title="Pengertian Logika, Sejarah dan Urgensinya"&gt;logika&lt;/a&gt; mayalah yang membenarkannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya tidak merasa heran jika sepulang dari &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/12/surabaya-dan-banjir-musiman.html" title="SUrabaya"&gt;Surabaya&lt;/a&gt;, berlibur ke kampung halaman, &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/09/sahabat-harga-dan-makna-popularitas.html" title="Makna Sahabat"&gt;sahabat-sahabat&lt;/a&gt; lama tiba-tiba mengemis meminta nomor tante. Setelah saya tanya untuk apa, ya sebagai tambahan pulsa lah, jawab mereka santai dan seolah tanpa beban. Jika sudah demikian, dengan tegas &lt;a href="http://wwww.sejenak-kemudian.co.cc/" title="Bahauddin Amyasi"&gt;saya&lt;/a&gt; katakan : Saya tidak punya bakat untuk menyimpan nomor tante! Dan mereka pun hanya tertawa terpingkal-pingkal. Akhirnya, karena mereka memakai kartu XL, maka salah seorang &lt;a href="http://id-id.facebook.com/people/Fa-Luph/100000247567227" title="Fa Luph"&gt;sahabatku&lt;/a&gt; menjulukinya dengan &lt;b&gt;Xtra Lebay&lt;/b&gt; alias lebay yang sangat berlebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;# # #&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/12/kepercayaan-adalah-modal-segalanya.html"&gt;kepercayaan&lt;/a&gt; adalah modal awal dalam jalinan komunikasi. Dan &lt;i&gt;virtual world&lt;/i&gt; tampaknya menjadi media efektif dan paling digemari oleh manusia cyber untuk melancarkan aktualisasi sosialnya. Maka &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/04/ketika-perempuan-sedang-terluka-sebuah.html" title="Ketika Perempuan Sedang terluka"&gt;perempuan&lt;/a&gt; lemahlah yang acap jadi korban kelicikan seorang lelaki lebay, yang sering mengobral janji-janji manisnya, bersedia "serius" untuk sehidup semati dan segala motif kepalsuan lainnya, tetapi ketika ketemu pertama kali langsung ngacir terbirit-birit karena sang perempuan tidak sesuai dengan yang dikhayalkan. Inilah barangkali implikasi logis dari efek komunikasi maya yang tidak didasari dengan kejujuran kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dunia sepertinya telah mencapai stadium paling absurd, menyentuh titik paling nadir, penuh ironi dan paradoks yang menggelitik sekaligus membingungkan dan memiriskan. Betapa akselerasi teknologi komunikasi telah merubah tatanan tradisi menjadi penuh anomali. Teknologi telah menjelma madu dan racun. Kadang malah buah simalakama. Diturutin dan dimajna salah, tidak diikutin malah ribet. Inilah ironi mendasar teknologi dalam keseharian kita; mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dengan orang-orang yang jauh kita jadi dekat. Kita bisa asyik &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;, ikut milis, posting-postingan komen di &lt;i&gt;threads, blogwalking, facebook-an, surfer&lt;/i&gt; segala informasi di &lt;i&gt;search engine&lt;/i&gt;, bahkan terkoneksi dengan orang-orang-orang lewat friendster dan facebook. Dunia jadi &lt;i&gt;boarderless&lt;/i&gt;. Kota Paris serasa sepelemparan batu dengan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya sebutkan di atas tentu akan menjadi tema menarik bagi para sarjana sosial dan komunikasi untuk dijadikan lahan riset yang menantang. Sekarang ini, dunia maya telah menjadi salah satu arena penting sosialisasi baru yang tidak bisa lagi diabaikan. Interaksi sosial melalui dunia maya tidak kalah krusial dengan interaksi langsung secara fisik melalui “kop-dar”--- meminjam istilah makhluk-makhluk milis---, kopi darat, alias bertemu langsung. Dan karena saya bukan seorang sosiolog dan pakar komunikasi, maka apa yang saya paparkan ini jelas bukan pengamatan seorang sarjana melalui tipologi dan &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2008/12/petunjuk-standar-penulisan-karya-ilmiah.html" title="Metodologi Penulisan Ilmiah"&gt;standar metodologi penelitian&lt;/a&gt; yang baku, melainkan hanya riset dan observasi kacangan-amatiran. Sobat boleh tak setuju dengan pengamatan saya ini dan juga bisa mengajukan interpretasi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya hanya bisa mengenang keheningan malam di era 90-an, dimana saya dengan leluasa mendengar dan &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/06/maka-nikmatilah-karena-ini-pun-akan.html"&gt;menikmati&lt;/a&gt; suara jangkrik yang ritmis, bukan "suara-suara" kecil yang penuh kepalsuan. Era di mana corong-corong mushalla begitu khidmat menggemakan lantunan adzan di setiap fajar menjelang, bukan erangan tawar-menawar manusia yang mendewakan cinta di atas &lt;a href="http://www.sejenak-kemudian.co.cc/2009/09/cinta-dan-logika-untung-rugi.html"&gt;logika untung rugi&lt;/a&gt;. Ah, betapa makhluk bernama Renaissance dan Aufklarung telah membawa gelombang perubahan dahsyat yang barangkali tidak pernah terpikrikan sebelumnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-2845436769148072838?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/2845436769148072838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/komunikasi-maya-dan-lebay-community.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2845436769148072838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2845436769148072838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/komunikasi-maya-dan-lebay-community.html' title='Komunikasi Maya dan Lebay Community'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S4FgeKsUHqI/AAAAAAAAAKM/GfpvIdW_Vrc/s72-c/lebay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-4348066381391451678</id><published>2010-02-19T07:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T07:13:16.329-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kini, “Tikus” Masuk Jatim (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S36qZm_hx9I/AAAAAAAAAKE/aUlhIs3HSzI/s1600-h/Tikus+Kantor.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S36qZm_hx9I/AAAAAAAAAKE/aUlhIs3HSzI/s200/Tikus+Kantor.png" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt;Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah carut-marut dan mencuatnya berbagai kasus di Negeri ini, mulai dari fenomena sosial sampai politik. Mulai dari kasus demontrasi sampai kasus korupsi, kini Jatim (terancam) kemasukan “tikus” kantor (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tahun lalu Jatim terkena kasus penyelewengan dan penyimpangan dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), yang akhirnya menjebloskan ketua DPRD Jatim kala itu, Pathorrosjid ke dalam penjara, kini di Jatim ada dugaan kasus pengaliran uang (dana) ke rekening sejumlah pejabat daerah Jatim berkaitan dengan dana Bank Jatim yang cair pada periode 2004-2005 dan akhirnya terbentuklah Panitia Khusus (Pansus) kasus ini. Dugaan setoran dana ilegal dari Bank Jatim kepada para pejabat daerah ini terduga setelah pemprov Jatim hanya menerima Rp 17,7 miliar dari total yang seharusnya diterima Rp 71,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, ada dugaan kasus penyelewengan dana hibah Pempov Jatim. Berita teranyar dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim ini, diduga ada rekayasa dalam penyusunan dana hibah itu untuk agar sebagian dana itu bisa dipakai untuk kepentingan salah satu calon gubernur pada Pilkada Jatim 2008, yang mana total dana hibah untuk pilkada itu sebanyak Rp 850 miliar, yang akhirnya KPK memeriksa dua orang mantan KPU Jatim, Yayuk Wahyunengse dan Didik Prasetyono (Kompas, 30/1/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tindakan KPK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus di atas memang belum terbukti siapa yang terlibat dan harus bertanggung jawab dalam semua itu. Akan tetapi yang jelas di Jatim sekarang ini ada lagi ada “tikus” kantor masuk (lagi). Untuk itu, kasus ini harus segera diunghkap dan ditemukan siapa saja yang terlibat dalam semua itu. Terus, siapa yang harus bertindak tegas dan cepat untuk mengungkap semua kasus yang sedang melanda Jatim ini? DPRD (Pansus) atau KPK kah? Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD Jatim kini dikhawatirkan publik akan diboncengi kepentingan politik para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, KPK-lah yang harus bertindak tegas dan cepat untuk mengungkap dan menangkap kasus dugaan penyelewengan yang terjadi di Jatim ini. Meskipun demikian, KPK harus lurus. Tikus mana yang terbukti terlibat, nanti, harus ditangkap dan diadili. Tidak ada pandang bulu. Orang terdekat harus dibuang jauh-jauh. Seniorisme, familisme, temanisme dan isme-isme yang lainnya jangan dibawa-bawa—meskipun hal ini tidak mudah. Jika nanti ada Soekaarwo (Gubernur Jatim menjabat), Imam Utomo (mantan Gubernur Jatim), Yayuk Wahyunengse dan Didik Prasetyono (mantan KPU Jatim), atau siapa pun yang terbukti nanti, maka samakan mereka dengan Fathorrasjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK harus bisa bertindak seperti apa yang pernah dicontohkan oleh pemimpin umat, ahli hukum, dan hakim agung, Nabi Muhammad saw. dalam sabdanya yang artinya; “Demi Dzat yang menguasai diriku, seandainya Fatimah binti Muhammad terbukti mencuri, pasti, aku potong juga tangannya” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu juga para nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw.. Ketika Qan’an, anak Nabi Nuh a.s., harus menerima azab karena menolak kebenaran, Nabi Nuh a.s. tidak kuasa untuk menahan ibanya dan memohonkan ampunan bagi Qan’an. “Dan Nuh a.s. berseru kepada Tuhannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku” (QS. Hud, 11: 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah Allah swt. menegurnya, “Hai Nuh a.s., sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Sesungguhnya perbuatannya adalah perbuatan yang tidak baik” (QS. Hud, 12: 46). Nabi Nuh a.s. tersadar untuk mengalahkan rasa ibanya demi memenangkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan Nabi Ibrahim a.s.. Saat Azar, ayah Nabi Ibrahim a.s., menentang kebenaran sehingga layak menanggung azab Allah swt., Nabi Ibrahim a.s. tidak mampu menyembunyikan rasa pilunya. Berkata Ibrahim a.s.; “Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu. Aku akan meminta ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku sangat baik kepadaku”” (QS. Maryam, 19: 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah swt. mengingatkan Nabi Ibrahim a.s., bahwa tidak patut bagi seorang Nabi memintakan ampunan bagi orang-orang yang menolak kebenaran; sekalipun mereka adalah keluarga atau kerabatnya. Maka, Nabi Ibrahim a.s. pun segera membuang sentimen pertalian darah tersebut dan memilih menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tauladan di atas sekiranya bisa menjadi contoh untuk dipraktikkan di Jatim ini dalam menegakkan keadilan—khususnya dalam kontek upaya pengungkapan dan mengadilili “tikus” yang terlibat kasus di Jatim ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-4348066381391451678?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/4348066381391451678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/kini-tikus-masuk-jatim-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4348066381391451678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4348066381391451678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/kini-tikus-masuk-jatim-lagi.html' title='Kini, “Tikus” Masuk Jatim (Lagi)'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S36qZm_hx9I/AAAAAAAAAKE/aUlhIs3HSzI/s72-c/Tikus+Kantor.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-539448780028462402</id><published>2010-02-03T02:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T02:37:48.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'>Kidung Sastra dari Pesantren</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S2lR5A4YW6I/AAAAAAAAAJ8/E4R5t-3BRUU/s1600-h/santri+ngaji.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S2lR5A4YW6I/AAAAAAAAAJ8/E4R5t-3BRUU/s200/santri+ngaji.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh:&lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt; Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah hubungan dan sangkut pautnya antara pesantren dan sastra? Kalau dipikir sekilas kayaknya tidak ada hubungan dan sangkut pautnya antara pesantren dan sastra. Karena seperti yang jamak terasumsi bahwa dunia pesantren itu identik dengan kitab kuning (turats), berpenampilat kolot, dan jauh dari peradaban. Akan tetapi semua itu, tidak bisa dibenarkan lagi. Kalau dulu asumsi tersebut mungkin memang bisa dibenarkan, akan tetapi sesuai dan seiring dengan berjalannya waktu, dunia pesantren juga bisa menampakkan taringnya dalam dunia sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asusmsi “negatif” itu muncul tidak lain karena publik jarang menemukan karya sastra yang berasal dari dan oleh insan pesantren. Jaman dulu kita memang jarang—kalau tidak mau dikatakan tidak sama sekali—menemukan insan pesantren yang menghasilkan karya sastra. Sedikit karya sastra islami yang muncul ke permukaan. Pada tahun 1950-an mungkin kita akan menemukan karya sastra islami hanya pada Buyah Hamka, Yoesoef Sou’eb, dan Bahrum Rangkuti saja. Akan tetapi, dewasa ini, menarik untuk dicermati kemunculan novel-novel bernuansa islami. Ayat-ayat Cinta (AAC) diikuti oleh munculnya novel dan film Perempuan Berkalung Sorban (karya Abidah El Khalieqy), kemudian dua seri Ketika Cinta Bertasbih (KCB) (karya Habiburrahman El Shirazy), serta segera menyusul Negeri 5 Menara (karya A Fuadi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel-novel itu ditulis oleh para pengarang yang memiliki basis pendidikan Islam di pondok-pondok pesantren, yang kemudian menjadi mahasiswa dan bekerja di luar negeri. Mereka tadinya adalah orang-orang desa, bahkan tanpa pernah tinggal di Jakarta, langsung menuju pusat-pusat pendidikan Islam seperti Mesir atau kota megapolitan, seperti Washington DC.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fakta sosiologis ini menguatkan hipotesis bahwa dari merekalah kemudian dilahirkan karya-karya bernuansa islami yang menunjukkan keislaman modern. Periode ini muncul ke permukaan seturut dengan menguatnya Islam simbolik di perkotaan, terutama pascareformasi 1998 serta peristiwa 11 September 2001 di Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajar filsafat Universitas Parahyangan, Bandung, Bambang Sugiharto, melihat fenomena ini dalam tiga hal. Pertama, bisa jadi penerbitan serta pembuatan film-film islami itu sebagai rumusan dari kegelisahan khalayak sehingga hal-hal yang tadinya dianggap tabu dibicarakan dalam Islam memperoleh outlet lewat media-media populer. “Meski belum begitu berani, setidaknya karya-karya ini mengartikulasikan kepentingan orang-orang urban,” kata Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, adanya problem identitas yang meluncur ke permukaan pascaperistiwa 11 September 2001, di mana Islam diidentifikasi sebagai agama yang dipenuhi kekerasan. Di situ pula seolah-olah terdapat benturan hebat antara Islam dan modernitas. “Novel-novel ini justru menggambarkan betapa Islam itu tidak bertentangan dengan modernitas, Islam juga bisa diterima oleh orang-orang yang kosmopolit,” ujar Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, dalam benturan tradisional dengan modern itulah justru orang-orang kota membutuhkan bentuk-bentuk konfigurasi simbolis untuk menunjukkan bahwa kekotaan itu tidak berarti menghilangkan religiusitas di dalam diri mereka (Putu Fajar Arcana, dalam Kompas, 27/12/09).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua itu menunjukkan bahwa wajah pesantren tidaklah kaku dan kolot (lagi) seperti yang mereka baca. Selain itu, hal yang demikian juga menunjukkan bahwa di dunia pesanten teks sastra diperlakukan sebagai wahana dakwah, yang hal ini merupakan suatu “gebrakan” dan metode yang kalau meminjam istilahnya majalah Annida adalah “ad-dakwah bil qalam” (berdakwah lewat pena).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika dulu karya sastra pesantren tidak mewarnai dan mungkin mati suri, maka dengan adanya karya-karya sastra pesantren yang mulai muncul—seperti karya yang telah tersebut di atas—setidaknya sudah mulai menjadi bukti bahwa santri juga mempunyai spirit membangun kata-kata dan kalimat-kalimat menjadi bernyawa, dengan tetap mengacu pada khazanah klasik yang mereka kaji dengan mencoba menformatnya lewat karya sastra.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-539448780028462402?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/539448780028462402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/kidung-sastra-dari-pesantren.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/539448780028462402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/539448780028462402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/02/kidung-sastra-dari-pesantren.html' title='Kidung Sastra dari Pesantren'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S2lR5A4YW6I/AAAAAAAAAJ8/E4R5t-3BRUU/s72-c/santri+ngaji.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-7914259673786089421</id><published>2010-01-26T15:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T15:10:19.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Awan Gelap dalam Kebebasan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S192TK_-itI/AAAAAAAAAJ0/YBqSHsbaCZY/s1600-h/Gambar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S192TK_-itI/AAAAAAAAAJ0/YBqSHsbaCZY/s200/Gambar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh: &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt;Abd.basid&lt;/a&gt;           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya isu kebebasan berekspresi bukan hal yang baru di Negeri ini. Seingat penulis, isu kebebasan berekspresi di Indonesia ini (sangat) mencuat dan ramai diperbincangkan semenjak kasus Prita Mulyasari dengan RS. Omni yang diberitakan dan dianggap bahwa Prita Mulyasari melakukan pencemaran nama baik atas RS. Omni karena menyampaikan keluhan kekecewaannya terhadap pelayanan RS. Omni lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kasus Luna Maya yang merupakan uneg-uneg kekesalannya terhadap wartawan infotaiment yang oleh Luna Maya ditorehkan lewat pesan di twitter-nya juga menuai dan dianggap pencemaran nama baik yang katanya melanggar hukum undang-undang yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama dari itu, sekarang muncul perbincangan ramai kasus buku &lt;b&gt;“Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Skandal Bank Century (MGCBSBC)”&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang ditulis oleh Prof. George Aditjondro yang diberitakan akan ada larangan untuk beredar, karena tidak layak edar. Perbincangan itu semakin bertambah ramai seiring dengan munculnya buku tandingannya yang berjudul &lt;i&gt;“Hanya Fitnah dan Cari Sensasi”.&lt;/i&gt; Pro dan kontra  akan dua buku tertsebut saling membela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pembahasan dan sorotan penulis dalam tulisan pendek ini, kenapa pengedaran buku “MGCBSBC” akan ada larangan untuk beredar. Bukannya setiap karya itu merupakan bentuk kreativitas dan hak setiap orang untuk menorehkan gagasannya lewat pena? Dalam konteks kekreatifan seseorang dalam masalah buku Bung Hatta pernah berujar; &lt;i&gt;“penjaraah aku selama kau memenjarakannya dengan buku, karena dengan buku aku bebas”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “MGCBSBC” ada penulisnya. Setidaknya isi buku itu kalau memang tidak benar, fitnah, maka tanggung jawab ada pada penulis yang pastinya penulisnya siap untuk mempertanggung jawabkan gagasan yang ia tuliskan dan publikasikan dalam buku itu. Padahal, seperti yang diberitakan bahwa buku “MGCBSBC” itu juga kaya akan data yang bisa dilacak—meskipun rujukannya berupa rujukan sekunder, yang tentunya tetap mengacu pada realitas yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini ada beberapa buku yang dilarang untuk beredar di Negeri ini. Kejaksaan Agung (Kejagung) melarang peredaran 5 buah buku melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor Kep-139-143/A/JA/12/2009 tanggal 22 Desember 2009 dan Instruksi Jaksa Agung RI Nomor: INS-(002-006)/A/JA/2009 tanggal 22 Desember 2009. Buku-buku tersebut dianggap mengganggu ketertiban umum, bertentangan dengan UU 1945 dan Pancasila. Kelima buku itu adalah: “Dalih Pembunuhan Massa Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto”, karangan John Rosa, “Suara Gereja bagi Umat Tertindas Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri”, karangan Cocratez Sofyan Yoman, “Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965”, karya duet Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan, “Enam Jalan Menuju Tuhan”, karangan  Darmawan dan “Mengungkap Misteri Keberagaman Agama”, karangan Syahrudin Ahmad (indonesiabuku.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, maka, apakah hal itu tidak dinamakan penyunatan kreativitas anak bangsa? Terus, di mana aplikasi dari undang-undang yang melindungi setiap warga Negara dalam melakukan setiap bentuk kebebasan berpendapat, menyampaikan gagasan baik secara lisan maupun tulisan, yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia baik di dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 28, maupun yang diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005. Jika di Indonesia, ada pelarangan atas beredarnya buku-buku tertentu, maka pemerintah tidak ubahnya adalah seperti awan gelap dalam kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat penulis, buku merupakan salah satu perangkat lunak dalam memajukan kwalitas sebuah bangsa. Tanpa buku masyarakat Indonesia akan buta dan (semakin) ketinggalan dari negara-negara lain. Indonesia untuk civil society-nya sudah sangat kuat. Indonesia sudah punya dua lemabaga ke-agama-an yang besar dan mewarnai, yaitu Nahdatul Ulama’ (NU) dan Muhammadiyah (MD). Akan tetapi, Indonesia tidak maju-maju, salah satunya karena orientasi budayanya masih menganut budaya verbal. Budaya yang selalu menggosip ketimbang menulis. Buku-buku di Indonesia yang diterbitkan masih minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda (jauh) dengan negara lain. Sebut saja contoh kecilnya seperti di Mesir. Sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Prof. Dr. Abdul Kadir Riyadi, Direktur pesantren IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang kebetulan beliau alumni dan lama di al-Azhar, Kairo, Mesir, bahwa di sana (Mesir) dalam setiap harinya pasti ada buku yang diterbitkan dan terpublikasi. Ditambah lagi ketika sudah tiba musim panas, maka di sana rutin ada bazar buku yang harganya di bawah harga standar. Ketika musim panas tiba pasti ada obral buku besar-besaran yang bisa dinikmati semua masyarakat Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh di atas belum lagi di Jepang dan Amerika. Di Amerika lebih dahsyat lagi. Menurut data dari bunkanews (situs khusus tentang media massa berbahasa Jepang), jumlah toko buku di Jepang adalah sama dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat. Data ini menunjukkan bahwa toko buku sangat banyak di Jepang, mudah dijangkau, dan berada sangat dekat dengan masyarakat Jepang. Maka, tidak aneh kalau Amerika mejadi dan merupakan negara nomor satu termaju di dunia. Karena di sana tidak ada awan gelap yang menutupi kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, tulisan pendek ini tidak bermaksud untuk memperbincangkan lebih mendalam isi dari buku “MGCBSBC”, melainkan lebih dititik beratkan pada bentuk keprihatinan penulis terhadap penegakan hukum di Indonesia ini yang kalau meminjam istilah (alm) Gus Dur “bangsa” ini pengecut—karena tidak berani menegakkan kebenaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-7914259673786089421?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/7914259673786089421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/01/awan-gelap-dalam-kebebasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/7914259673786089421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/7914259673786089421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2010/01/awan-gelap-dalam-kebebasan.html' title='Awan Gelap dalam Kebebasan'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/S192TK_-itI/AAAAAAAAAJ0/YBqSHsbaCZY/s72-c/Gambar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-4342986876294164071</id><published>2009-12-25T08:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hijrah, Sebuah Langkah Revolusioner*)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SzTg5CjKRtI/AAAAAAAAAJg/uyM9RJ7x-mQ/s1600-h/hijrah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SzTg5CjKRtI/AAAAAAAAAJg/uyM9RJ7x-mQ/s320/hijrah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dalam Islam, bulan Muharram identik dengan hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah beberapa abad lalu. Seperti baiasanya, ketika Muharram (tahun baru hijriah) tiba, umat muslimin memperingatinya seperti halnya umat non muslim memperingati natal atau sejenisnya—yang nyaris seperti sebuah kewajiban ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, meski perayaan tahun baru hijriyah—yang tampak—tidak semeriah peringatan tahun baru masehi dan natal, namun filosofi tahun baru hijriah ini sarat akan nilai sosial-moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Karen Amstrong, hijrah Nabi Muhammad, bukan sekadar pindah alamat dari Makkah ke Madinah. Hijrah menandai awal era baru Muslim karena pada titik perpindahan inilah Nabi Muhammad bersama umat muslimin mampu menerapkan gagasan-gagasan al-Qur’an secara maksimal. Dengan hijrah, yang biarawati ini, Islam telah hadir menjadi faktor penting dalam sejarah. Hijrah bahkan menjadi sebuah langkah yang revolusioner (Karen Amstrong, Haedar Nashir dalam Republika (13/12)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, tanggal hijriah pertama kali diperingati pada masa Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab. Semua itu bermula ketika Umar bin Khattab merasa perlu dan penting untuk mengabadikan peringatan hijrah Nabi Muhammad dari Makka ke Yatsrib (Madinah) yang kebetulan terjadi pada bulan Muharram kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Jumat pagi, 16 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian, bertepatan dengan 2 Juli tahun 622 M, Nabi Muhammad didampingi Abu Bakar as-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, dan sejumlah sahabat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kota Yatsrib. Sejak berangkat 4 Rabiul Awal, Nabi Muhammad bersama Abu Bakar menempuh perjalanan yang penuh bersejarah itu dengan penuh penderitaan dan bahkan ancaman kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, baru tujuh belas tahun kemudian, dari peristiwa hijrah ini, Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad itu sebagai pijakan permulaan kalender hijriah yang pada 18 Desember akhir tahun 2009 ini akan menunjukkan angka 1431.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dari saking pentingnya hijrah Nabi Muhammad, Umar bin Khattab menjadikan peristiwa tersebut sebagai pijakan kalender hijriah, apa langkah kita sebagai umat muslimin dalam memperingati tahun baru hijriah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai umat muslimin yang sudah menerima instannya, setidaknya dan semestinya bisa belajar pada model masyarakat dan peradaban ummah yang bersifat madaniyah. Masyarakat madaniyah yang dibentuk Nabi Muhammad waktu itu (hijrah). Masyarakat yang berpijak pada kebenaran, egaliter, adil, makmur, inklusif, maju, dan berperadaban utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui peradaban ummah itu, umat muslimin belajar tentang isi di dalam kulit, kualitas di samping kuantitas, substansi yang menyatu dalam simbol, dan nilai-nilai keunggulan lainnya yang menjadikan umat Islam sebagai khaira ummah (umat terbaik) sekaligus Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin (rahmat bagi alam semesta). Bukan sistem masyarakat dan peradaban yang monolitik, apalagi yang pinggiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada waktu itu Nabi Muhammad memulai dengan membangun masjid Quba dan kemudian masjid Nabawi, mempersatukan muslimin pribumi (Anshar) dan pendatang (Muhajirin), mempersatukan seluruh masyarakat Yatsrib, membangun pakta pertahanan bersama dan mempertahan diri dari serangan kafir Quraisy melalui jihad perang—yang akhirnya terbangun peradaban baru, maka kita, umat muslimin, setidaknya juga bisa “hijrah” dan membagun peradaban baru dengan meninggalkan kondisi yang negatif kepada yang positif, dari yang mungkar kepada yang makruf, dan dari yang makruf kepada yang lebih makruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, melalui spirit peringatan tahun baru hijriah tahun ini, setidaknya kita bisa mengambil contoh sosok Muhammad sebagai cermin bening transpormatif keadaan kita. Sosok Muhammad merupakan sosok mulia yang sejak kecil hingga dewasa suka memikirkan segala sesuatu dengan mendalam. Kehidupannya lurus dan bersih, sederhana dan salih. Telinganya peka terhadap derita si miskin dan si lemah. Hatinya penuh kasih dan simpati pada setiap makhluk Tuhan. Ketika berjalan, tampak rendah hati, jujur, lurus, dan tepercaya sehingga dijuluki al-Amin. Sosok Muhammad senantiasa berpikir tentang kehidupan dan kematian, merenungkan pertanggungjawaban hidup dan tujuan akhir keberadaan manusia. Dia mengemban tugas untuk membangun bangsa, lebih dari itu membangun satu dunia dengan rasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sosok pemimpin Muhammad, Rasulullah. Bagaimana dengan kita? Sebagai bangsa yang mayoritas muslim dan ingin perubahan, maka spirit hijrah ini setidaknya bisa dibuat acuan yang nantinya (akan) melahirkan revolusi perilaku yang penuh makna. Jika para elite dan pemimpin bangsa republik ini bisa demikian, maka tidak akan lama (lagi) bangsa dan negara ini akan menjadi lebih baik. Tidak compang-camping dan ingar-bingar seperti yang kita lihat. Setiap urusan dibiarkan bagaikan bola liar serta tidak dikelola dengan sidiq, tabligh, amanah, dan fathanah sebagaimana Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan. Semua permasalahan yang akhir-akhir ini semakin menggumpal laksana gunung es bisa segera diatasi dengan tidak memperhatikan lagi semua jenis kompromi-kompromi primitif, sehingga terfigurlah pemimpin, ahli hukum, hakim agung kharismatik. Tidak penuh dengan basa-basi dan kata-kata melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, semoga dengan datangnya bulan Muharram kali ini, kita dan Indonesia bisa “hijrah” menemukan perubahan dan pencerahan baru. Marhaban ya Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*telah dimuat di NU Online ()21/12/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-4342986876294164071?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/4342986876294164071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/12/hijrah-sebuah-langkah-revolusioner.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4342986876294164071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4342986876294164071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/12/hijrah-sebuah-langkah-revolusioner.html' title='Hijrah, Sebuah Langkah Revolusioner*)'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SzTg5CjKRtI/AAAAAAAAAJg/uyM9RJ7x-mQ/s72-c/hijrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-3737461626699235530</id><published>2009-11-08T12:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresan Santri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Lora Bodoh dan Santri Pintar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcm2g0vHJI/AAAAAAAAAH4/hwxU82Kpmtk/s1600-h/ihsan-di-masjidsumenep.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcm2g0vHJI/AAAAAAAAAH4/hwxU82Kpmtk/s200/ihsan-di-masjidsumenep.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;oleh : Ihsan Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat penulis berbincang-bincang dengan para asatidz Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Perbincangan kami berkisar tentang enaknya jadi Lora (Gus=Jawa), menjadi anak seorang kiai. Perbicangan santai setelah rapat para asatidz tersebut kemudian terus mengarah pada materi yang lebih mendalam tentang bagaimana bisa seorang Lora yang jika dilihat dari jam belajarnya biasa-biasa saja bahkan terkadang tampak sangat malas dan nakal akan tetapi selalu pintar dan menguasai bidang-bidang keilmuan terutama dalam hal pengajaran kitab kuning dan agama, setidaknya begitulah kelihatannya. Kami pun terus mencoba “menganalisis” tentang bagaimana hal tersebut bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berkisar pada bagaimana seorang Lora selalu menjadi orang pintar? Dari perbincangan di ponpes tertua di Madura timur tersebut, ternyata setelah ditelusuri menggunakan pendekatan sosial budaya dan agama terdapat sebuah kenyataan bahwa sang lora tampak biasa saja akan tetapi ia selalu didoakan oleh ayahnya (kiai) yang selalu shalat malam, dalam kekhusukan doa bermunajat pada ilahi, sedang disaat lain orang kebanyakan yang mempunyai anak malah lebih memilih tidur. Peserta bincang-bincang di Annuqayah ini pun manggut-manggut mendengat penjelasan penulis, akan tetapi beberapa di antara peserta lesehan “protes” dan mengatakan bahwa tidak semua orang tua kebanyakan (awam) yang selalu tidur di kala malam, mereka juga ada yang bangun malam dan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun terdiam, merenungi kenyataan tersebut. Kira-kira apa yang menjadi nilai plus sehingga seorang lora menjadi begitu digjaya di masa dewasanya. Seorang ustad yang agak sepuh di antara kami kemudian membuka suara,”Ada satu hal yang hampir kita lupakan yaitu kenyataan bahwa para santri pada suatu pesantren selalu mendoakan kiainya dan para keluarga kiai secara kontinyu. Mereka para santri biasa memanjatkan doa kepada Allah agar keluarga kiai diberi berkah, rahmat dan kemudahan dalam segala hal termasuk dalam masalah keilmuan”. Kontan kami tersadar bahwa memang hal tersebut sering ditemui di pesantren sehingga kredibilitas dan aksebilitas lora selalu terbangun dan hampir selalu mewarisi takdir ayahnya sebagai seorang kiai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, penulis berbincang-bincang dengan lora Ponpes Bata-Bata, Pamekasan dalam sebuah kesempatan waktu senggang. saat itu kami membahas tentang perkembangan pesantren dan prinsip-prinsip apa saja yang harus dijalankan dan harus dipertahankan di Ponpes Bata-Bata. Saat itu penulis membuka tema tentang ke-lora-an, saat itu penulis utarakan seperti apa yang penulis dapatkan dalam bincang santai di Ponpes Annuqayah. Penulis berkata pada sang lora, “Enak benar ya jadi lora. Tanpa harus belajar keras mereka bisa menguasai bidang keilmuan agama?!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celetukan penulis, sang Lora kemudian berada dalam sebuah ketertarikan yang dalam dari sebelumnya dan beberap saat kemudian ia menjawab, “Kata siapa lora itu pintar, banyak di antara mereka itu malah sebenarnya bodoh”. Saat itu penulis menimpali, “ sebodoh-bodohnya lora tetap saja lebih pintar dari saya”. Kemudian kawan perbincangan saya tadi berkata. “Nah. Pemikiran seperti itulah yang membuat Islam mengalami kemunduran.” Agak kaget dengan pernyataan sang lora, penulis bertanya lebih lanjut bagaimana bisa hal tersebut terjadi. Ia menjelaskan tentu saja bisa, bagaimana tidak, pintar ataupun bodoh seorang lora tetap akan memimpin pesantren. Padahal pesantren adalah barometer Islam di Indonesia. Jika lora-lora yang bodoh tersebut tetap memimpin pesantren yang mengemban misi internalisasi nilai-nilai agama demi upaya liyatafaqqahu fi al-din (untuk menjadikan seseorang memeluk erat nilai-nilai agama) dalam proses pendidikan yang dijalankannya maka pesantren secara kuantitas keilmuan akan jauh merosot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pesantren, dulu kita punya Syekh Nawawi al-Banteni, Syaikhona KH. M. Kholil Bangkalan, KH, Abdul Majid Bata-Bata, ada pula KH. Syarqawi Guluk-Guluk. Mereka-mereka diangkat kiai oleh masyarakat bukan karena mereka adalah anak-anak kiai akan tetapi karena kailmuannya yang mumpuni dalam bidang agama, mereka juga telah menelurkan beberapa karya tulis kepesantrenan dalam berbagai bidang. Akan tetapi apapun yang kita lihat saat sekarang ini, mereka adalah bagian dari masa lalu dan tidak bisa kita selalu berbangga hati melihat prestasi para almarhumin tersebut dan tidak berbuat apa-apa. Seperti kata pepatah, “laisa al-fata man yaqulu hadza abi walakin al-fata man yaqulu ha anadha”. Seorang pemuda bukanlah orang yang berkata inilah ayah kami tapi seorang pemuda adalah yang berkata inilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang kita dapati sekarang, jangankan untuk berkata inilah kami untuk menjaga tradisi peninggalan orang-orang lama pun banyak para lora yang harus menurunkan standart minimum kualitasnya. Jika tidak percaya cobalah tengok, berapa lora yang berani beradu kitab dalam Bahtsul Masail antar pesantren. Rata-rata yang diutus adalah para santri dan bukannya lora anak kiai pesantren. Bisa saja alasannya adalah pemberdayaan santri akan tetapi kapan pemberdayaan lora-nya. Santri tetaplah santri yang harus pulang ke rumahnya yang 90% dari mereka tak punya pesantren di kampung halamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik efeknya menurut teman penulis tadi adalah karena sang lora yakin bahwa apapun yang dilakukannya ia akan memangku jabatan pengasuh pesantren maka ia akan santai dan bermalas-malasan, walau begitu ia akan tetap mendapatkan legimasi dari para santri dan penghirmatan layaknya raja. Perkataan dan pandangannya selalu diterima tanpa protes oleh santri di pesantrennya, jika tidak bisa dibenarkan secara nalar agama sang lora akan dianggap jadab atau helaf(sebuah sebutan untuk para lora yang tak bisa dinalar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di sisi lain, tak sedikit para santri pintar tak menemukan ruang menyalurkan ilmunya. Ia mendapati sebuah kenyataan bahwa ilmunya adalah ilmu yang tidak terpakai di masyarakat. Hasilnya adalah ia akan menjadi santri yang patah arang karena sekeras apapun ia belajar ia tidak bisa berbuat apa-apa atas apa yang dipelajarinya di pesantren dengan penuh ketekunan, kelelahan fisik dan psikis yang begitu panjang. Efek lanjutnya tak sedikit santri yang malas belajar, mereka berpikir berpikir sekeras apapun mereka belajar toh kitab-kitab mereka hanya jadi penghuni lemari buffet atau kardus di ruang belakang. Jadi buat apa bersusah payah mempelajari teori-teori kitab kuning mulai dari ilmu nahwu, balagah, saraf, i’lal dan sederet ilmu lainnya jika ilmu-ilmu tersebut tidak bisa mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini terus terjadi, maka bukan isapan jempol jika kualitas keilmuan di pesantren semakin menurun dan gagap melihat realitas zamannya. Apalagi sebentar lagi pulau madura akan memiliki jembatan suramadu yang tidak hanya membawa transformasi ekonomi tapi juga budaya dan orientasi hidup. Jadi apakah lora bodoh tetap akan memimpin benteng terakhir moral Islam tersebut ataukah santri pintar tetap mempunyai kesempatan seperti layaknya dahulu pada awal abad 20 lalu mereka bisa mendapatkannya. Kita lihat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(tulisan ini telah dimuat di Radar Madura/2009)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-3737461626699235530?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/3737461626699235530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/11/lora-bodoh-dan-santri-pintar.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/3737461626699235530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/3737461626699235530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/11/lora-bodoh-dan-santri-pintar.html' title='Lora Bodoh dan Santri Pintar'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcm2g0vHJI/AAAAAAAAAH4/hwxU82Kpmtk/s72-c/ihsan-di-masjidsumenep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-2906352291782372523</id><published>2009-11-08T12:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lima Kunci Sukses Mencari Ilmi Menurut Ibnu Malik al-Andalusi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcj0xUry0I/AAAAAAAAAHw/ki50ZN2botc/s1600-h/alfiyah_ibn_malik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcj0xUry0I/AAAAAAAAAHw/ki50ZN2botc/s200/alfiyah_ibn_malik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh : &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin”.&lt;br /&gt;“Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dua hadits di atas rasanya tidak asing lagi di telinga kita sebagai penuntut ilmu (thalibul ‘ilmi). Sejak madrasah ibtidaiyah (MI) dulu ustadz/ustadzah kita sudah mengenalkan dua hadits tersebut. Kalau masa sekarang (mungkin) sejak masa taman kanak-kanak (TK) sudah dikenalkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Namun, bagaimana cara kita untuk bisa mencapai derajat yang tinggi dalam mencari ilmu? Dalam hal ini, Ibnu Malik al-Andalusi dalam kitab al-Fiyahnya mesdiskripsikan cara itu. Ada lima syarat yang bisa mengantarkan seseorang (thalibul ‘ilmi) pada derajat yang tinggi. Lima point itu yang nantinya akan membedakan antara thalibul ‘ilmi yang taat dan tidak. Hal itu beliua torehkah dalam bait syair al-Fiyahnya yang berbunyi; &lt;i&gt;“bil jarri wat tanwini wan nida wa al # wa musnadin lil ismi tamyizun hashal”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, seorang thalibul ‘ilmi harus mempunyai dan bersifat, pertama, &lt;i&gt;jar&lt;/i&gt;. Dalam artian tunduk dan tawadduk terhadap semua perintah (baik dari Allah swt. maupun pemerintah). Sesuai dengan apa yang difirmankan Allah swt. yang berbunyi, &lt;i&gt;“athi’ullaha wa athi’ur rasul wa ulil amri minkum”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, &lt;i&gt;tanwin&lt;/i&gt;. Artinya kemampuan (baca: niat) yang tinggi mencari ridha Allah swt.. Dengan adanya kemauan yang tinggi seorang thalibul ‘ilmi akan mencapai apa yang ia inginkan. Sesuai dengan apa yang di sabdakan nabi Muhammad saw. yang datangnya dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khattab r.a. bahwa nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang bunyinya, &lt;i&gt;“innamal a’malu binniyati, wa innama likullimriin ma nawa… (al-Hadits)”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;i&gt;nida’&lt;/i&gt;. Artinya dzikir. Setelah adanya niat yang baik untuk mencapai tempat yang layak di sisi Allah swt., seorang thalibul ‘ilmi diharapkan berdzikir mengingat-Nya. Dengan ini, niat awal tidak akan menjadi ‘ashi (bis safar/fis safar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, &lt;i&gt;al&lt;/i&gt;. Berfikir. Karena berfikir manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari makhluk Allah lainnya. Maka dari itu, setidaknya seseorang yang ingin menggapai sesuatu seyogyanya menggunakan akal pikirannya sebaik mungkin, dengan tidak menggunakannya pada jalan yang salah, tidak berpikiran licik. Tidak seperti apa yang jamak dilakukan para aktivis yang kadang menggunakan akal pikirannya untuk mengkorup uang bawahannya, instansi, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, &lt;i&gt;musnad ilaih&lt;/i&gt;. Beramal nyata (ikhlas). Cara yang kelima ini merupakan puncak dari semuanya. Dengan ikhlas semuanya akan gampang. Dengan ikhlas Fandi (Andre) bisa mendapatkan Sarah (Zazkia Adya Mecca) dari Pak Haji (Deddy Mizwar), ayah Sarah, dalam film “Kiamat Sudah Dekat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya lima konsep di atas tidak hanya untuk &lt;i&gt;thalibul ‘ilmu&lt;/i&gt; semata, akan tetapi lima konsep tersebut juga untuk merka yang ingin menjadi lebih baik dan lebih maju, termasuk para pemimpin kita yang berada dalam angka krisis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-2906352291782372523?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/2906352291782372523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/11/lima-kunci-sukses-mencari-ilmi-menurut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2906352291782372523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2906352291782372523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/11/lima-kunci-sukses-mencari-ilmi-menurut.html' title='Lima Kunci Sukses Mencari Ilmi Menurut Ibnu Malik al-Andalusi'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Svcj0xUry0I/AAAAAAAAAHw/ki50ZN2botc/s72-c/alfiyah_ibn_malik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-8158220668115018095</id><published>2009-10-15T12:40:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Menikmati Hidup Seperti Mbah Surip</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SqI41TNghKI/AAAAAAAAAHI/5ztrmghOcRI/s1600-h/mbah-surip-2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377923393374946466" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SqI41TNghKI/AAAAAAAAAHI/5ztrmghOcRI/s320/mbah-surip-2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 213px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href="http://ihsanmaulana.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Ihsan Maulana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. &lt;/span&gt;– Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.”~ George Allen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan seperti yang bisa kita saksikan di sosok Mbah Surip (tak gendong enak nyo ). Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat (dari bangun tidur sampai tidur lagi). Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi (tak gendong wae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu langkah menikmati kehidupan ini adalah selalu mensyukuri karunia kehidupan dari Allah (iya toh mbah ?), apakah Anda sedang bahagia atau mengalami kepedihan. Berusahalah untuk selalu berpikir positif (hua ha ha ha), bahwa Tuhan YME selalu memberikan yang terbaik. Karena tanpa kita sadari sebenarnya selalu ada solusi di balik semua kesulitan dan manfaat yang ditujukan untuk kebaikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adalah waktu demi waktu berlalu hingga kita sampai pada saat sekarang ini (seperti Mbah Surip yang sudah sepuh atasnya, bawahnya 16 tahun. hehehe). Cobalah menelisik betapa uniknya kesempatan yang sudah banyak Anda lewati (walau sudah tua seperti Mbah Surip, kalau Tuhan mau maka tak ada yang bisa mencegah). Begitu banyak keajaiban dan kenikmatan di sepanjang jalan yang Anda lalui. Bila Anda mencoba mengingat semua itu dalam keheningan doa dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah, di sanalah Anda akan merasakan kedamaian hati dan kenikmatan hidup yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;127. Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu yang kita lakukan maka Allah telah berjanji:&lt;br /&gt;121.  Orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. (Maka) Allah Telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Believe it is possible to solve your problem. Tremendous things happen to the believer. So believe the answer will come.&lt;/span&gt; – Percayalah sangat mungkin masalah Anda terselesaikan dengan baik. Kejadian yang luar biasa selalu terjadi pada mereka yang percaya. Jadi percayalah, jawaban itu pasti ada,” kata Norman Vincent Peale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga dapat menikmati kehidupan ini dengan mengingat kembali keberhasilan yang sudah Anda ciptakan. Cara ini juga dapat membantu Anda memfokuskan diri pada hal-hal positif di dalam diri Anda sendiri. Sehingga timbul semangat yang lebih besar untuk melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin dengan mengerahkan potensi diri yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pepatah bijak mengatakan,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another.&lt;/span&gt; – Ketika kita sudah mampu melakukan yang terbaik, maka kita tak akan pernah menyadari keajaiban yang akan terjadi dalam kehidupan kita atau dalam kehidupan orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tidak ada alasan untuk tidak menikmati hidup kita, karena hidup itu memang nikmat. Inilah yang disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sa’idun fi al-dunya wa sa’idun fi al-akhirah&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-8158220668115018095?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/8158220668115018095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/menikmati-hidup-seperti-mbah-surip.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8158220668115018095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8158220668115018095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/menikmati-hidup-seperti-mbah-surip.html' title='Menikmati Hidup Seperti Mbah Surip'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SqI41TNghKI/AAAAAAAAAHI/5ztrmghOcRI/s72-c/mbah-surip-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-368273161043707293</id><published>2009-10-15T12:39:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Cak Nur, Pluralisme dan Kemaslahatan Bangsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sp7QvOwoAJI/AAAAAAAAAHA/Zjon8DQ3VVg/s1600-h/Nur+Cholis.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376964514961424530" src="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sp7QvOwoAJI/AAAAAAAAAHA/Zjon8DQ3VVg/s200/Nur+Cholis.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 185px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya 29 Agustus 2005, empat tahun lalu Nurcholish Majid (Cak Nur) meninggal dunia. Beliau meninggal dunia akibat penyakit hati (lever) yang dideritanya. Sejarah mencatat, separuh hidup Cak Nur diabdikan untuk dunia keilmuan, khususnya konsep pluralisme antaragama dan pembaharuan Islam. Karena itu (mungkin), bapak negara kita, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) memberinya gelar sebagai bapak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ide Cak Nur yang tak jarang dipermasalahkan oleh sebagian kalangan adalah ide pluralisme dan liberalismenya. Dan dalam tulisan pendek ini penulis akan menyorot ide pluralisme beliau dan kaitannya dengan kemaslahatan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak kalangan yang menyalahartikan makna pluralisme. Sebagian menganggap bahwa pluralisme adalah sikap atau gagasan yang meyakini kebenaran semua agama. Sehingga para pendukung gagasan pluralisme sering digolongkan dalam penganut relativisme agama. Bahkan, tak jarang dari mereka (penganut pluralism) yang dianggap sesat, keluar dari islam. Ide pluralisme Cak Nur pun demikian. Bahkan kontraversi akan kekhusnul khatimaan dan tidaknya beliau ada yang mempermasalahkan, padahal masalah keputusan amal seseorang hanya Allah swt. yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tokoh yang mempermasalahkan kematian Cak Nur adalah Adian Husaini. Dia sampai menulis sebuah buku yang ia beri judul; “Nurcholish Madjid: Kontroversi Kematian dan Pemikirannya”. Dari sana, tampaknya ide pluralisme Cak Nur belum dipahami masyarakat dan tokoh agama secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme bagi Cak Nur adalah suatu landasan sikap positif untuk menerima kemajemukan semua hal dalam kehidupan sosial dan budaya, termasuk agama. Bukan suatu ide atau gagasan yang menganggap semua agama itu sama. Sedangkan yang dimaksud dengan sikap positif adalah sikap aktif dan bijaksana. Lebih jauh lagi, ide pluralisme Cak Nur merupakan bagian dari sikap dasar dalam berislam, yaitu sikap terbuka untuk berdialog dan menerima perbedaan secara adil. Dengan keterbukaan dan sikap dialogis itu dimaksudkan agar kita memiliki etos membaca, membina, belajar, dan selalu arif. Hal ini pernah diungkapkan oleh Mohamad Monib, dosen Paramadina Mulya dalam sebuah diskusi di aula Universitas Islam Bandung yang bertajuk “Membedah Pemikiran Pluralisme Nurcholis Madjid”, 22/1/2006 (islamlib.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat, bahwa pemikiran Cak Nur sejatinya ingin memberikan gambaran atau pencitraan agama Islam sebagai agama yang sejuk, segar, toleran, humanis dan anti-teror—dengan latar belakang Cak Nur itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bangsa Indonesia ini yang masih didera berbagai macam kasus kekerasan dan terorisme atas nama agama, konflik suku, ras, agama dan golongan (SARA), kiranya ide pluralisme—dengan definisi di atas—Cak Nur cocok sekali untuk direfleksikan, demi kemaslahatan dan terealisasinya nasionalisme bangsa, yaitu mengedepankan rasa toleransi, saling memahami dan menghargai kepercayaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide pluralisme Cak Nur pun demikian, yakni bagian dari sikap dasar Islam, sikap terbuka untuk berdialog dan menerima perbedaan secara adil. Jika demikian, maka tidak menutup kemungkinan bangsa ini akan selamat dari keterpurukan yang selama ini menimpanya. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan dan terorisme atas nama agama pasti tidak dibenarkan oleh semua agama. Konflik suku, ras, agama, dan golongan (SARA) juga demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan politik bangsa kita masih jauh dari kemapanan. Banyak politik bangsa kita masih beroentasi uang, tidak untuk rakyat. Jumlah partai semakin banyak. Baik partai yang mengatasnamakan Islam maupun non Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat pemilu sebelumnya, maka terlihat sekali bagaimana parpol Islam—meskipun tidak semuanya—justru tidak mewakili kepentingan umat Islam. Tidak jarang kita lihat para elit parpol justru menampilkan perilaku yang sangat tercela dan bertentangan dengan Islam. Islam hanya dibuat kendaraan untuk menarik simapti rakyat dan mengejar syahwat dan nafsu kekuasaan. Seperti yang telah terungkap, banyak elit parpol Islam yang tersangka korup (tidak perlu penulis sebut satu persatu). Hal yang demikian itu jelas tidak mencerminkan akan keuniversalan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sekarang ini kita jangan sampai terjebak oleh background sebuah nama atau identitas. Partai apa saja jika membawa visi-misi dan nilai-nilai universal Islam, harus kita dukung. Sebaliknya, meski mengaku dan dari partai Islam, tetapi visi-misi dan perilaku elitnya bertentangan dengan nilai-nilai Islam, patut ditinggalkan dan dijauhi. Yang demikian itu, karena kita tidak ingin memilih parpol agama akan tetapi kita akan memilih parpol yang mengatasnamakan rakyat. Kearifan inilah yang mesti kita kedepankan dalam konteks relasi agama, politik dan negara. Maka, kiranya tidak keliru ketika Cak Nur pernah menyuarakan jargon “Islam, Yes. Partai Islam, No”. Jargon tersebut bukan berarti Cak Nur atau kita yang sejalan dengan beliau tidak beragama Islam, akan tetapi dalam hal kenegaraan dan kemaslahatannya backgroud dan identitas tidak begitu penting—mengingat Indonesia yang bukan negara Islam (daulah islamiyah). Dengan demikaian, setidaknya citra luhur Islam tidak ternodai, baik karena ulah “diri sendiri” maupun “orang lain”. Akhirnya, jayalah Islam dan Indonesiaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-368273161043707293?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/368273161043707293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/cak-nur-pluralisme-dan-kemaslahatan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/368273161043707293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/368273161043707293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/cak-nur-pluralisme-dan-kemaslahatan.html' title='Cak Nur, Pluralisme dan Kemaslahatan Bangsa'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sp7QvOwoAJI/AAAAAAAAAHA/Zjon8DQ3VVg/s72-c/Nur+Cholis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-6323716599350549584</id><published>2009-10-15T12:37:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Mengevaluasi NU Pasca Pilpres*</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4PGfpCiFI/AAAAAAAAAGw/vBz65KpFoNs/s1600-h/nu-clear.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367744410119473234" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4PGfpCiFI/AAAAAAAAAGw/vBz65KpFoNs/s200/nu-clear.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 137px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt; Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil hitung cepat (quick count) pemilihan presiden (pilpres) kemarin (8/7), yang menampilkan keunggulan pasangan calon nomor 2 (SBY-Boediono) dan pasangan nomor 3 (JK-Win) berada di urutan terbawah, penulis lantas langsung berpikir; kayaknya NU sekarang ini memang tidak direstui kalau namanya dibawa berkecipung dalam ranah politik praktis. Apa hubungannya antara NU dan JK-Win?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhitung sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelumnya, pasangan yang dijagokan NU tidak pernah mulus. Tidak usah jauh-jauh, mulai dari pemilihan gubernur (pilgub) Jatim sampai pilpres kemarin, jagoan NU tidak pernah merengguh manisnya kursi kepemimpinan. Bahkan pemilu kemarin partai NU sendiri (PKNU) tidak lolos karena perolehan suaranya tidak mencapai 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut quich count hasil survei kemarin, pasangan calon JK-Win yang dijagokan para tokoh NU ini, semuanya menyatakan JK-Win berada pada urutan perolehan suara terkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua team survei seperti Lingkaran Survei Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, LP3ES, Cirus dan Metro TV menyatakan bahwa pasangan JK-Win memperoleh suara jauh di bawah pasangan SBY-Boediono dan Mega-Pro, yaitu cuma berkisar belasan persen, 12 persen lebih, dan ironisnya pada hitungan sementara KPU, JK-Win memperoleh dibawah 10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengejutkan penulis lagi, di Jawa Timur, yang basisnya basis NU banget, pasangan JK-Win ini juga kalah telak. Padahal pasangan JK-Win mendapat dukungan penuh dari para tokoh ormas terbesar di Jatim (NU) ini. Pasangan JK-Win yang diprediksi banyak kalangan akan bersaing ketat dengan pasangan SBY-Boediono, eh, malah sebaliknya, JK-Win berada pada urutan paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyajian hasil quick count tersebut memang tidak resmi dan belum final, akan tetapi hasil hitungan manual KPU tidak akan jauh dari quick count tersebut. Terbukti, hasil sementara KPU, sajiannya tidak jauh berbeda, malah perolehan JK-Win dibawah 10 persen .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fenomena mengenjutkan inilah penulis berpikir; NU kalah lagi. Ternyata nama NU kayaknya memang tidak direstui kalau dibawa-bawa ke ranah politik praktis. Karena awal berdirinya NU—yang diprakarasai oleh hadratuna as-Syaikh Hasyim Asy’ari—memang tidak lahir dari politk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh NU—meskipun tidak semuanya berangkat atas restu tokoh NU—yang gagal merajut kursi kepemimpinan di negara Indonesia ini. Mulai dari Ali Mascan Moesa dan Khofifah Indra Parawansa pada pilgub Jatim kemarin sampai pasangan capres-cawapres JK-Win yang diusung tokoh NU setelah melaksanakan Bahtsul Masail yang akhirnya memutuskan; warga NU memilih JK karena 9 alasan. Di sebuah stiker penulis menemukan komitmen 9 alasan warga NU memilih JK, diantaranya karena JK merupakan satu-satunya calon putera dari pendiri NU di daerah Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekilas Lahirnya NU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah formal NU dimulai sejak ia didirikan 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy'ari bersama beberapa ulama sepaham seperti KH Wahab Hasbullah serta beberapa ulama pesantren lain. Namun berdirinya jam'iyah ini sesungguhnya hanyalah pelembagaan tradisi keagamaan yang telah lama mengakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saifuddin Zuhri mencatat bahwa sejak NU lahir, aspirasi yang melingkungi NU adalah aspirasi pesantren,... Baik pesantren selaku persemaian (pembinaan) kader-kader ulama dan pemimpin Islam tetapi juga pesantren sebagai pembina potensi gerakan yang sejak dahulu telah diakui oleh kaum intelektual sebagai media pendidikan yang praktis dan efektif membentuk potensi yang bergerak (tidak beku) (Saifuddin Zuhri, “Peranan NU dalam Pengembangan Islam dan Membela Tanah Air” dalam Thohir; 118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan sejarah singkat di atas bisa penulis simpulkan bahwa lahirnya NU tidaklah lahir karena politik praktis, melainkan NU lahir sebagai lembaga keagamaan yang kala itu untuk menangkis faham-faham wahabi yang lagi gempar menghiasi masyarakat. Karena itulah NU lahir sebagai lembaga keagamaan yang berasaskan faham ahlussunnah waljama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, bukan berarti penulis menganggap NU itu tidak menyentuh hal yang berbau politik. Akan tetapi kelembagaan NU tidaklah menekankan pada ranah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke perbincangan hubungan antara NU dan para jagoannya (capres-cawapres). Melihat hasil pahit calon yang diusung tokoh NU, termasuk pasangan JK-Win, maka penulis beranggapan bahwa NU sekarang ini sudah tidak mempunyai suara lagi. Untuk itu, dalam masalah politik praktis para tokoh NU tidak usah membawa-bawa nama NU lagi. Karena kalau mereka tetap membawa-bawa nama NU, maka konsekuensi yang akan timbul adalah reputasi kiai dan NU itu sendiri, apalagi di Jawa Timur yang memang basisnya basis pesantren dan kiai (NU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, penulis berpendapat seperti itu bukan berarti penulis tidak suka pada NU, melainkan penulis merasa eman kalau NU tidak dipercaya masyarakat dan kalangan umum lagi. Dan bukan berarti NU tidak boleh berpolitik, akan tetapi kita juga harus ingat bahwa sejarah lahirnya NU tidak ditekannkan untuk hal politik. Hal inilah yang juga harus diperbincangkan para tokoh NU pada mukhtmar NU yang dijadwalkan Januari 2010 nanti. Sekian. Bangkitlah NU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dimuat di harian Surabaya Pagi (25/7/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-6323716599350549584?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/6323716599350549584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/mengevaluasi-nu-pasca-pilpres.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/6323716599350549584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/6323716599350549584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/mengevaluasi-nu-pasca-pilpres.html' title='Mengevaluasi NU Pasca Pilpres*'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4PGfpCiFI/AAAAAAAAAGw/vBz65KpFoNs/s72-c/nu-clear.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-8173295333978128525</id><published>2009-10-15T12:36:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Meng-Islamkan Facebook</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4JOx1eM_I/AAAAAAAAAGo/3JqjVVqa-Sw/s1600-h/facebook_1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367737955372643314" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4JOx1eM_I/AAAAAAAAAGo/3JqjVVqa-Sw/s200/facebook_1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh : &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt;Abd. Basith&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (4/7), Aparat Satuan Reserse Kriminal Kota Bogor, menyidik Ujang Ramansyah (18) yang dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik lewat jaringan Facebook (FB). Laporan tersebut dilaporkan oleh Fely pada 23 Juni bulan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fely (18) dan ibunya, Nonih (39), melaporkan Ujang Ramansyah (UR) ke polisi dengan sangkaan melakukan pencemaran nama baik keduanya melalui FB. UR dianggap melanggar pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 dan Elektrounika jo pasal 310 dan 311 KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena di atas merupakan contoh dari efek negatif penggunaan jejaring sosial FB. Namun, bukan berarti kita harus benci dan putus komusniasi lewat FB karena kita takut akan bernasib seperti UR. Melainkan kita harus bisa mengaca pada kejadian yang ditimpa UR ini. Lagian penulis yakin UR tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik Fely dan ibunya. Terbukti dengan upaya dan keinginan UR untuk minta maaf pada pihak Fely.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seusai menjalani pemeriksaan, UR mengatakan, pihaknya terus berupaya menemui kelurga Fely untuk meminta maaf dan mengupayakan persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk itu, ayah dan kakak-kakak UR pernah mengunjungi rumah Fely di Tanah Sareal, Kota Bogor, tetapi Fely dan ibunya tidak ada dirumah. Begitulah, seperti yang dilarsir banyak media (cetak/elektronik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, pelaporan pencemaran nama baik seseorang lewat internet (baca; dunia maya) ini mencuat sejak fenomena kasus Prita Mulyasari yang diduga mencemarkan nama baik rumah sakit Omni—yang kenyataannya Prita terbukti tidak bersalah. Pengaruh mental masyarakat salah satu penyebabnya. Untuk itu, pengguna FB tidak usah terlalu sensitif dalam menanggapi komentar di account dinding FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak usah terlalu menganggap serius dengan guyonan Facebooker lain yang bernada guyon. Contoh, seperti yang pernah pernah diutarakan saudara HM Siradj, seorang wartawan dan Owner Konsultan Pers “MS Signature”, bahwa ada seorang teman cowok istrinya sampai membanting BlackBerry istrinya sendiri, gara-gara istrinya menulis ungkapannya di FB yang banyak mengundang komentar dari teman-temannya yang lain (Jawa Pos, 4/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penulis kutip lagi contoh yang diberikan HM. Siradj seperti ini; “Seorang teman pernah membanting BlackBerry milik istrinya gara-gara guyonan di Facebook. Istri teman saya itu, suatu saat iseng menulis status, "Wadddouww... ketahuan nih. Oh my God!". Teman-teman akrabnya langsung ramai berkomentar di dinding istri teman saya. Antara lain begini, "Hehehe... selingkuh ya? Makanya, kalau mau jalan sama berondong, belajar dulu sama ahlinya... wakakaka...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis status maunya menceritakan deposito diam-diamnya yang ketahuan sang suami. Dia termasuk istri yang hemat sehingga setiap bulan bisa menyisihkan kelebihan uang dan setelah terkumpul dalam jumlah yang lumayan, lantas didepositokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena teledor menyimpan warkat deposito, sang suami lantas tahu. Dia tidak marah, tapi sang istri yang baik ini merasa berdosa. Karena itu, dia lantas "mencurahkan" penyesalannya lewat status wadoouw ketahuan sampai oh my God tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami jengkel bukan karena status maupun komentar guyonan yang sudah diketahui duduk perkaranya itu. Tapi, dia kesal karena ternyata teman kantornya ada yang satu jaringan pertemanan di Facebook dengan istrinya mengganggap komentar teman sang istri itu sungguhan alias menduga istrinya betul-betul telah berselingkuh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat pragraf di atas adalah contoh yang diberikan saudara HM. Siradj, yang menurut penulis, fenomena itu terjadi karena sang suami terlalu sensitif menanggapi komentar-komentar teman-teman istrinya di FB-nya tersesbut. Mengapa penulis menganggap bahwa sang suami karena terlalu sensitif? Bagaimana tidak mau dibilang sensitif, wong dia sudah tahu latar belakang masalahnnya kenapa istrinya menulis ungkapan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, untuk mengantisifasi akan adanya hal-hal negatif pada penggunaan FB, maka setidaknya kita harus bisa meng-islam-kan FB dengan, pertama, para Facebooker tidak usah terlalu menganggap serius apa yang ada di dinding FB—yang jelas ketika dengan indikasi tertulis atau dengan indakisi antar sesama teman yang memang sering guyon (tidak pernah serius). Karena bagaimanapun juga, bisa jadi ungkapan di FB adalah ungkapan yang belum/tidak sempat terungkap lewat lisan, baik karena malu atau karena jarak jauh antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berusaha menyaring teman yang meng-add ke FB kita dengan mengenali foto, nama dan teman yang sama. Apabila ternyata orang yang tidak dikenal, maka bisa ditelusuri dengan chating atau pesan dinding dan bahkan via email dengan meng-klik kirim pesan. Toh, kalau kenyataannya teman baru tersebut tidak bagus, maka kita bisa menghapusnya dari daftar teman kita. Penulis sendiri sering menghapus teman baru dari daftar teman penulis sendiri yang penulis anggap tidak cocok. Semua itu penulis lakukan, tidak lain untuk mengantisipasi timbulnya hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menulis pesan dinding yang berbau positif (islami). Dengan kita menulis pesan dinding yang islami—seperti saling mengingatkan dalam hal kebaikan, menyambung tali silaturahmi dan lain-lain—,maka kemungkinan adanya komentar yang ngak-ngak lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun salah satu dampak positif menulis pesan dinding di FB adalah bisa melatih penggunanya—terutama kaum muda dan pujangga—untuk berkarya fiksi (baca; puitis). Ungkapan puitis secara sekilas memang tidak ada nilainya. Tapi, bagi kaum seni dan penulis sangatlah berharga. Kita belum tentu bisa mencontoh dan menandingi akan keindahan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita islamkan FB untuk kemashlahatan bersama dengan tidak sembarang nulis dan comment di dinding FB kita sendiri dan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-8173295333978128525?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/8173295333978128525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/meng-islamkan-facebook.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8173295333978128525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8173295333978128525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/meng-islamkan-facebook.html' title='Meng-Islamkan Facebook'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4JOx1eM_I/AAAAAAAAAGo/3JqjVVqa-Sw/s72-c/facebook_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-7493138495144406754</id><published>2009-10-15T12:35:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.745-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kepemimpinan dan Perisriwa Isra’ Mi’raj*</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://blog-imabasurabaya.blogspot.com/2009/08/kepemimpinan-dan-perisriwa-isra-miraj.html"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4IH14gLuI/AAAAAAAAAGg/AGtRl4Ga2BI/s1600-h/buraq22.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367736736688385762" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4IH14gLuI/AAAAAAAAAGg/AGtRl4Ga2BI/s320/buraq22.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 272px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href="http://lingkaran-koma.blogspot.com/"&gt;Abd. Bashit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah berabad-abad tahun yang lalu peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi. Namun peristiwa tersebut masih merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi kalangan umat Islam. Maka dari itu, setiap bulan Rajab umat Islam masih selalu setia memperingatinya tanpa terkecuali, baik kalangan Nahdlatul Ulama’ (NU), Muhammadiyah, maupun kelompok-kelompok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah dari Makkah ke Baitul Maqdis kemudian naik ke Sidratul Muntaha, hanya dalam perjalanan satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, peristiwa Isra’ Mi’raj memang tidak ada apa-apanya. Di balik semua itu tidak mengandung apa-apa. Mungkin cuma Rasulullah saja yang bisa merasakan nikmatnya perjalananya dari Makkah ke Baitul Maqdis dan naik ke Sidratul Muntaha yang akhirnya sampai pada langit ketujuh bertemu Allah dan menerima perintah kewajiban shalat lima waktu untuk umat Islam. Akan tetapi, di balik semua itu kita bisa berpikir bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan itu dengan tujuan kemaslahatan umum, tidak hanya untuk Rasulullah belaka. Ada apa di balik peristiwa Isra’ Mi’raj?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini. Pertama, Isra’ Mi’raj merupakan bukti bahwa sebenarnya manusia dapat mencapai ketinggian dalam batas ketentuan Tuhan. Batas yang tidak semua manusia dapat mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rasio peristiwa Isra’ Mi’raj memang jauh dari jangkauan akal manusia. Apalagi bagi mereka yang tidak beriman atau imannya masih lemah. Akan tetapi, kehendak Allah tidak semuanya bisa diukur dengan akal. Maka, sangat tepat sekali—dalam hal ini—ketika Immanuel Kant mengatakan “saya harus menghentikan penyelidikan ilmiah guna memberikan waktu pada hatiku untuk percaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan bukti nyata bahwa antara manusia dengan Tuhan dapat bertemu dalam kurun waktu tertentu, di mana manusia telah melenyapkan unsur kemanusiaannya, kemudian ia lebur dalam diri Tuhan. Manusia dapat lebur dalam Tuhan karena pada saat itu tidak ada siapa/apa pun kecuali Allah, Tuhan alam semesta. Manusia dapat berjumpa dengan Tuhan dengan cara melenyapkan semua esensi kemanusiaannya dan mengosongkan berbagai entitas, yang ada hanya entitas Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Isra’ Mi’raj merupakan bukti bahwa manusia mampu menembus batas kemanusiaannya, batas tersebut akan mampu dilewati manusia ketika ia telah mampu menyingkirkan semua hal kecuali Allah dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rentetan hikmah yang telah penulis paparkan di atas setidakmya bisa berpikir bahwa manusia merupakan makhluk yang lemah. Namun, di balik kelemahan tersebut Allah tidak membiarkannya lemah, Allah memberikan manusia akal untuk menutupi dan mengatasi kelemahannya. Karena akal inilah manusia mendapat derajat yang lebih tinggi ketimbang makhluk-makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Allah memberikan akal pada manusia itu menandakan bahwa manusia diperintahkan untuk memikirkan dan merenungi segala fenomena yang ada, termasuk fenomena Isra’ Mi’raj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Isra’ Mi’raj ketika dihubungkan dengan hal kepemimpinan (bangsa), maka seorang pemimpin setidaknya, pertama, selalu menjaga integritas moral (akhlak al-karimah) dan kesucian dirinya dengan berdzikir (ingat) kepada Allah. Hal ini tercermin pada ayat pertama dalam surat al-Isra’ yang dimulai dengan “tasbih”; “subhanalladzi asra...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kebijakan seorang pemimpin harus membumi kepada hati dan kebuTuhan rakyat yang dipimpinnya. Dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj, hal itu telah diteladankan Rasulullah ketika beliau sudi kembali (turun) ke bumi setelah bertemu dengan Allah. Padahal pertemuan dengan Allah adalah cita-cita dan tujuan umat manusia. Kembalinya Rasulullah ini dimaksudkan untuk menyelamatkan nasib umat manusia (rahmatan lil ‘alamin). Maka dari itu, dalam konteks ini, kebijakan yang bumi, mutlak diperlukan bagi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, amanat Rasulullah dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah untuk menegakkan shalat lima waktu. Pada dasarnya shalat mengajarkan kita tentang prinsip-prinsip kepemimpinan, yakni pola hubungan antara manusia kepada Tuhannya dan antara manusia dengan sesamanya (hablum minallah dan hablum minannas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kepemimpinan dalam shalat tercermin dengan adanya seorang imam. Makmum diharuskan menegur (dengan cara tertentu) apabila imam melakukan kekeliruan dalam kepemimpinannya. Begitu juga dengan kepemimpinan suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin harus siap dikritik tanpa “meyatimi” rakyat dan rakyat sendiri harus mengkritik jika pemimpinya keliru—dengan kritikan konsruktif dan bermoral tanpa harus mencari celah terlebih dahulu. Pesan inti dari point keempat ini adalah ashlih nafsaka wad’u ghairaka (perbaikilah dirimu, dan ajaklah/tegurlah orang lain untuk berbuat baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*telah dimuat di harian Duta Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada rubrik Opini(21/7/9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-7493138495144406754?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/7493138495144406754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/kepemimpinan-dan-perisriwa-isra-miraj.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/7493138495144406754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/7493138495144406754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/10/kepemimpinan-dan-perisriwa-isra-miraj.html' title='Kepemimpinan dan Perisriwa Isra’ Mi’raj*'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Sn4IH14gLuI/AAAAAAAAAGg/AGtRl4Ga2BI/s72-c/buraq22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-6726044137522000964</id><published>2009-06-29T12:16:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.765-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bahtsul MAsail dan Fenomena Kini</title><content type='html'>Oleh : &lt;a href='http;//lingkaran-koma.blogspot.com'target='_blank'&gt;Abd. Basith&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sjsx-sMTQ0I/AAAAAAAAAI4/B1H3KXhQYOs/s1600-h/the+master.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sjsx-sMTQ0I/AAAAAAAAAI4/B1H3KXhQYOs/s320/the+master.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348923935517000514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah situs jejaring sosial Facebook, kali ini giliran tayangan televisi The Master diharamkan oleh kalangan pesantren di Jawa Timur. Fatwa haram Facebook dan The Master ini merupakan hasil bahtsul masail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa haram Facebook merupakan hasil bahtsul masail di Pondok Pesantren (Pnpes) Putri Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo, Kediri bulan kemain. Fatwa haram The Master diputuskan dalam Bahtsul Masail Wustho yang digelar Ponpes Abu Dzarrin, Kendal, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro awal bulan ini, yang diikuti oleh sejumlah perwakilan dari beberapa pondok pesantren. Di antaranya dari Pondok Abu Dzarrin, pondok Al Fatimah (Bojonegoro), Pondok Lirboyo (Kediri), Tanggir (Tuban), Sidogiri (Pasuruan), Langitan (Tuban), Pondok Gilang (Lamongan), dan Al-Khozini (Sidoarjo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan The Master diharamkan, karena ada unsur sihirnya, karena hal itu dilakukan diluar batas kemampuan manusia secara umum. Dalih yang mereka utarakan ada dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, pada halaman 298-299, AlFatawi Khadisiyah dan beberapa kitab pegangan lainnya. Pertunjukan semacam itu dikategorikan sebagai sihir yang hukumnya haram. Kecuali, The Master masuk dalam kategori "petunjuk dari Allah", barulah itu diperbolehkan. Itu pun dengan catatan jika yang melakukannya adalah orang yang teguh memegang agama, bertujuan sesuai degan syariat Islam, dan tidak membahayakan orang lain. Pertanyaannya sekarang, apakah dalam The Master memang ada unsur sihir. Apakah memang ada bantuan jin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita menjawab petanyaan tersebut, mari kita lihat dengan mencoba bertanya; benarkah kecepatan berhitung Master of Number, Joe Sandy (juara pertama The Master musim pertama) dan kekebalan Master of Fakir, Limbad (juara The Master musim kedua) diluar kemampuan orang pada umumnya dan ada bantuan jin. Kecepatan berhitung memang tidak bisa dilakukan setiap orang, akan tetapi bukankah berhitung merupakan ilmu matematika yang kita sudah mengenalnya ketika masih duduk di bangku SD—bahkan sebelum itu—dan kecepatan berhitung menunjukkan kelebihan dan kecerdasan pelakunya? Tidakkah hal itu dikatakan hal yang menghibur orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak buah apel yang jatuh, tapi kenapa cuman Newton yang mempertanyakannya?. Dari situlah seharusnya kita menyadari bahwa setiap manusia memiliki kemampuan, tetapi tidak setiap manusia bisa mengatasinya. Dari 100 persen otak kita hanya 4-6 persen yang terpakai. Bayangkan jika yang 94 persen itu bisa digunakan. Maka, tidak akan ada perkataan tidak masuk akal dalam ilmu matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kekebalan tahan pukul, tahan banting dan sejenisnya, tidak bisakah hal itu dilatih? Orang tahan akan sesuatu bukan berarti tidak merasakan rasa sakit, akan melainkan bisa menahan rasa sakit yang sudah dilatih secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang telah penulis sebutkan tidak lain cuma untuk meneliti apakah benar pertunjukan yang di tunjukkan peserta The Master mengandung unsur sihir. Dan penulis kira di sana belum terbukti adanya unsur sihir. Untuk itu, penulis lebih sejalan ketika pertunjukan The Master dibilang sah-sah saja. Tujuannya tidak lain hanya untuk menghibur pemirsa. Tagline-nya saja sudah jelas: “Mencari Bintang Tanpa Mantra”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, kemampuan luar biasa yang dimiliki manusia ada tiga macam. Pertama, mu'jizat. Ini hanya dimiliki para Nabi dan Rasul. Kedua, karomah. Ini hanya dimiliki orang-orang yang beriman dan bertaqwa, semisal Ulama’ dan orang-orang shalih yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ketiga, sihir. Ini dimiliki orang-orang kafir (non muslim), atau orang Muslim yang tidak mengerti hukum agama dan tidak bertakwa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengatakan bahwa Joe Sandy dan Limbad adalah orang kafir, tidak tahu hukum agama dan tidak bertaqwa kepada Allah. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa Joe Sandy dan Limbad adalah ulama’ dan orang yang shaleh. Namun, bukankah dalam ilmu filsafat ada istilah metafisika? Ilmu yang ada secara alamiyah dan bisa dilatih. Tidak bisakah The Master dikategorikan sebagian dari ilmu metafisika? Penulis kira The Master juga termasuk kategori ilmu metafisika. Keahlian di belakang “layar” yang bisa dimiliki secara alamiyah dan terlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelemahan bahtsul masail adalah pemutusan hukum yang hanya berfokus dan berpatokan pada teks. Landasannya nanti pasti dalam kitab ini, kitab ini dan kitab ini disebutkan, tanpa ada riset mendalam terlebih dahulu dan endingnya nanti pasti tafsil (rincian)—meskipun tidak semuanya. Terbukti, pemutusan fatwa haram The Master ini dalihnya seperti disebutkan di atas (dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin dan seterusnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, untuk membaca fenomena masa kini, mungkin sistem atau metode bahtsul masail harus di konstruk kembali untuk menghindari anggapan-anggapan negatif dari kalangan kekininian, terutama dari kalangan nonpesantren. Dan ini agar pencetusan hukumnya tidak terkesan berat sebelah. Apabila terkesan berat sebelah, hal itu akan menyangkut reputasi kiai, terutama kiai Jatim, yang disebut-sebut berada di belakang bahtsul masail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi sistem bahtsul masail dalam menyikapi fenomena masa kini bisa dengan dilengkapi dengan penelitian (riset) sebelum merujuk ke teks. Dengan demikian, kevalidan referensi akan tambah kuat dan lebih bisa dipertanggung jawabkan karena sudah didukung teks serta hasil riset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, penulis bukan tidak percaya akan keharaman sihir dan tidak mau pada hasil keputusan bahtsul masail, melainkan belum sejalan ketika The Master dimasukkan kategori sihir karena ilmu tersebut belum terbukti ada unsur sihirnya (jin).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*telah dimuat di harian Kompas Jatim pada rubrik Forum (19/6/9)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-6726044137522000964?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/6726044137522000964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/06/bahtsul-masail-dan-fenomena-kini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/6726044137522000964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/6726044137522000964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/06/bahtsul-masail-dan-fenomena-kini.html' title='Bahtsul MAsail dan Fenomena Kini'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sjsx-sMTQ0I/AAAAAAAAAI4/B1H3KXhQYOs/s72-c/the+master.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-8285582187072980032</id><published>2009-06-11T13:30:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian IMABA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Tamu'/><title type='text'>Menggugat Ide kembali Ke UUD ’45 yang Lama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SjFqrzfvEAI/AAAAAAAAAFI/6trey_giZXQ/s1600-h/kembali+ke+45.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SjFqrzfvEAI/AAAAAAAAAFI/6trey_giZXQ/s320/kembali+ke+45.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346171533455724546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href='http://www.law-x.co.nr/' target='_blank'&gt;Mr. Mudatsir&lt;/a&gt;*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prolog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konstitusi ketika disusun dan diterapkan, cenderung mencerminkan keyakinan dan kepentingan yang dominan atau kompromi antar keyakinan dan kepentingan yang bertentangan, yang mencirikan masyarakat pada pada waktu itu. Lebih dari itu, Konstitusi tidak mesti mencerminkan keyakinan dean kepentingan politik atau hukum saja. Ia bisa saja mencakup kesimpulan-kesimpulan atau kompromi-kompromi antar permasalahan ekonomi dan sosial yang ingin dijamin dan dinyatakan oleh para penyusun konstitusi. Konstitusi adalah Resultan dari berbagai kekuatan (politik, ekonomi, dan sosial) yang bekerja pada waktu pembentukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Seorang Punggawa Hukum Konstitusi, K.C. Wheare).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi menurut K.C. Wheare, amandemen terhadap UUD tidak ditentukan oleh kekuatan hukum yang mengatur cara perubahan tersebut, tetapi lebih ditentukan oleh berbagai kekuatan politik, sosial dan ekonomi yang dominan pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UUD 1945 dalam Takaran Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perubahan, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tidak hanya terjebak dalam sifat kesementaraan tetapi secara elementer mempunyai kelemahan-kelemahan terutama pengaturan kekuasaan yang lebih banyak terkonsentrasi di tangan presiden dan miskin jaminan terhadap hak asasi manusia (HAM). UUD 1945 yang lama disusun kurang lebih 50 hari yakni oleh BPUPKI 49 hari (29 Mei-16 Juli) dan PPKI satu hari (sekaligus pengesahan), yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945. Soekarno sebagai ketua perancang UUD 1945 menyadari bahwa sebuah konstitusi yang dibuat dalam waktu yang singkat itu perlu penyempurnaan. Bahkan pada hari yang sama, 18 Agustus 1945, Soekarno mengatakan: “UUD yang ita buat sekarang ini adalah UUD sementara. Kalau boleh saya memakai perkataan ini: ini adalah UUD kilat. Nanti kalau kita telah bernegara di dalam suasana yang lebih tentram, kita tentu akan mengumpulkan MPR untuk membuat UUD yang lebih lengkap dan sempurna”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkonsistensi penyelenggaraan konstitusi kilat ini dapat dilihat dalam 2-3 bulan setelah pengesahannya, dimana KNIP yang semula sebagai badan yang semata-mata membantu presiden berubah bentuk menjadi sebuah badan legislasi. Dan juga pemerintahan yang semula adalah presidensiil menjadi parlementer. Selanjutnya, sebagai implikasi dari kesepakatan KMB bentuk negara juga berubah, dar RI-Kesatuan menjadi RI-Serikat (RIS). RIS sebagai negara serikat memiliki konstitusi baru. Sedangkan UUD 1945 hanya berlaku di Negara Bagian RI yang berpusat di Yogyakarta. Pada saat pemulihan kembali negara kesatuan, Konstitusi RIS diubah menjadi UUD-Sementara (UUDS 1950). Pada masa UUDS, lahirlah suatu badan yang dinamakan Konstituante yang bertugas merancang sebuah Undang-Undang Dasar yang permanen bagi Negara RI. Namun karena setelah bekerja hampir tiga tahun belum selesai-selesai dan ditambah lagi dengan dorongan kekuatan politik, akhirnya Presiden Soekarno dengan Dekrit 5 Juli 1959 memberlakukan kembali UUD 1945 yang lama, yang nota bene jauh dari kata “sempurna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UUD ’45…? Jangan Lagi…!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah bercerita pada kita semua, bahwa UUD 1945 yang lama tidak pernah dijadikan sesuatu yang “sangat sakral” atau “tidak dapat disentuh”. Sejarah juga berbicara, bahwa UUD 18 Agustus 1945 tersebut jauh dari kata berhasil atau bahkan dapat dikatakan gagal sama sekali dalam menjadi rumah bangsa. UUD 1945 sebagai sub sistem sebuah tatanan konstitusi dalam pelaksanaannya tidak berjalan sesuai dengan staatsidee mewujudkan negara yang berdasar atas konstitusi seperti tegaknya tatanan demokrasi, negara hukum, perlindungan HAM, kehakiman yang merdeka, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang terjadi adalah etatisme, otoriteisme, atau kediktatoran, dan ironisnya UUD 1945 -yang seharusnya menjadi rumah bangsa dan menjadi norma hukum tertinggi- “diperkosa” untuk menjadi justifikator tindakan-tindakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakberhasilan UUD 1945 sebagai dasar pelaksana prinsip-prinsip demokrasi, negara berdasar atas hukum, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terjadi karena beberapa sebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, struktur UUD 1945 menempatkan dan memberikan kekuasaan yang besar terhadap pemegang kekuasaan eksekutif. Presiden tidak hanya memegang kekuasaan eksekutif (chief executive) tetapi menjalankan juga kekuasaan legislasi (Pasal 5 ayat (1) UUD 1945 yang lama) disamping hak-hak prerogratif seperti memberi grasi, amnesti dan abolisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, UUD ’45 yang lama tidak cukup memuat sistem cheks and balances antar lembaga negara, yang bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan atau tindak melampaui wewenang. Akibatnya presiden merupakan “lawan tanpa tanding” dimana tidak terdapat kekuatan yang mengatur pembatasan wewenang presiden menolak mengesahkan RUU yang telah disetujui DPR sebagai wakil rakyat juga tidak adanya pembatasan mengenai ruang lingkup Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti UU) untuk menghindari penyalahgunaannya. Dalam hal ini, ijinkan saya mengutip pernyataan Lord Acton: “the power tends to corrupt, but absolte power corrupt absolutely”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terdapat berbagai ketentuan yang tidak jelas (vague) yang membuka penafsiran yang bertentangan dengan prinsip negara hukum demokrat yang berdasar atas konstitusi. Misalnya dalam ketentuan pencalonan kembali Presiden: “…. dan selanjutnya dapat dipilih kembali”. Ketentuan inilah yang telah membuat rezim Orde Baru berkuasa hingga 32 tahun. Demikian pula ketentuan yang menyatakan: “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” (Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 pra-amandemen). Ungkapan “dilakukan sepenuhnya” bertentangan dengan proses demokratisasi, dimana DPR tidak dipandang menjalankan kedaulatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, UUD ’45 pra-amandemen banyak mengatur ketentuan-ketentuan organik dengan tanpa arahan tertentu yang harus diiukti. Dengan kata lain, segala sesuatunya dipasrahkan sepenuhnya pada pembuat UU. Dimana banyak terjadi benturan UU yang mengatur obyek yang sama. Kita lihat saja, seorang menteri dapat menjadi anggota MPR, namun di sisi lain MPR harus memeriksa pertanggungjawaban Presiden. Sesuatu yang sangat ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, keanehan berikutnya adalah adanya penjelasan konstitusi yang dalam prakteknya diperlakukan dan ”disembah”. Ironisnya lagi, penjelasan UUD ’45 bukan hasil kerja BPUPKI dan PPKI, melainkan hanya sebuah coretan tangan pribadi Soepomo yang kemudian dimasukkan dalam batang tubuh ke dalam Berita Republik tahun 1946, dan selanjutnya ke Lembaran Negara RI tahun 1959 (dekrit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hati-hati...... Masih Ada pilpres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya kita waspada. Akhir-akhir ini sejumlah kalangan Purnawirawan TNI telah berani unjuk gigi dalam usaha-usaha meloloskan UUD 1945 yang lama sebagai konstitusi kita, dan semaksimal mungkin hal ini harus diantisipasi. Sejumlah oknum Purnawirawan TNI tersebut bahkan dengan bangganya mendukung usaha ini dengan berkedok ”menerbangkan kembali garuda dan menjadikan Indonesia sebagai macan Asia baru”. Bahkan tadi malam (6/6/09) ada pernyataan bahwa sebuah partai telah memasukkan ”Usaha Mengembalikan Konstitusi ke UUD 18 Agustus 1945” sebagai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partainya. Bukannya tidak mungkin hal itu terjadi, wacana amandemen kelima UUD 1945 telah lama diwacanakan. Dan setelah pelantikan anggota DPR, MPR, dan DPD hasil pemilu 2009 menjadi momentum hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudikah kita kembali seperti dulu? Dimana tiada penghargaan penuh terhadap HAM, demokrasi, dan konstitusi dijadikan legitimasi sebuah rezim otoriter? Terserah anda.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Alumni PP&gt; Mambaul Ulum Bata-bata. Saat ini sedang menempuh kuliah di UNY Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-8285582187072980032?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/8285582187072980032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/06/menggugat-ide-kembali-ke-uud-45-yang.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8285582187072980032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8285582187072980032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/06/menggugat-ide-kembali-ke-uud-45-yang.html' title='Menggugat Ide kembali Ke UUD ’45 yang Lama'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SjFqrzfvEAI/AAAAAAAAAFI/6trey_giZXQ/s72-c/kembali+ke+45.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-2973138930232322465</id><published>2009-05-25T15:49:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian IMABA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>Benarkah Facebook Haram?*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sho4DUwJElI/AAAAAAAAAH4/V-FYGBIZskQ/s1600-h/facebook.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sho4DUwJElI/AAAAAAAAAH4/V-FYGBIZskQ/s320/facebook.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339641937962537554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href='http://lingkaran-koma.blogspot.com' target='_blank'&gt;Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era teknologi sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan jejaring sosial Facebook. Semua kalangan sudah akrab dengannya. Kini Facebook menjadi situs paling favorit, bahkan mengalahkan mesin pencari yang lebih dulu populer, seperti Yahoo dan Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Dengan Facebook, semua orang bisa menjumpai sesama di dunia maya. Lewat Facebook juga, kita bisa reunian dengan teman-teman lama kita. Dengan adanya fasilitas Facebook, kita lebih gampang menjalin tali silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Facebook masuk ranah agama. Hasil Bahtsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri Se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo, Kediri, memutuskan bahwa Facebook haram. Sabtu lalu (23/5) Jawa Pos memberitakannya dengan judul Haramkan Facebook untuk Gosip-PDKT. Membaca berita tersebut, penulis tergelitik untuk menanggapinya. Sebab, bagi penulis, Facebook tidaklah terlalu banyak mudaratnya (bahayanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencetusan sebuah hukum, apabila kita tidak menemukan langsung dalam Alquran dan hadis, alternatifnya adalah kita mempertimbangkan antara maslahat (manfaat) dan mafsadat (bahaya) yang bisa ditimbulkannya. Untuk Facebook, penulis mengira, antara maslahat dan mafsadatnya, lebih dominan maslahatnya. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook haram jika 1) digunakan untuk PDKT (pendekatan) dengan lawan jenis, 2) digunakan untuk bergosip dan menyebarkan kebohongan, dan 3) para pemakainya berbicara tentang masalah intim secara terbuka atau mendukung perilaku vulgar (Jawa Pos, 23/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tiga poin di atas, bisa penulis simpulkan bahwa Facebook bisa menjadi "doli" bagi orang-orang iseng. Juru Bicara Facebook Debbie Frost menyatakan, orang memakai jejaring itu untuk berhubungan dengan kolega maupun keluarga mereka tentang isu serta masalah-masalah lokal dan dunia. "Kami melihat banyak orang dan organisasi memanfaatkan Facebook untuk agenda-agenda yang positif," katanya kepada Associated Press (Jawa Pos, 23/5). Pernyataan juru bicara Facebook di atas sangat tepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, manfaat Facebook adalah, pertama, merupakan wadah silaturahmi antar sesama. Dengan adanya Facebook, kita bisa mencari teman-teman kita yang telah lama "hilang". Kita cukup mengetik nama teman kita yang "hilang", setelah itu akan muncul dan kita temukan. Setelah menemukan, kita tinggal meng-add-nya dan kita bisa bersua di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut pernah dialami penulis. Belum sebulan ini teman Facebook penulis, Ahmad Yusuf Firdaus, bersilaturahmi ke tempat tinggal penulis hanya gara-gara Facebook. Padahal, penulis tidak pernah bertemu sebelumnya. Semua itu terjadi gara-gara Facebook. Indah sekali! Ahmad adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jurusan Sastra Inggris asal Situbondo dan alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Facebook merupakan wadah diskusi. Dengan cukup menulis pernyataan atau pertanyaan di dinding Facebook, kita bisa saling mengomentari (diskusi) sesama teman. Penulis sering menemukan, teman-teman Facebook saling komentar tentang pencerahan keilmuan masing-masing. Itu baru yang ada di Facebook pribadi, lain lagi di Group Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Group Facebook, kita bisa berdiskusi lebih jauh dan spesifik. Seperti Group Facebook tentang tafsir hadis, misalnya "Pencinta Tafsir dan Hadis", Group Facebook kepenulisan, misalnya "Pena Pagi Group", dan sejenisnya. Di Facebook "Pencinta Tafsir dan Hadis", kita bisa berdiskusi tentang keilmuan tafsir dan hadis meskipun belum bertemu langsung sebelumnya dengan sesama anggotanya. Begitu juga halnya di Group Facebook kepenulisan. Kita bisa mendiskusikan tulis-menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Facebook merupakan wadah berbisnis. Dengan Facebook, kita bisa mempromosikan dan menawarkan dagangan kita. Kita cukup mencantumkan identitas lengkap dan menunggu respons yang lain. Seperti yang terjadi di Group Facebook "Jamaah Facebookiyah". Di sana salah seorang anggotanya menawarkan kepada anggota yang lain untuk memiliki seragam Jamaah Facebookiyah. Siapa yang berminat cukup memesan dan mengontak nomor handphone (HP) yang telah disediakan. Kenyataannya, banyak anggota yang mengomentari dan memesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke perbincangan pengharaman Facebook. Inti pengharaman Facebook adalah mereka (ulama) mengkhawatirkan seks terlarang atau pornografi menyebar kepada anak-anak dan para remaja kita. Hemat penulis, kekhawatiran itu berlebihan apabila didakwakan kepada Facebook. Sebab, kekhawatiran tersebut lebih sangat mungkin terjadi di situs internet lainnya, misalnya Google, dan HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Facebook, kemungkinan untuk menyimpan serta mem-posting video porno dan sejenisnya sangat kecil karena Facebook bukan jejaring yang bersifat pribadi. Jadi, orang akan merasa malu apabila ingin menyimpan dan mem-posting video porno di Facebook. Sebab, hal itu akan diketahui orang banyak atau teman-temannya ketika mereka mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan HP dan situs Google. Keduanya sangat memungkinkan untuk dipakai menyimpan video porno. Sebab, HP dan Google merupakan fasilitas pribadi, yang kalau orang menyimpan sesuatu, orang lain sulit menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahtsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri Se-Jawa Timur juga menghasilkan keputusan, cari jodoh di Facebook haram. Alasannya, mencari pasangan hidup harus melalui pengenalan karakter dan penjajakan lebih jauh, tidak gegabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, kalau memang seperti itu, Facebook sudah termasuk salah satu wadah pengenalan karakter lawan jenis. Dengan chatting dengan lawan jenis incaran, kita akan tahu -meskipun tidak semuanya- apakah dia peramah atau pemarah dan sejenisnya. Untuk penjajakan, kita bisa menindaklanjuti lebih jauh dan serius, bisa dengan bertemu langsung (taaruf) dengan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kiranya kita tidak usah memvonis bahwa Facebook haram. Sebab, kalau kita berbicara tentang manfaat dan bahaya, keduanya tidak cuma ada pada Facebook dan situs internet. Di sandal atau sepatu yang kita pakai pun ada yang demikian. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Telah dimuat di harian Jawa Pos pada rubrik Opini (25/5)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-2973138930232322465?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/2973138930232322465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/05/benarkah-facebook-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2973138930232322465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2973138930232322465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/05/benarkah-facebook-haram.html' title='Benarkah Facebook Haram?*'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pbBvgbdRHzc/Sho4DUwJElI/AAAAAAAAAH4/V-FYGBIZskQ/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-9209004396240087748</id><published>2009-04-25T04:07:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.886-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Apa Yang Harus Dipersiapkan Masyarakat Madura Menyambut Jembatan Suramadu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SfLwCQ92IDI/AAAAAAAAADY/YOnHxQckchU/s1600-h/suramadu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SfLwCQ92IDI/AAAAAAAAADY/YOnHxQckchU/s320/suramadu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328585230837489714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href='http://lingkaran-koma.blogspot.com'&gt;Abd. Basith&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek jembatan Suramadu, yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura telah selesai. Sekarang tinggal menunggu pengoprasiannya. Dengan selesainya proyek tersebut, maka tidak bisa dielakkan bahwa terbangunnya jembatan tersebut akan berdampak terhadap peradaban di Madura. Maka dari itu, setidaknya dampak yang akan timbul nanti tidak berarti dampak negatif, melainkan dampak positip yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat budaya Madura yang sangat kental dengan budaya pesantrennya—terutama Bangkalan yang memang dikenal dengan Kota Pesantren dan Pamekasan yang dikenal dengan Kota Pendidikan di Madura —maka, kayakya hal negatif sulit untuk teraba. Namun, semua sesuatu bisa terjadi tanpa di duga—termasuk hal yang tidak diharapkan masyarakat Madura setelah rampungnya jembatan Suramadu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat terancam pasca beroperasinya jembatan Suramadu ini, diantaranya; pertama, akhlak masyarakat Madura itu sendiri. Karena, akhalak gampang terjamah oleh tangan-tangan jahil syaitan. Apabila akhlak sudah terjangkit kebiasaaan orang-orang yang tidak beradap, maka yang lainnya akan ikut rusak. Dari saking pentingnya “sebuah” akhlak sampai-sampai Allah swt. mengutus nabi Muhammad saw. ke dunia ini hanya untuk menyempurnakan akhlak. Sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.; “innama bu’istu liutammima makarimal akhlak” (sesungguhnya saya (Muhammad) diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, budaya khas Madura. Seperti, budaya sapi sonok. Salah satu budaya yang sangat kental di masyarakat Madura adalah budaya sapi sonok, sapi yang didandani seindah mungkin dan dibuat jinak (toro’ ocak) terhadap tuannya. Budaya ini sangat menarik ditonton dan patut dilestarikan. Maka, sangat naif kalau budaya ini hilang dan lenyap diganti budaya orang lain (baca: budaya barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi semua hal di atas, maka masyarakat Madura di harapkan tetap menjaga kemurnian budaya Madura itu sendiri. Karena kalau tidak demikian, bisa jadi orang luar Maduralah yang akan menguasai Madura. Karena tidak menutup kemungkinan orang-orang asing akan berdatangan ke daerah Madura, daerah yang juga dikenal dengan budaya kerapan sapinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai masyrakat Madura, yang memang harus menjaga keorisinilan nilai-nilai keagamaannya, maka seharusnya meraka; pertama, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dengan tetap membudayakan dan memberdayakan pesantren yang ada di sana. Karena pesantren merupakan salah satu “rumah sakit” yang menjadi wadah bagi masyarakat Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tetap berakhlak yang mulia (akhlakul karimah) terhadap sesama, baik sesama masyarakat Madura maupun masyarakat luar Madura. Sehingga orang lain (pendatang) bisa menirunya. Dengan demikian, orang pendatang akan merasa sungkan untuk bertingkah yang “aneh-aneh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, masyarakat (baca: tokoh) Madura harus peka membaca apa yang mungkin terjadi setelah jembatan Suramadu beroperasi. Masyrakat Madura harus peka terhadap kebutuhan masyarakat Madura, terutama para pemudanya. Seperti, masyarakat Madura harus bisa menyiapkan kolam renang islami, kolam renang yang diperharuskan memakai baju yang menutupi aurat dan sejenisnya. Sebelum orang lain menguasai, maka masyarakat Madura harus menguasai terlebih dahulu, sehingga nilai-nulai keagamaan masyarakat Madura tetap terjaga. Bahkan orang lain yang ikut masyarakat Madura, tidak dengan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi ekonomi, Madura pasti akan tambah berkembang, menurut salah satu kabar bahwa pasca beroperasinya jembatan Suramadu, akan banyak para investor yang akan membangun dan membuka usaha disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, masyarakat harus pintar-pintar membaca peluang ekonomi terkait adanya jembatan Suramadu ini. Setidaknya masyarakat Madura tidak menjadi penonton ditengah industrialisasi. Dengan adanya Suamadu maka perubahahan akan banyak bergeser pada dunia industri. Sehingga akan menghadirkan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarkat Madura, khususnya bangkalan. Masyarakt Madura yang mayoritas petani sedikit banyak akan ada yang beralih provesi. Warga yang mempunyai modal akan melirik mempersiapkan diri untuk berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, masyrakarat Madura diharapakan tidak tergoda untuk menjual tanahnya tanpa kontrol, tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Memang jual beli tanah bisa jadi berlipat ganda—dengan itu masyarakat akan meraup keuntungan yang banyak. Tapi, dibalik semua itu, masyrakat lupa bahwa nilai-nilai investasi masa depannya telah gagal dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, untuk tetap menjadikan Madura sesuai dengan harapan awal, pearan tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh, apalagi masyarakat yang terkenal dengan semboyan “bupap-babu’-guru-rato”. Semboyan ini menujukkan bahwa masyarkat madura akan tunduk pertama kepada kedua orang tua-guru (kiai)-baru terakhir pemimpin (rato).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-9209004396240087748?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/9209004396240087748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/apa-yang-harus-dipersiapkan-masyarakat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/9209004396240087748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/9209004396240087748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/apa-yang-harus-dipersiapkan-masyarakat.html' title='Apa Yang Harus Dipersiapkan Masyarakat Madura Menyambut Jembatan Suramadu?'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SfLwCQ92IDI/AAAAAAAAADY/YOnHxQckchU/s72-c/suramadu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-5076487120665026307</id><published>2009-04-22T16:13:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Menggagas Politik Kerakyatan ; Tawaran Ideal dalam Kontestasi Politik Kita</title><content type='html'>Oleh : &lt;a href="htp://bahauddin-amyasi.blogspot.com"&gt;Bahauddin Amyasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prolog : Mengenal labirin dan Aporia Politik Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang baru, jika negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini selalu menjadi pelanggan setia sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Transparancy International Indonesia (TII) merilis hasil penelitiannya yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 negara terkorup di dunia. Rilis semacam itu pada dasarnya tidak mengandung hal-hal baru ; siapapun dan apapun lembaganya niscaya akan menghasilkan peringkat atau indeks korupsi yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini tampaknya tidak berlebihan jika kita menganggap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini hanya merupakan mitos ketimbang realitas. Dengan perangkat hukum dan lembaga anti korupsi yang kian bertambah banyak, seaharusnya upaya pemberantasan korupsi semaki menemukan titik terang. Tetapi kenyataannya wabah korupsi makin menggila dan kian ganas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus megakorupsi di lingkaran kekuasaan yang terungkap akhir-akhir ini, kian menegsakan moralitas bangsa yang rapuh, bobrok, korup dan sejenisnya. Orang akan mudah berargumentasi, kebobrokan moral bangsa ternyata ditentukan oleh moralitas para politisinya. Ternyata, para elit politik kita, dari dulu hingga kini, tak lebih sebagai pendosa yang mempelopori kebobrokan moral bagi masyarakat secara lebih luas dan sistemik. Para elit politik yang konon merupakan ”putera-puteri terbaik bangsa”, dengan kualifikasi pendidikan yang membanggakan, kata Komaruddin Hidayat dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi swasta (15/3/2002), ternyata tidak tahan uji saat mereka memasuki lingkaran kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita dibuat geli menyaksikan perilaku para petualang politik di negeri ini yang sungguh tidak cerdas.dan cenderung amoral. Selalu saja ada argumen yang mereka gunakan untuk memperoleh pembenaran terhadap “manuver” yang mereka lakukan. Yang paling gampang, jelas mencari kambing hitam. Yang paling sering kena sasaran jelas para rival politiknya. Dalam pilkada, misalnya, politisi yang kalah bersaing tak jarang melakukan aksi-aksi vandalistis dengan mengerahkan “tim sukses”-nya atau memburu pendemo bayaran. Mereka direkrut, tentu saja dengan sejumlah upah, untuk menciptakan stigma baru kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku elite politik yang menyangsikan kejujuran dalam sebuah pesta demokrasi tanpa bukti dan argumentasi yang jelas, bahkan bertingkah “inkonstitusional”, setidaknya memberikan gambaran bahwa kita masih belum memiliki budaya demokrasi seperti yang diharapkan. Tampaknya, menerima kekalahan menjadi sebuah idiom yang amal mahal harganya. Ada saja “manuver” yang mereka lontarkan untuk membentuk opini publik bahwa mereka telah dicurangi, dipinggirkan, atau dijegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu sisi, kondisi semacam itu memang bisa menjadi sinyal dinamika politik yang bertahun-tahun lamanya terpasung dalam belenggu rezim Orde Baru. Namun, pada sisi yang lain, hal itu bisa memberikan citra demokrasi yang tidak sehat bagi rakyat, bahkan akan menjadi bumerang bagi elite politik itu sendiri dalam membangun dan mengibarkan bendera politiknya pada masa-masa mendatang. Rakyat jadi kehilangan simpati dan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Politisi dan Lingkaran Kekuasaan : Sebuah Paradoks Keberagamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit uraian tentang fenomena pembusukan moral elit kita di atas, sejatinya adalah sebuah deskrepsi empirik yang menelanjangi tubuh bangsa dengan paradoks keberagamaan. Agak sulit memang untuk dipahami dan dicerna dari perspektif manapun, mengingat lingkaran kekuasaan dihuni cukup banyak ”pendosa politik” yang justru dikenal agamis. Tentu muncul pertanyaan, bagaimana bisa menarik benang merah atau korelasi positif antara tingkat kesalehan seseorang dengan tingkat perbuatan dosa yang dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, paradoksalitas keberagamaan ini setidaknya telah menyuguhkan indikasi bahwa telah terjadi manipulasi simbol-simbol keagamaan untuk mengelabui masyarakat bahwa elit politik kita religius. Mereka menjadikan ritus-ritus keagamaan hanya sebatas sin laundering yang dianggap akan mencuci dosa-dosa politik yang dilakukan. Impas, antara bobot ibadah dan kejahatan yang dilakukan disertai keyakinan, Tuhan maha Pengasih dan Penyayang tehadap hamba-Nya yang mau bertobat. Selama masih ada kesempatan, menjarah uang negara dan merampok uang rakyat bukan hal tabu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staemen dan pola sikap yang menyatakan bahwa politik memang kotor, tampaknya menemukan titik justifikasinya dalam konteks ini. Bukan politik namanya kalau masih berbaur dengan ”kebersihan”, kejujuran dan sikap arif lainnya. Dinamika politik mestilah kotor dan karenanya, dengan penuh kesadaran, para politikus kita terlanjur dianggap sah-sah saja melakukan segala hal yang mampu mengantarkannya pada capaian keinginan dan ”cita-citanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merebaknya korupsi hingga membuat bangsa dan negeri ini bangkrut, konon memang bersumber dari pesona uang dan lingkartan kekuasaan. Mungkin ada benarnya kalau Sejarawan Inggris, Lord Acton, menyatakan bahwa kekuasaan pada dasarnya cenderung korup, dan kekuasaan absolut hampir pasti korup secara absolut pula. Ya, ya, ya! Orang yang sedang berkuasa, memang bisa berbuat apa saja. Hukum yang lurus bisa dibengkok-bengkokkan, orang yang benar bisa disalah-salahkan atau sebaliknya, sejarah pun bisa diputarbalikkan sesuai dengan selera penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kisah Naga Baru”, sebagaimana diceritakan dalam Wikipedia, menunjukkan betapa kekuasaan bisa membuat seseorang menjadi “mabuk” dan lupa akan kesejatian dirinya. Alkisah pada suatu hari seorang pendekar perguruan silat yang sangat sakti dibujuk oleh murid muridnya untuk masuk ke dalam sebuah goa dan mengalahkan seekor naga yang menghuni goa tersebut. Sudah ratusan pendekar yang masuk dan berusaha membunuh naga tersebut, tetapi mereka tak pernah keluar dari goa dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa tertantang, sang pendekar guru segera masuk ke dalam goa. Ternyata sang naga sama sekali tidak sakti. Dengan sekali tebasan pedang saja sang naga langsung tersungkur mati. Sang pendekar segera melihat sekeliling goa. Ternyata penuh dengan bongkahan emas permata yang kemilau sangat memesona. Sang pendekar guru tergiur untuk mengambil beberapa genggam permata sebagai oleh-oleh kepada murid-muridnya sekaligus sebagai bukti bahwa dia telah berhasil mengalahkan sang naga.&lt;br /&gt;Namun, apa lacur? Begitu meraup harta permata, seketika sang pendekar guru menjelma menjadi seekor naga. Karena merasa malu, sang pendekar guru memilih tetap tinggal di dalam goa dan menjadi Naga Baru. Murid-murid di luar goa merasa cemas dan menyangka gurunya telah tewas diterkam sang naga, padahal sang guru telah menjelma menjadi naga yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya sebuah fiksi, kisah ini menunjukkan sebuah ilustrasi betapa dekatnya kekuasaan itu dengan hal-hal yang berbau busuk dan korup. Orang-orang idealis bisa hancur martabatnya setelah masuk dalam lingkaran kekuasaan. “Wong milik nggendhong lali”, kata orang Jawa. Betapa menggiurkannya kekuasaan itu sehingga tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak duwit untuk “membeli”-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menggagas Politik Kerakyatan : Menyelami Gagasan Machiavelli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini muncul asumsi yang mengatakan bahwa Machiavelli, yang diakui sebagai pelopor ilmu politik moderen adalah amoral, karena dicurigai menganut paham politik ‘menghalalkan segala cara’; lebih lanjutnya istilah Machiavellianisme dikonotasikan sebagai segala pikiran, sikap, dan tindakan kotor lagi kejam dalam ranah politik. &lt;br /&gt;Salah kaprah kepada Machiavelli dan pemikirannya tersebut, adalah disebabkan kekeliruan dalam memahami Machiavelli, dan terutama lagi mengenai salah satu karyanya, yaitu Il Principe (Politik Kekuasaan). Dalam karya dimaksud, memang Machiavelli mengungkapkan kenyataan politik yang ada pada waktu itu; Machiavelli mengungkapkan segala ‘apa yang nyata-nyata’ pada zamannya tersebut, dan bukan mengungkapkan ‘apa yang ideal’ atau kenyataan politik yang ideal menurut dia, yang harus dilakukan oleh para penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Apa yang nyata-nyata’ yang diungkapkan oleh Machiavelli dalam buku dimaksud, memang sering kejam dan amoral. Akan tetapi ‘Apa yang nyata-nyata’ tersebut, merupakan kenyataan politik yang nyata terjadi di zaman Machiavelli, yang diungkapkan olehnya, dan bukan merupakan pemikiran politik Machiavelli. Oleh sebab itu, merupakan kesimpulan yang terburu-buru dan latah dengan menyimpulkan Machiavelli sebagai politikus kotor, dan Machiavellianisme sebagai aliraan ‘penghalal segala cara’.&lt;br /&gt;Dalam beberapa karya-karyanya yang lain, dan yang terutama adalah Discorsi Di Niccolo Machiavelli, dengan cukup jelas dan nyata akan Machiavelli yang bukan sebagai poitikus amoral apalagi ‘penghalal segala cara’. Dalam karya Machiavelli yang lebih besar ini, yang berjudul lengkap Discorsi Di Niccolo Machiavelli, Cittadino, et Segretariso Fiorentino, Sopra La Prima Deca Di Tito Livio, a Zanobi Boundel Monti, et a Cosimo Rucellai —yang lebih terkenal dengan DISCORSI, dan lebih tepat diterjemahkan sebagai Politik Kerakyatan— cukup menunjukkan akan sosok Machiavelli sebagai politikus kerakyatan, dan sumbangsihnya yang besar terhadap Politik Kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Discorsi, Machiavelli mengungkapkan: “Kita tahu yang baik itu apa, tetapi kita sering tidak mampu melakukannya. Salah satu yang baik dan dapat dilakukan adalah system pemerintahan Republik!.” Dalam melakukan urainnya tentang Politik Kerakyatan dan Republik, Machiavelli kerap menuturkan berbagai hal, yang pada intinya adalah menekankan betapa pentingnya menjunjung tinggi azaz kerakyatan, terutama dalam system pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Virtu atau Res Publica. Virtu atau Res Publica adalah semangat kerakyatan yang mutlak harus dijunjung tinggi oleh para penguasa.&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa Alexander Agung pernah dibujuk oleh arsiteknya, Deinocrates untuk mendirikan kerajaan diatas Gunung Athos, sebuah gunung gersang tapi mempesona; letaknya strategis dan gampang untuk dipertahankan. Kemudian Alexander menyela: “Lantas di mana rakyat hidup?” Deinocrates menjawab malu-malau bahwa ia tak sempat terfikir akan hal itu. Alexander pun akhirnya mendirikan kerajaannya di tepian Sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Hukum untuk Res Publica. Res Publica mutlak membutuhkan hukum, guna penegakan disiplin sosial. Adapun mekanisme pembuatan hukum, kota Roma dapat dijadikan contoh: hukum Kota Roma berkembang lambat laun, sesuai dengan keinginan dan prakarsa warga dan masalah yang mereka hadapi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: pola pemerintahan Res Publica yang paling ideal menurut Machiavelli adalah, ramuan dari keenam pola pemerintahan yang hari ini ada di dunia: Kerajaan, Aristokrasi, Demokrasi, Tirani, Oligarki, dan Anarki. Oleh karena masing-masing pola mempunyai kelebihan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Supremasi Hukum. Res Publica haruslah terdapat kepastian hukum; rule of law merupakan hal yang sangat penting. Hal iniberarti, jasa seseorang tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan kejahatannya, untuk tidak mengadilinya, tidak menghukumnya, atau bahkan meringankan hukumannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik kerakyatan ala Machiavelli, pada prinsipnya adalah mempersyaratkan keempat hal diatas. Penafian akan salah satu saja daripada unsur syarat diatas, akan mencederai politik kerakyatan itu sendiri. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini, tentunya kita tidak jarang menyaksikan kenyataan sosial dan politik yang paradoksal dengan azas-azas politik kerakyatan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Niccolo Machiavelli dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada sisi lainnya, kiranya bukanlah hal yang berlebihan: untuk mengatakan dan mengakui Niccolo di Bernardo Machiavelli sebagai politikus kerakyatan; bukan (lagi) sebagai politikus amoral, dan ’penghalal segala cara’, sebagaimana yang selama ini telah diciterakan kepada Machiavelli dan para pengikutnya (baca: Machiavellianisme), yang ternyata keliru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog : Dari Politik Kerakyatan Menuju Indonesia baru &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian epilog ini, ada beberapa poin yang perlu kita refleksikan bersama, tentang kontestasi politik negara kita ditengah labirin dan aporia yang kian membingungkan. Ironis memang. Di tengah-tengah gencarnya tuntutan dan suara untuk membangun Indonesia Baru yang lebih demokratis di bawah pemerintahan yang bersih, berwibawa, reformatif, dan legitimated, justru tidak sedikit politisi yang berkarakter oportunis, arogan, dan mau menang sendiri, yang sangat bertentangan secara diametral terhadap prinsp-prinsip demokrasi yang mengedepankan nilai kebebasan, kesamaan, persaudaraan, kejujuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hiruk-pikuk politik yang akan terus berlangsung, di luar itu semua, agenda penting dan urgen dan sangat krusial untuk segera digarap ialah membangun budaya politik yang berbasis kerakyatan, memperjuangkan hak-haknya, menciptakan dinamika demokrasi yang sehat, sehingga memiliki apresiasi yang tinggi dan andal terhadap sikap fair, jujur, ksatria, elegan, dan lapang dada terhadap apa pun hasil yang telah disepakati bersama lewat proses demokrasi. Jangan sampai terjadi, “trik-trik” politik yang tidak sehat semacam itu menjadi “patron” dan referensi bagi generasi berikutnya dalam membangun demokrasi. Harus ada upaya serius dan intens untuk menyosialisasikan cara-cara demokrasi yang ideal secara simultan dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-5076487120665026307?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/5076487120665026307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/menggagas-politik-kerakyatan-tawaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/5076487120665026307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/5076487120665026307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/menggagas-politik-kerakyatan-tawaran.html' title='Menggagas Politik Kerakyatan ; Tawaran Ideal dalam Kontestasi Politik Kita'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-101573492304735381</id><published>2009-04-22T16:04:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagasan'/><title type='text'>Kenapa Caleg Gagal Bisa Stres?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Se-jPNvcKGI/AAAAAAAAADQ/Xs9bC2FTHTk/s1600-h/karikatur+caleg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Se-jPNvcKGI/AAAAAAAAADQ/Xs9bC2FTHTk/s200/karikatur+caleg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327656365984589922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="htp://lingkaran-koma.blogspot.com"&gt;Abd. Basid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemilihan legislatif (pileg) 9 April, kemarin, banyak kalangan yang memprediksikan; akan banyak caleg gagal akan menderita stres, deprersi, gila dan sejenisnya. Hal itu terbukti dengan adanya opini di media-media, baik cetak maupun elektronik. Rumah sakit jiwapun (RSJ) siap menampung kemungkinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca 9 April, ternyata kekhawatiran banyak kalangan tersebut tidak meleset sama sekali. Banyak caleg gagal yang stres, depresi, gila dan bahkan ada yang berani bunuh diri. Seperti yang terjadi di Banjar dan Kalimantan, ada yang bunuh diri karena tidak tahan melihat kekalahannya. Di Cirebon, seorang caleg yang juga gagal menjalani pengobatan alternatif untuk menyembuhkan jiwanya. Di Demak, Jawa Tengah, beberapa caleg dikabarkan gila dan mengikuti pengobatan kejiwaan di tempat penanganan penyakit kejiwaan, dan penulis kira masih banyak lagi yang senasib dengan mereka—yang belum terekspos oleh media.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang; kenapa mereka kok bisa sampai seperti itu? Hemat penulis mereka stres, depresi, dan gila setelah gagal memenangkan pemilihan, di karenakan banyak hal; pertama, mereka terlalu gede rasa/gila romongso (GR). Mereka tidak bisa mengukur dirinya, tidak memahami mekanisme penentuan caleg terpilih dengan suara terbanyak. Dikira, kalau sudah mendapatkan suara terbanyak di parpolnya atau di dapilnya, mereka akan otomatis terpilih. Padahal tidak demikian. Suara terbanyak belum tentu menjamin seorang caleg meraih kursi dewan. Melainkan terpilih tidaknya seorang caleg juga ditentukan perolehan suara nasional parpolnya. Kalau perolehan parpolnya tidak lolos 2,5 persen parliamentary threshold, kursi yang sudah diraih maupun suara terbanyak yang direngkuh caleg akan hangus begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka tidak siap kalah. Hanya mau menang. Yang ada di otaknya cuma kursi jabatan. Apalagi mereka sudah banyak menghabiskan banyak uang dan harta benda lainnya dalam mensosialisasikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mereka keterlaluan (over). Artinya, mereka gila jabatan. Maka ketika mereka gagal, otomatis akan kepikiran akan jabatan tanpa henti—yang bisa menyebabkan stres, depresi dan gila. Dan yang ke empat, yang penulis kira ini merupakan yang paling berpengaruh. Yaitu mereka tidak ikhlas dalam mengabdikan dirinya. Karena pada hakikatnya seorang pemimpin itu adalah pelayan rakyat (sayyidul qoumi khodimuhum). Dengan tidak adanya dasar ikhlas dalam mengabdikan dirinya, maka mereka akan menghitung berapa biaya yang mereka habiskan selama berkampanye, dan ternyata tidak menutup kemungkinan mereka dapat biaya dari hasil hutang. Yang sangat ironis, ada sebagian caleg yang tega memungut lagi bantuan yang sempat mereka berikan sebelum pemilihan, tapi ketika mereka gagal, materi yang mereka berikan sebelumnya ditarik kembali. Hal ini terjadi karena mereka tidak ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sangat cocok sekali ketika Pak Haji (Deddi Mizwar), ayah Sarah dalam film “Kiamat Sudah Dekat” mengharuskan Fandi (Andre) untuk memiliki ilmu ikhlas untuk bisa mendapatkan Sarah (Zazkiya Adya Mecca).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana bisa diambil pelajaran bahwa ilmu ikhlas memang sangat menentukan hati seseorang. Begitu juga degan seorang caleg, kalau mereka tidak iklas, maka ketika gagal otomatis akan merasa dirugikan, yang akan menyebabkan hal negatif pada dirinya sendiri (stres, depresi, gila dan sejenisnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-101573492304735381?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/101573492304735381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/kenapa-caleg-gagal-bisa-stres.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/101573492304735381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/101573492304735381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/kenapa-caleg-gagal-bisa-stres.html' title='Kenapa Caleg Gagal Bisa Stres?'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/Se-jPNvcKGI/AAAAAAAAADQ/Xs9bC2FTHTk/s72-c/karikatur+caleg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-1073660608859658518</id><published>2009-04-05T13:43:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresan Santri'/><title type='text'>Verba Valent, Scripta Manent</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SdkYpbkzgcI/AAAAAAAAADI/FMu6USqTydo/s1600-h/handwritingnk1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SdkYpbkzgcI/AAAAAAAAADI/FMu6USqTydo/s320/handwritingnk1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321311534770782658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abd. Basid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas merupakan pribahasa latin yang menggambarkan akan keabadian sesuatu yang berarti ucapan itu bisa hilang atau terlupakan, tetapi tulisan akan tetap abadi. Ungkapan tersebut mengafirmasi bahwa ide, pemikiran, ataupun kritik yang dituangkan dalam tulisan tetap abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tulis menulis, maka tidak luput dari pembukuan akan sesuatu yang ditulis. Menulis, bagi sebagian orang, memang mudah. Akan tetapi, tidak bagi orang yang tidak biasa, kendatipun ide-ide sudah ada di otaknya. Kadang-kadang kata-kata sudah terkonsep, akan tetapi kadang macet ditengah jalan. Seberapa penting sih menulis itu? Dan apabila memang sangat penting bagaimana cara untuk memudahkan kebiasaan menulis? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penulis rasa sudah terjawab dengan sejarah diturunkannya perintah membaca dari Allah swt. terhadap nabi Muhammad saw..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahyu pertama yang di turunkan oleh Allah swt. pada nabi Muhammad saw. adalah surat al Alaq yang diawali kata iqra’ (membaca) dan berisikan anjuran terhadap umat manusia untuk membudayakan budaya baca. Dari saking pentingnya kata iqra’ hingga diulang sampai dua kali dalam rangkaian wahyu yang pertama kali diturunkannya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali pada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya al-Qur’an. Namun, keheranan ini akan sirna jika disadari arti iqra’ dan di sadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi nabi Muhammad saw. semata, tetapi juga untuk umat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan, karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah umat manusia, secara umum, dibagi dalam dua periode utama. Pertama, sebelum penemuan baca-tulis. Kedua, sesudah penemuan baca-tulis. Dengan ditemukannya baca-tulis, peradaban manusia tidaklah merambah jalan dan merangkak, tetapi mereka telah berhasil melahirkan tidak kurang dari 27 peradaban dari peradaban Sumaria sampai dengan peradaban Amerika masa kini. Dari sinilah—sangat rasional kalau muncul kata-kata bijak dan pribahasa-pribahasa penyemangat menulis seperti, yang telah disebutkan di atas (verba valent, scripta manent), setajam-tajamnya pedang, tapi tak setajam pena penulis, dan sejenisnya. Dengan menulis, maka pikiran kita akan terbaca dan dibaca orang lain, baik yang terpublikasikan lewat buku maupun lewat sayembabara blog/web pribadi. Dengan dibukukannya hasil karya tulis, maka kendatipun penulislnya sudah tidak ada, akan tetapi, hakikatnya penulisnya itu masih ada (abadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia sastra siapa yang tidak kenal Buyah Hamka, sastrawan yang sudah menulis beberapa buku sastra, seperti, Tenggelamnya Kapal Vanderwic, Di Bawah Naungan Ka’bah dan lain sebagainya. Selain Buya Hamka ada juga Pramoedya Ananta Toer—sastrawan besar. Pram—begitu beliau disapa—dikenal sebagai sastrawan yang konsisten menulis dalam segala kondisi, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun. Novel-novelnya luar biasa yang kebanyakan lahir dari masa sepi dan nestapanya: Tetralogi Pram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme sebagai seorang sastrawan dan pejuang sosialis tertanam kuat di benaknya, meski dengan itu dia terpaksa merengkuh segala bahaya. Pada zamannya, dia pernah dianggap keliru memosisikan koordinat diri pada kuadran sejarah. Karena itu, Pram sempat diberi label ”komunis”. (Bahkan, ada pula yang salah kaprah menganggap Pram ateis––tak bertuhan. Untuk itu, dia menelan risiko hidup dengan menyusuri lorong sepi nestapa––tercerabut dari keluarga, masyarakat, dan terutama lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan santri siapa yang tidak kenal, dalam ranah Fiqih terkenal empat madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafii, Dan Hambali). Beliau-beliau terkenal karena karya-karya (madzhab) mereka. Seperti al-Um karya imam Syafi’i, Muwattha’ karya imam Malik dan al-Musnat karya imam Ibnu Hambal. Dalam ranah ilmu alat (nahwu/shorf) ada imam Muhammad Ibnu Malik Al-Andalusi dengan karya monumentalnya Alfiyah Ibnu Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan sufi ada imam Ghazali dengan karyanya Ihya’ ‘Ulumuddin dan al-Mungkidz Mina al-Dzolal. Dikalangan pemikir siapa yang tidak kenal Aristoteles, bapak filsafat, dengan karyanya Canon, Ibnu Rusyd dengan karyanya Bidayatul Mujtahid, dan juga Ibnu Sina dengan karyanya al-Thib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan tafsir dan hadits ada imam Suyuti dengan karyanya al-Itqon (tafsir), imam Bukhori dan Muslim dengan karya shohihnya, Shohih Bukhori Dan Muslim (hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah contoh-contoh bahwa buah pikiran yang dituangkan lewat tulisan memang sangat perlu untuk dilestarikan guna mengenag dan menciptakan khazanah keilmuan yang tidak akan hilang selama-lamanya selagi tulisan (buku) itu masih ada. Bagaimana caranya? Jawabannya tidak lain hanyalah—seperti yang telah disinggung di atas—dengan membaca. Dengan membaca kita akan mengenal dunia. Sebagai contoh kecil dalam novel karya Andre Hirata, Laskar Pelangi, disana digambarkan ada anak miskin, Lintang, yang sangat pintar dikarenakan sering membaca. Lintang bisa mnjelaskan seperti apa kota Prancis kepada Ikal, temennya, dikarenakan dia banyak membaca. Kemiskinan tidak menjadi hambatan bagi Lintang untuk terus membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-1073660608859658518?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/1073660608859658518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/verba-valent-scripta-manent.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/1073660608859658518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/1073660608859658518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/04/verba-valent-scripta-manent.html' title='Verba Valent, Scripta Manent'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SdkYpbkzgcI/AAAAAAAAADI/FMu6USqTydo/s72-c/handwritingnk1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-1760617039259798376</id><published>2009-03-17T12:03:00.000-07:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>Mari Kita Museumkan Kemiskinan</title><content type='html'>Oleh : Ihsan Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan diciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial-ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun sistem itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoritis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang terlampau sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang (Seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas di pihak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya sepenuh hati bahwa kita bisa menciptakan dunia yang bebas-kemiskinan bila secara kolektif kita mempercayainya. Dalam dunia yang bebas-kemiskinan, tempat satu-satunya Anda bisa melihat kemiskinan adalah di museum-museum kemiskinan. Ketika anak-anak sekolah berkunjung ke museum-museum kemiskinan itu, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinadinaan yang harus dilalui sebagian umat manusia. Mereka akan menyalahkan leluhurnya karena mentolerir kondisi yang tidak manusiawi yang sudah berlangsung begitu lama atas begitu banyak orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia lahir di dunia ini dengan bekal penuh bukan hanya untuk mengurusi dirinya sendiri saja, tetapi juga turut menyumbangkan upaya untuk memperluas kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada yang punya peluang untuk menggali potensi mereka sampai takaran tertentu, tapi banyak lainnya yang tak pernah mendapat kesempatan apapun seumur hidupnya untuk menguak bakat-bakat menakjubkan yang hadir bersama kelahirannya. Mereka mati tanpa pernah tergali dan dunia tak pernah merasakan kreativitas dan sumbangsih mereka. Grameen telah memberi saya keyakinan tak tergoyahkan mengenai kreativitas manusia. Hal ini telah membuat saya meyakini bahwa manusia tidaklah terlahir untuk menderita sengsara akibat kelaparan dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya orang miskin itu seperti pohon bonsai. Manakala Anda menanam bibit terbaik dari pohon tertinggi dalam pot kembang, Anda pun mendapat replika dan pohon tertinggi itu, namun tingginya hanya sekian inci. Tak ada yang salah dengan bibit yang Anda tanam, hanya lahannya saja yang sama sekali tidak memadai. Orang miskin itu orang bonsai. Tak ada yang salah dengan bibitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana saja, masyarakat tak pernah memberi mereka lahan untuk bertumbuh kembang. Yang diperlukan untuk membuat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan adalah menciptakan lingkungan yang memberdayakan mereka. Begitu kaum miskin bisa melejitkan energi dan kreativitas mereka, kemiskinan akan lenyap dengan cepat. Mari kita bergandeng tangan untuk memberi setiap makhluk manusia kesempatan yang adil untuk melejitkan energi dan kreativitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bapak dan ibu sekalian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan saya sudahi dengan menyatakan penghormatan saya yang mendalam kepada Komite Nobel Norwegia karena mengakui bahwa masyarakat miskin, khususnya kaum perempuan miskin, mempunyai potensi sekaligus hak untuk menjalani hidup dengan layak, dan bahwa pembiayaan mikro bisa turut melejitkan potensi itu. Saya percaya bahwa penghargaan yang Anda berikan pada kami ini akan mengilhami lebih banyak lagi inisiatif berani di seluruh dunia untuk membuat gebrakan bersejarah dalam mengakhiri kemiskinan global. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pidato Muhammad Yunus, Saat Menerima Hadiah NOBEL Perdamaian 2006. Terima kasih kepada Jamil Azzaini yang telah mengirimkannya pada saya)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-1760617039259798376?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/1760617039259798376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/03/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/1760617039259798376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/1760617039259798376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/03/mari-kita-museumkan-kemiskinan.html' title='Mari Kita Museumkan Kemiskinan'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-8616542280933629483</id><published>2009-03-06T04:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.952-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Valentine dan Impor Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SbESOaZU12I/AAAAAAAAACw/Y3Ukjf5bc9o/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SbESOaZU12I/AAAAAAAAACw/Y3Ukjf5bc9o/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310045474459539298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ihsan Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Hari Valentine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya. Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut. Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah St. Valentine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.&lt;br /&gt;Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.&lt;br /&gt;Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.&lt;br /&gt;Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tradisi Valentine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Valentine dan Kesesatan Orientasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine bagi anak muda sekarang perannya hampir menyerupai hari raya, dua minggu sebelum valentine para remaja banyak yang sudah merencanakan mau apa mereka pada tanggal 14 yang dikenal dengan hari valentine itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya yang berasal dari kisah tragis Valentino dengan kekasihnya di benua Amerika itu saat sekarang ini seakan-akan menjadi hari raya bagi muda-mudi, dan lebih parahnya, bentuk perayaannnya pun banyak yang berorientasi pada cinta lahiriah saja, ukuran cinta ketimuran yang lebih agung seakan tidak mereka kenal, padahal mereka mempunyai warisan cinta yang begitu agung yang tidak menonjolkan fisik dalam hal cinta, karena orientasi cinta ketimuran bukan fisik maka pelampiasannyanya pun bukan fisik walaupun fisik tidak dinafikan. Tengoklah dalam romansa Qais dan Laila, Sampek Ing Tai, dan Siti Nurbaya, lain halnya dengan hal cinta versi barat yang banyak memuja simbol-simbol fisik karena mereka hidup dalam filsafat materialisme yang diperkenalkan oleh Darwin, Karl Marx, dll. fisik yang jadi pedoman maka banyak pelampiasannya adalah hubungan fisik dengan alasan “cinta” seperti yang tampak pada karya-karya Sheakerspears.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bagi mereka diukur dengan fisik. Yang lebih memprihatinkan banyak anak-anak muda di Asia (Indonesia di antaranya) zaman sekarang kemudian mengkonsepsikan cinta sebagai kenikmatan fisik, yang dalam pengejawantahannya diartikan dengan OK-OK saja saat diajak untuk melakukan seks bebas. informasi seks yang didapat dari teman sejawat, internet, film Hollywood yang penuh ideologi dan media lain membuat konsepsi mereka tentang cinta dan seksualitas pun berkembang di luar bingkai para orang tua. Padahal belum tentu apa yang mereka lihat dan pahami sebagai baik sebenarnya buruk. Banyak di antaranya adalah hal-hal yang malah negatif bagi mereka, penderita HIV dan AIDS meningkat tajam, banyak bayi tidak diinginkan dilahirkan (pada tingkat lanjut bayi-bayi ini akan mewarisi kebencian dan kesedihan orang tuanya). Sungguh sebuah konsepsi cinta yang salah arah. Jika demikian yang terjadi maka masa depan mereka akan suram sesuram tangisan mereka saat mengetahui bahwa semuanya telah terlambat untuk disesali.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-8616542280933629483?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/8616542280933629483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/03/valentine-dan-impor-budaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8616542280933629483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/8616542280933629483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/03/valentine-dan-impor-budaya.html' title='Valentine dan Impor Budaya'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SbESOaZU12I/AAAAAAAAACw/Y3Ukjf5bc9o/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-5901811388984914942</id><published>2009-01-14T10:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:04.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Save Palestine!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SW4p_USSSjI/AAAAAAAAACg/IdbiBZDOAsA/s1600-h/4261.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SW4p_USSSjI/AAAAAAAAACg/IdbiBZDOAsA/s320/4261.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291212779960814130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ihsan Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terbiasa membuat judul tulisan seperti ini, apalagi judul di atas memang bernada    propaganda, tapi mau dikata apalagi, tindakan Israel memang benar-benar keterlaluan sehingga  pantas saja jika Hugo Chaves menjulukinya sebagai geneosida di era modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Israel memang selalu cari gara-gara dengan manusia dan kemanusiaan, bahkan sampai-  sampai Tuhan telah menurunkan enam (6) nabi yang diutus untuk menuntun suku sombong yang memang diakui memiliki beberapa keunggulan atas umat yang lainnya oleh al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, Israel diuntungkan oleh peristiwa geneosida yang dilakukan oleh NAZI Jerman walaupun kebenarannya saat ini banyak diragukan oleh para pakar sejarah, oleh karena geneosida itu kemudian Inggris menghibahkan tanah yang dikuasainya di wilayah Palestina kepada bani Israel yang centang perenang tercerai berai berkeliaran di berbagai negara dan benua. Tercatat semenjak kebijakan Inggris dan sekutunya tersebut bangsa Israel kembali “mudik” atas tanah yang pernah dihuni bangsa tersebut pada zaman Nabi Ya’kub (Yacob) dan dijanjikan oleh Nabi Musa (Moses) atas dasar wahyu Tuhan untuk membawa bangsa Israel dari tanah Mesir yang dikuasai oleh Fir’aun (Ramses II) yang kejam kembali ke tanah Palestina walau hingga akhir hayat nabi Musa bangsa Israel belum juga sampai ke tanah Palestina karena selalu membangkang dan berkali-kali mengkhianati dan membuat sakit hati nabi Musa(karena baru pada masa pengganti Musa sebagai pemimpin, bangsa Israel baru bisa sampai ke tanah yang dijanjikan dengan kuantitas yang sangat berkurang daripada rombongan awal saat meninggalkan Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa raja-raja Israel di Palestina pada masa sebelum masehi, kerajaan Romawi menaklukkan Palestina dan mengusir serta membunuhi bangsa Israel terutama yang mempunyai hubungan dengan pihak kerajaan Israel karena takut memberontak dikemudian hari. Bangsa Israel pun bersemburatan ke seluruh penjuru dunia. Setelah itu penduduk Palestina adalah bangsa Arab, bangsa Arya Asia, dan Romawi. Pada masa Umar bin Khotob, khalifah kedua (2nd chalipe)setelah meninggalnya nabi Muhammad SAW, Palestina ditaklukkan pasukan umat Islam yang merebutnya dari kekuasaan romawi. Sejak saat itu palestina banyak dihuni oleh bangsa Arab dan keturunan Arya Asia (Persia/Ibrani) serta hidup damai lebih dari seratus abad. Dan baru pada tahun 1095 M atau 500 tahun setelah Islam muncul, kaum Vatikan bersekutu dengan kerajaan-kerajaan Eropa menyerang umat Islam dan berusaha merebut kembali tanah suci mereka dari tangan umat Islam. Inilah perang terlama yang dicatat sejarah, terjadi sekitar dua abad lamanya dan terbagi pada beberapa gelombang perang besar. Perang diakhiri dengan kemenangan umat Islam yang dipimpin oleh Salahuddin al-Ayyubi (Saladin) dan Palestina pun kembali menjadi daerah aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kemunduran dunia Islam dan kedigjayaan Eropa lewat pembukaan (ekspansi) jalur-jalur ekonominya. Inggris menguasai sebuah daerah (yang kecil jika dibanding kekuasaan Israel saat sekarang ini) di Palestina timur laut. Dan setelah perang dunia kedua berankhir, Inggris pun kemudian menghibahkan tanah kekuasaannya pada bangsa Israel yang tercerai berai sebagai jalan untuk mengembalikan bangsa “unggul” tersebut ke tanah yang telah ribuan abad ditinggalkannya. Tapi sayang pengembalian ini berakibat pada pengusiran orang-orang Palestina yang memang sudah dari nenek moyangnya sudah tinggal di Palestina. Padahal jika mereka mau hidup damai, seharusnya mereka bisa membaur berasimilasi dengan suku bangsa lain yang telah ada di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Israel di Timur Tengah bagaikan duri dalam daging yang selalu menusuk dari dalam kawasan, apalagi pan-arabisme tak lagi bisa bersatu setelah perang Arab-Israel karena berbagai kepentingan kesukuan yang memang sudah ada sejak zaman bahula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini persoalan Palestina telah didistorsi menjadi persoalan Palestina itu sendiri, setelah sebelumnya menjadi persoalan Arab dan sebelumnya pernah menjadi persoalan Islam secara menyeluruh. Saya tak tahu lagi apa yang bisa saya perbuat saat melihat pembantaian yang dilakukan oleh negara Israel terpampang di depan mata. Hal pertama yang bisa saya lakukan adalah berdo’a untuk keselamatan Palestina dan kehancuran agresor Israel (dilakukan dengan qunut nazilah), hal kedua yang saya lakukan adalah langsung memutus plaining bisnis saya dengan cocacola yang sudah dalam tahap implementasi (sebelumnya saya berencana menjadi reseller Coca Cola di jaringan usaha yang saya miliki) sebagai bentuk protes saya atas sikap Amerika yangselalu berpihak pada Israel yang dholim. Secara bisnis mungkin ini tidak strategis tapi ini harus dilakukan karena bisnis tak hanya bicara masalah profit oriented tapi juga nurani. Hal ketiga, saya menghindarkan diri saya untuk mengkonsumsi minuman dan makanan merek Amerika dan Israel; saya mencegah diri saya untuk makan di McD, KFC, A&amp;W, dan meminum minuman merek milik perusahaan Amerika walaupun yang ada hanya minuman-minuman tersebut saat saya haus. Walau ini tak cukup efektif untuk menghentikan laju tentara Israel dalam pembantaian rakyat Palestina, tapi setidaknya semoga do’a saya bisa bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-5901811388984914942?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/5901811388984914942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/01/save-palestine.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/5901811388984914942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/5901811388984914942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2009/01/save-palestine.html' title='Save Palestine!'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SW4p_USSSjI/AAAAAAAAACg/IdbiBZDOAsA/s72-c/4261.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-4228670249231517303</id><published>2008-12-17T01:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:05.006-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tahta Suci Kerajaan Tuhan ; Lia Eden dan Penghapusan Agama</title><content type='html'>Oleh : &lt;a href='http://bahauddin-amyasi'target='_blank'&gt;Bahauddin Amyasi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt; &lt;div align="justify"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku Allah. Aku Tuhanmu. Aku sedang di hadapanmu. Aku menjadikan Kerajaan-Ku di sini. Jadilah, maka jadilah. Dan Aku jadikan Lia Eden ratu dan raja sekaligus di Kerajaan-Ku Eden. Jadilah, maka jadilah."&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar kabar dari Abdul Qadir, teman saya di Fak. Syari'ah IAIN Supel, tentang wacana kontroversial &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Lia_Eden'target='_blank'&gt;Lia Eden&lt;/a&gt; yang mengaku telah menerima wahyu dari malaikat Jibril. Lalu saya coba browsing di internet, ternyata nama Lia Eden begitu marak diperbincangkan. Ada sekitar 600.000 hasil penelusuran dalam waktu tak kurang dari 0,03 detik. &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penggalan di atas saya sarikan dari "Tahta Suci Kerajaan Tuhan", &lt;a href='http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?Itemid=33&amp;id=162&amp;option=com_content&amp;task=view' target='_blank'&gt;situs resmi&lt;/a&gt; Kerajaan Eden, yang dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 2005 tentang Wahyu Peresmian Kerajaan Tuhan. Dan, Siapa sangka, "orang stress" yang mengaku Imam Mahdi pada tahun 1998 dan pencetus agama baru ini, pada akhirnya juga akan menghapus agama Islam dan semua agama. Pada hari Jum&amp;#8217;at, 14 Nopember 2008 jam 09.50. dia mengeluarkan wahyu yang ditulis dalam selebaran yang ditanda tangani oleh Jibril Ruhul Kudus. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&amp;#8220;Aku sudah menyatakan fatwa penghapusan Agama Islam, sekaligus penghapusan semua agama&amp;#8221;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Karena selebaran yang sangat provokatif tersebut, Selasa, 16 Desember 2008 - 12:41 wib, sebagaimana diberitakan &lt;a href='http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/16/1/174043/hari-ini-lia-eden-akan-langsung-ditahan'target='_blank'&gt;news.okezone.com&lt;/a&gt;, Polda Metro Jaya memastikan akan langsung menahan dua orang tersangka penistaan agama yakni pemimpin Kerajaan Eden, Lia Aminuddin, dan pengikutnya Wahyu Anindito, seusai melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Sehari sebelumnya, polisi bergerak dan menangkap tidak kurang dari 24 pengikut kerajaan Tuhan di Jalan Mahoni RT 05/08 Kelurahan Bungur Kecamatan senen, Jakarta Pusat. Sebenarnya selebaran yang dibuat oleh pengikut kerajaan Tuhan dibuat pada tanggal 23 Nopember atas nama Tahta Suci Kerajaan Tuhan. Saya kira jika selebaran tersebut dibiarkan menyebar luas maka akan ada pertumpahan darah. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis, seseorang atau suatu kelompok akan bersikap reaktif dan reaksioner ketika eksistensi mereka merasa terancam. Banyak pakar menyebutkan, bahwa gerakan kaum revifalis-fundamentalis dipicu oleh kondisi psikis mereka yang merasa dalam bahaya. Itulah kemudian mengapa gerakan mereka cenderung frontal dan bahkan anarkis, karena sikap reaksioner memang tanpa konsep matang dan cenderung emosional. Maka, bukan suatu yang aneh, jika umat Islam merasa ditentang dan agamanya didistakan, yang muncul kemudian adalah "peperangan dan pertumpahan darah". Dan, kasus Lia Eden ini juga masuk dalam kategori penistaan dan pelecehan agama. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/SUgW_x3M04I/AAAAAAAAAIQ/quEc6XS7mvk/s1600-h/bersuci_bersama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/SUgW_x3M04I/AAAAAAAAAIQ/quEc6XS7mvk/s320/bersuci_bersama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280495848064340866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, diskursus "penghapusan agama" bukanlah hal yang baru. Di Barat, wacana atheisme modern adalah hal yang lumrah dan wajar. Sejak Nietzche, filsuf proklamator kematian tuhan mengumandangkan "God is death", fenomena atheisme makin marak di dunia Barat. Pemicu utamanya adalah kebencian mereka terhadap agama. "siapapun yang beragama pasti tidak bebas", begitu kata Nietzche. Agama selalu meminta ketaatan penuh. Orang barat tampaknya telah gerah dengan Tuhan dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean Buckley, penulis buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;At The Origin of Modern Atheism&lt;/span&gt;, sebagaimana dikutip Hamid Fahmi Zarkasyi dalam Majalah &lt;a href='http://insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=22&amp;Itemid=32' target='_blank'&gt;ISLAMIA&lt;/a&gt; mencoba meneliti fenomena atheisme ini dengan analitis, komprehensif dan tajam. Ia berkesimpulan, bahwa athheisme lahir dari rahim peradaban Barat, karena teologi Kristen tunduk pada filsafat. Biang keladinya adalah para filsuf yang ia juluki kaum rasionalis dan kaum deis. Deisme merasa mampu memahami Tuhan tanpa Bibel dan berbicara Tuhan tanpa Yesus. Awalnya, mereka mengkritisi sejarah penulisan bibel dan akhirnya eksistensi Tuhan itu sendiri. Maka, tesis James bahwa "atheisme di Barat adalah fenomena intelektual, bukan sosial dan keagamaan" tampaknya dapat dibenarkan. Intelektualitas diadu dengan religiusitas, teologi dengan filsafat dan agama dengan sains. Inilah yang oleh &lt;a href='http://insists.multiply.com/tag/hamid%20fahmy%20zarkasyi' target='_blank'&gt;Hamid Fahmi Zarkasyi&lt;/a&gt; disebut dengan fenomena intelektual modern, yang akhir-akhir ini juga banyak melanda kalangan akademisi Perguruan Tinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jika di Barat atheisme yang marak adalah atheis epistemologis, maka penghapusan agama ala Lia Eden cenderung "ugal-ugalan", ngawur, dan tanpa telaah konseptual. Cobalah kita lihat pernyataannya yang tertuang dalam pernyataan tentang Penghapusan Agama Islam yang diungkit melalui risalah gempa.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umat Islam memang sedang dimurkai Tuhan. Dan itu bukanlah sesuatu yang janggal. Semua orang juga tahu kalau agama Islam itu kini sudah menjadi aneh dan tersesat. Kemusyrikannya telah lancung, tak diragukan lagi. Tindak kekerasan sudah menjadi ciri khas Islam yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, semenjak Penghapusan Agama Islam sudah difatwakan Tuhan, agama Islam tak dijaga malaikat lagi. Tindak kekerasan yang dilakukan umat Islam semakin menjadi-jadi karena iblis mengambil kesempatan tersebut. Ketahuilah, pembunuhan sadis terhadap ustadz Muhammad Ali di Bogor dan tindak kekerasan yang menimpa Jemaat Ahmadiyah dan Jemaat Tarekat Akmaliyah pasca Idul Fitri menandakan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang sempalan itu, saya kira akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal. Humor yang sebenarnya tak lucu, penuh paradoks. Dan, membaca pernyataan itu, kecurigaan bahwa tampaknya ada dalang di belakang insiden ini, baik negara atau donasi yang membiayai, sepertinya mendapat tempat yang tepat. Jangan-jangan dia adalah "kepanjangan tangan" konspirasi yang terselubung. Konspirasi negara-negara atau golongan-golongan yang membenci Islam dan kaum muslim. Eantahlah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya tentang pernyataan-pernyataan aneh dan lucu itu, silahkan baca di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href='http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?Itemid=33&amp;id=162&amp;option=com_content&amp;task=view'target='_blank'&gt;http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjelasan Ruhul Kudus&lt;br /&gt;Soal Ramalan Gempa yang Tak Terbukti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan Agama Islam Ingin Kuungkit Melalui Risalah Gempa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit mengakui kegagalan, tapi peringatanku tentang gempa di Jakarta itu bukanlah sebuah kegagalan ramalan. Kepadaku segala penjelasan keadaan yang dituju Tuhan, yang sedang diramu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, kami telah mengejutkan dengan berita akan terjadinya gempa di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2006. Dan itu bukanlah isapan jempol yang konyol, melainkan sebuah keterangan lain pada taktik kami mencari perhatian agar terungkit Firman Tuhan tentang Penghapusan Agama Islam yang tak bergaung karena didiamkan saja. Semua pihak kami anggap tak sanggup membicarakannya secara terbuka karena ditakutkan hal itu akan menggoncangkan negara dan bangsa Indonesia dan bahkan dunia. Sementara aku berpedoman pada Firman Tuhan tersebut agar dapat melangsungkan pembenahan masalah keagamaan dan masalah dunia yang meruncing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umat Islam memang sedang dimurkai Tuhan. Dan itu bukanlah sesuatu yang janggal. Semua orang juga tahu kalau agama Islam itu kini sudah menjadi aneh dan tersesat. Kemusyrikannya telah lancung, tak diragukan lagi. Tindak kekerasan sudah menjadi ciri khas Islam yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, semenjak Penghapusan Agama Islam sudah difatwakan Tuhan, agama Islam tak dijaga malaikat lagi. Tindak kekerasan yang dilakukan umat Islam semakin menjadi-jadi karena iblis mengambil kesempatan tersebut. Ketahuilah, pembunuhan sadis terhadap ustadz Muhammad Ali di Bogor dan tindak kekerasan yang menimpa Jemaat Ahmadiyah dan Jemaat Tarekat Akmaliyah pasca Idul Fitri menandakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kericuhan agama di Poso dan Palu sudah menjadi laten, apalagi setelah pelaksanaan eksekusi Tibo cs dan pembunuhan Pendeta Irianto di Palu. Sementara terpidana mati Bom Bali I dan II sedang menjalani peninjauan kembali. Ketidakadilan hukum transparan atas kedua belah pihak yang saling bermusuhan agama di negeri ini. Karena itu, aku menampilkan pembelaan terhadap umat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelagat anarkisme di tengah umat Islam akan semakin menjadi-jadi telah aku peringatkan. Demikian pun kuperingatkan tentang masalah kerasukan jin massal yang belum juga akan berakhir. Kedua hal itu merupakan gejala penguasaan dajjal atas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang semakin memburuk di kalangan umat Islam tersebut seyogyanya dipelajari, mengapa hal yang suram itu tak bisa disurutkan? Penghapusan Agama Islam bilamana tak mau dianggap benar oleh umat Islam, kelak berdampak sangat buruk karena Tuhan akan membiarkan setan-setan konyol mengharu-biru umat Islam sehingga itu menjadi fenomena Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, adalah lebih baik mempersiapkan diri berhijrah, memangkas semua perilaku buruk yang dianggap Islami. Terorisme dan anarkisme serta penzaliman dan intimidasi terhadap umat lain dan kalangan Islam sendiri lebih baik dihentikan. Tak ada yang menghargai tindakan-tindakan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusyrikan yang sudah sangat parah hendaklah serius dialihkan pada ketauhidan kembali. Jauhi permusuhan. Ajaran Abdullah Gymnastiar itu sangat mengena dipanuti. Ajaran semacam itu wajib diikuti. Dia membawa kesejukan di tengah kegersangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menjadikan dakwah sebagai lahan mencari popularitas dan kekayaan. Sucilah kalau berdakwah. Dakwah jangan dipolitisir dan umat jangan dibawa untuk penggalangan kekuatan dan saling memusuhi, saling menyesatkan dan menghakimi. Apa kata orang tatkala melihat di kalangan Islam sendiri sudah saling menyesatkan dan saling menghancurkan. Ketahuilah, bahwa semua perbuatan biadab itu tentu berasal dari iblis. Mengapa hal itu tak mau disadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan melawan terorisme oleh Amerika dan sekutunya kupastikan akan menyengsarakan umat Islam. Bukannya Tuhan menyanggupkan kemenangan pada mereka, melainkan umat Islamlah yang tak dibela Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan harus dihentikan. Perilaku buruk yang meresahkan di kalangan umat Islam juga harus dihentikan. Perlawanan terhadap terorisme juga berdampak penindasan dan penyengsaraan yang buruk bagi umat Islam sebagaimana yang terjadi pada Irak, Afghanistan, Palestina dan Libanon. Maka semuanya dihakimi Tuhan. Oleh karena itu, Amerika pun tak putus-putusnya dilanda bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua benua pun dilanda bencana-bencana alam dahsyat dan penyakit kutukan juga melanda semua bangsa-bangsa. Keadaan dunia dan dunia Islam sudah terlanjur seperti itu. Sebaiknya umat Islam di Indonesia mau menghadapi kenyataan ini karena Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi kini sedang menggelar Kekuasaan-Nya demi melakukan perubahan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu membingungkan. Kalau Anda semua tak berpedoman pada risalah-risalah Ruhul Kudus, Anda semua akan kalang kabut. Akan terlalu banyak korban sia-sia karena tak tahu harus berbuat apa dan tak tahu apa yang bisa mengurangi Murka Tuhan. Seperti penanganan banjir lumpur di Porong-Sidoarjo itu, tak ayal kesia-siaan dana yang sudah besar sekali jumlahnya, tapi tak menghasilkan apa-apa. Hanya keributan dan penderitaan dan perluasan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa urusan pembenahan semua itu bila bukannya dari Tuhan sendiri? Jawablah pertanyaanku ini: &amp;#8220;Apabila fatwa Penghapusan Agama Islam itu dipentingkan, siapa yang paling dulu diperhatikan dunia?&amp;#8221; Dan agama Islam di Indonesia inilah yang akan terlebih awal dibenahi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam ini mau dibenahi atau tidak? Kalau tetap tak mau mendengar nasihatku, aku tetap berjalan sesuai dengan Ketentuan Tuhan. Dan itu berarti tidak nyaman, seperti yang sedang dialami bangsa Indonesia pada saat ini. Karena manalah kehendak Tuhan boleh diabaikan. Sementara kalau bangsa ini mau mendengarkanku, maka kebijakan-kebijakan pemerintahlah yang akan tertuntun menemui jalan keluar yang terbaik dan luruh dalam keinginan Tuhan. Sedangkan keinginan Tuhan itu niscaya terbaik, luhur, agung, dan tentu tercurah rahmat yang luas di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dari penekananku ini? Semuanya hanya untuk kebaikan semata dan takkan merugikan, apalagi mau mengambil alih kekuasaan. Tak ada partai besar padaku. Kerasulan tak sama dengan kolonialisme. Pengayomku adalah Tuhan secara langsung. Dialah yang berkuasa di Kerajaan Eden secara langsung. Bukankah semua umat manusia hanya menyembah Tuhan semata? Jadi menurutmu, apakah aku akan tersalah menuntunmu dan mengadilimu? Padahal aku ini malaikat gaib yang tak mungkin tersalah dan menyesatkan, apalagi akan menguasaimu hingga kehilangan akal, menjadikanmu kerasukan membabi-buta. Tapi iblis akan melakukannya seperti itu kalau kau tak mau mendengar aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, raja Surga Eden, tentu takkan mau Surga Eden kesepian selalu. Aku pasti menyukai banyak orang yang mau melawan setan. Jadi untuk apa takut tersihir olehku? Hal itu kukatakan karena banyak orang tak mau mendekat kepadaku karena takut terkena sihirku dan kusesatkan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam yang paling memusuhiku dan menyatakan aku ini Jibril palsu. Kata mereka, sulit membedakan setan dan malaikat. Keduanya sama-sama gaib yang sulit diidentifikasi. Tapi jika mereka berdoa di tempat-tempat keramat, mereka membutuhkan jin. Hal itu sama saja dengan mau jin tapi tak mau Malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemusyrikan itu sudah sampai pada penolakan terhadap Surga dan Kerajaan Tuhan. Tapi hal itu memang ulah iblis kesetanan yang khusyuk menggoda manusia. Seperti manusia yang khusyuk beriman kepada jin, sehingga kerasukan setan dan akhirnya main hakim sendiri dan membunuh secara sadistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh manusia, sadarlah bahwa aku ini yang akan menggantikan zaman penguasaan iblis. Oh umat manusia, aku kasihan pada kebutaanmu oleh iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sanggup membenahi Islam pada saat ini? Aku yakin semuanya juga merasa bertanggung jawab ingin membenahi agama Islam yang berkembang tak karuan. Tapi apa bisa? Siapa di antara Anda yang sanggup? Jawablah! Jibril bukan sebuah omong kosong. Aku benar-benar sedang di sini menyertai bangsa ini untuk menghadapi kegalauan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sangsi aku takkan membela Islam. Aku ini Rasul Tuhan yang seksama menjalankan Keadilan Tuhan. Manalah aku ini boleh berpihak pada satu sisi saja. Keadilan yang kubawakan itu tak butuh dipropagandakan atau diisukan, cuma butuh dimengerti atas apapun yang sedang kulangsungkan. Sifat Tuhan Yang Maha Adil ingin kuperlihatkan sosoknya sehingga umat manusia sanggup menilainya melalui apa-apa yang tersaksikan dari sisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan Agama Islam berperan untuk meruntuhkan keegoan umat Islam yang terlalu yakin Islamlah agama satu-satunya yang benar. Sesuai dengan keyakinan tersebut, adalah umat Islam yang tergesa-gesa menyesatkan semua golongan yang berbeda keyakinan. Dan adalah mereka yang merasa paling benar tapi telah melakukan penodaan agama-agama termasuk agamanya sendiri. Karena dengan perbuatannya itu, mereka telah menodai agama Islam yang tak mengajarkan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian mudah menghalalkan darah orang lain dan mengerahkan penyerbuan massa, itu sudah merupakan ciri khas Islam. Apalagi peledakan-peledakan bom teroris sudah lama berlangsung. Mengapa bukan hal itu yang diancamkan dengan penyerbuan massa? Kaum teroris itu dengan gampang berkutat melakukan aksi teror, tapi belum dinyatakan kesesatannya. Kaum teroris harus diberantas tuntas, dimusuhi dan dijadikan bahaya terburuk bagi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serbuan massa bahkan ditujukan kepada kaum Ahmadiyah dan Eden yang tak pernah melakukan keresahan. Demikian pun terhadap umat Kristen yang beribadah dengan baik. Mereka semua adalah kaum yang tak menyukai kekerasan. Apakah umat Islam tak merasa risih dengan perilaku yang memalukan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan Pasal 156a KUHP yang Diketuai Prof. Muladi Sedang Kutanggapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kunjung bisa mengerti mengapa DPR tak membahaskan tindak anarkisme yang sudah keterlaluan. Cobalah dibentuk Komisi Anti-Anarkisme dan Perbuatan Sadis Atas Nama Agama. Tetapi yang dipikirkan pemerintah justru pembahasan perluasan undang-undang tentang penodaan agama pasal 156a KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Muladi menganggap Lia Eden pantas dikaitkan dengan perluasan pasal 156a itu. Kuperingatkan, perluasan pasal tersebut yang mengaitkan Lia Eden sebagai obyek kasus sangat kupedulikan. Takkan terjadi kekuasaan apapun yang ingin mengungkung kebebasan beragama. Karena aku turun ke bumi ini demi melepas belenggu penekanan atas kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurutku, pernyataan Prof. Muladi dalam acara Today&amp;#8217;s Dialogue di Metro TV tanggal 22 Oktober 2006 memperlihatkan gelagat pemerintah yang akan menghakimi habis Komunitas Eden. Tekanan hukum melalui pasal baru itu nanti akan menjadi penyebab bala besar lagi dari Tuhan. Percayalah! Tetapkan saja pasal-pasal baru itu, dan kita lihat nanti prospek perlawananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini Hakim Tuhan yang berkuasa, tak terlihat tapi sanggup membasmi kesalahan-kesalahan yang sengaja kuangkat ke permukaan. Sia-sialah Masa Penghakiman Tuhan kalau aku harus menyamarkan diriku. Aku harus tampil nyata, senyata Penghakiman Tuhan yang harus kunyatakan. Selalu akan terjadi mukjizat Kekuasaan Tuhan di sekitarku sehingga semua orang takkan bertanya lagi apakah ini benar adalah Kerajaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kukatakan bahwa aku niscaya selalu berada di balik pengadilan perkara kasus-kasus di semua pengadilan. Hal itu memang merupakan urusanku yang wajib di sisi Tuhan. Sayangnya, manusia tak melihat diriku karena aku tak berwujud. Tapi aku adalah ruh kebenaran dan kesucian. Aku sedang membangkitkan kebenaran melalui pembekukan kesalahan-kesalahan yang kuperagakan. Kesalahan semua orang kubongkar sampai dapat terpakai untuk menjadi pembalasan Tuhan. Jangan mengatakan aku pongah karena kata-kataku ini. Aku ini hanya mengungkapkan sistem Pengadilan Tuhan, Sang Maha Diraja, Hakim Nan Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami para malaikat terkoordinir penuh dengan sistematis, menghadirkan Pengadilan Tuhan di Hari Penghakiman saat ini. Jadi, jangan mempertanyakan lagi mengapa begitu banyak kasus di pengadilan dan mengapa begitu penuh penjara-penjara, dan di jalanan begitu sering terjadi kecelakaan. Begitu pun segala bencana dan banyaknya kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah dan pejamkan matamu. Bisakah kau tidur tanpa disiksa oleh dosa-dosa kotormu? Ketegangan jiwa pun merupakan sesi penyiksaan dosa oleh malaikat. Jadi, kalau ada di antara Anda sulit tidur nyenyak karena tersiksa batinnya, tebus saja dosa-dosa Anda itu. Dan aku jamin tidur Anda bisa nyenyak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan Tuhan terlangsungkan secara aktif terhadap setiap orang tanpa kecuali. Dan Pembalasan Tuhan identik dengan dosa itu sendiri. Itu sebabnya sungguh banyak kejadian aneh di sidang pengadilan dan di tengah masyarakat yang tak tertangani pengadilan. Sungguh banyak orang yang berpenyakitan dan tertimpa musibah, merugi dan bangkrut, rumahnya terbakar. Aku sengaja menampilkan diri melalui keterangan-keteranganku yang seperti ini karena aku ingin menyambungkan posisi Mahkamah Tuhan ke dunia manusia, khususnya ke dunia peradilan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, aku sudah melepas ramalan yang tak terbukti. Tuntutlah aku karena kesalahan itu. Aku tak bergeming dari pernyataanku sebagai Hakim Tuhan. Aku juga tak menghindar dari mengakui kesalahan itu. Tentu aku mau berprakarsa mempertunjukkan sikap Hakim Tuhan kalau sudah terlanjur berbuat salah. Alih-alih aku sedang mengajari Bagir Manan bagaimana harus bersikap. Aku takkan seperti Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan yang sulit dihadirkan sebagai saksi di sidang pengadilan Harini Wiyoso. Kalau aku bersalah seperti yang telah kulakukan itu, maka aku niscaya bersedia hadir di persidangan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku menunggu waktu ini. Konfirmasi kesalahanku jelas, sudah tercetak berlembar-lembar. Siapapun dapat melaporkan perbuatanku itu. Hadapkan aku pada hukum negara dan hukum agama dan Mahkamah Internasional. Karena aku harus menjelaskan semua Kehendak Tuhan dan segenap Ketetapan-Nya ke seluruh umat manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu takkan dipercaya oleh umat Islam oleh karena doktrin keterakhiran Nabi Muhammad sehingga Jibril dianggap takkan turun lagi membawa Wahyu Tuhan. Aku tahu mustahil meyakinkan umat Islam. Aku tak dipercaya ketika baru menyampaikan Peringatan Tuhan tentang masalah akidah dan seruan perdamaian serta taubat nasional. Aku masih tetap tak dipercaya ketika mulai memperingatkan Murka Tuhan dan bencana-bencana alam yang akan melanda. Tapi ketika bencana-bencana itu telah terbukti, aku masih tetap tak dipercaya. Bahkan Pertolongan Tuhan yang kutawarkan tak digubris. Tentang hal ini, aku sudah mengandalkan tawaran bantuanku untuk mengatasi masalah luapan lumpur di Porong-Sidoarjo. Lagi-lagi tawaranku ditanggapi dingin. Akhirnya, aku terpaksa membuat ulah menyebarkan risalah tentang gempa di Jakarta yang tak terjadi pada tanggal 23 Oktober 2006 yang lalu agar dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin ditanya dan ingin membuktikan bahwa aku benar-benar Jibril yang sedang turun ke dunia manusia. Karena, peringatan-peringatan Tuhan yang kusampaikan dan jalan keluar dari-Nya, justru dijadikan masalah penodaan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Fatwa Tuhan tentang Penghapusan Agama Islam yang sudah kusebarkan mau dianggap sebagai penistaan agama Islam, dan risalah tentang ramalan gempa di Jakarta yang tak terbukti itu dianggap sebagai kesalahan fatal, maka aku akan menjadi konyol sekali kalau tak terbukti bahwa aku malaikat sejati yang sedang mengolah akal supaya mau didengarkan dan dipercaya. Semua orang yang membaca risalahku tentu tersentak. Mana mungkin Jibril bodoh, tak akurat ramalannya. Dan mana mungkin Ruhul Kudus sanggup berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Tuhan takkan berkurang oleh ulahku ini. Kesucian Ruhul Kudus pun tak ternoda karena itu. Sebab, yang kulakukan itu pada pokoknya hanyalah sebuah cara untuk menjabarkan kelenturan taktik untuk mencapai tujuan. Gempa yang sebenarnya tetap akan terjadi dan persiapan penyelamatan pun lebih cukup waktu. Tujuan utama mengungkit isu Penghapusan Agama Islam pasti mengena. Para Utusan Tuhan pun teruji telak ketakwaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, semuanya adalah cara agar aku terdesak dipertanyakan dan ingin dihakimi. Dan karena kesempatan itu ingin kugunakan untuk menonjolkan diri di persidangan, maka jangan ragu-ragu menuntut aku. Lia Eden bersedia maju ke pengadilan lagi membawa namaku. Mengapa DPR dan Pemerintah tak menganggap peresahan yang telah kulakukan itu sudah cukup pantas diperhatikan dan diulas secara hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, baiklah. Kulayangkan pandangan Anda sejenak untuk mengenal lebih jauh sifat Tuhan terhadap hal-hal yang diadili-Nya. Adalah di Indonesia berita Penghakiman Tuhan kami tuliskan. Dan adalah bangsa Indonesia yang sudah tak asing lagi dengan risalah-risalah Tuhan yang telah kami sebarluaskan selama ini. Dan adalah kami yang suka menjelaskan tanggapan Tuhan melalui prahara-prahara yang sedang terjadi di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila Anda ingin mengetahui lebih dalam pasal-pasal Pengadilan Tuhan, kuambilkan untukmu contoh yang kongkrit dan berkaitan langsung dengan tanggapan Tuhan, sesuai dengan pasal pelanggaran yang didakwakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kepada Lia Eden, yakni pelanggaran pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Padahal Lia Eden tak pernah bermaksud menodai agama, apalagi melakukan penghinaan terhadap agama Islam yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang disampaikan semata-mata adalah Peringatan Tuhan. Fatwa Tuhan tentang penghalalan daging babi adalah merupakan reaksi Tuhan yang menginginkan perdamaian. Dukungan terhadap sholat dua bahasa Muhammad Yusman Roy, itu pun merupakan jawaban Tuhan yang melihat ayat-ayat suci Al Quran telah disalahgunakan menjadi mantera-mantera azimat untuk mengikat diri dengan jin penipu dan penyesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tak paham bahasa Arab. Ayat-ayat suci pun sepenggal-sepenggal disalin ke dalam azimat untuk tujuan tertentu. Lalu kalau itu turun-menurun dilaksanakan orang banyak, bahaya pembodohan semakin buruk. Ide Muhammad Yusman Roy itu dapat menahan laju pembodohan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam telah memberhalakan bahasa Arab. Bila tak pandai menyatakan doa dalam bahasa Arab, dianggap doa tak sampai ke Tuhan. Lalu, kalau Tuhan ingin meniadakan pemikiran seperti itu, maka kami pun memakai ide Muhammad Yusman Roy untuk menyuguhkan logika Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa menganggap Muhammad Yusman Roy telah menyesatkan dan telah melakukan suatu yang haram adalah sama saja memperbodoh umat dan menganggap Tuhan itu hanya mengerti satu bahasa. Bagi Tuhan, yang afdhal itu adalah bacaan sholat yang dimengerti dan pentakziman yang tulus. Maka sholat dua bahasa dengan bahasa yang dimengerti dapat menjadikan umat Islam yang tak paham bahasa Arab bisa memfokuskan niat dan pikirannya pada sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisakah melihat esensi sholat adalah menyembah Tuhan dengan tulus dan khusyuk? Tuhan yang disembah tak mengharamkan bahasa lain selain bahasa Arab. Dan Tuhan bukan hanya Tuhan Arab yang baru mau mendengar doa kalau dipanjatkan dalam bahasa Arab. Alangkah piciknya pemikiran semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reinkarnasi Nabi Muhammad di Jakarta dibantah dan dijadikan pasal dakwaan penodaan agama. Mau apa kalau Tuhan yang menghendaki? Nabi Muhammad berbangkit di Betawi takkan ada yang dapat membatalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, bangsa-bangsa Arab telah menjadi ancaman konflik perang. Di dunia ini, orang-orang Arab dicurigai sebagai teroris. Nama-nama yang berbau Islam/Arab selalu dipermasalahkan di negara-negara Barat. Karakter Arab dimusuhi dunia. Itu yang sudah timbul. Tak bisa dibantah hal itu. Coba saja Anda pergi ke Amerika lengkap memakai atribut Islam. Anda pasti bermasalah dengan petugas keimigrasian dan satpam di sana. Peperangan dengan umat Islam menjadikan orang-orang yang memakai atribut Islam sering diidentikkan dengan teroris. Musuh dunia itu kini adalah teroris dan itu identik dengan bangsa Arab. Karena itu Tuhan membangkitkan reinkarnasi Nabi Muhammad di sini. Mau tidak mau harus diterima dan seharusnya disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal itulah yang dijadikan pasal pelanggaran hukum Lia Eden. Tuduhan penodaan/penghinaan agama Islam dan telah meresahkan masyarakat yang tak pernah dilakukannya itulah yang menyebabkan Tuhan membalikkannya justru menempatkan umat Islam terhinakan sendiri melalui Fatwa-Nya, Penghapusan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan sengaja kami ciptakan sendiri untuk memadankan tuntutan terhadap Lia Eden. Dia tak pernah menciptakan keresahan, tapi dia dipenjara oleh karena tuduhan itu. Ketika dia masih dalam penjara, kami pun sengaja menciptakan keresahan itu sebagai pembalasan. Dan aku dengan sengaja menuliskan Surat Terbuka tentang ancaman gempa di Jakarta tanggal 23 Oktober 2006 yang lalu. Kepada siapa ancaman itu kami layangkan, yaitu kepada Presiden, jajaran pemerintah dan masyarakat serta seluruh kedutaan besar dan media massa? Niscaya Anda beranggapan perbuatan itu berdampak kontra-produktif bagi apa-apa yang diperjuangkan Lia Eden dan Komunitas Eden. Mereka semakin tak dianggap, apalagi dipercayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kan anggapan Anda. Aku sangat tahu apa yang sedang kuperbuat dan apa yang akan kujelaskan dan apa yang sedang kutuju. Bila Tuhan menghendaki, kejadian itu berdampak positif banyak bagi Komunitas Eden. Ah, Komunitas Eden itu sudah terbiasa dengan liukan siasatku. Mereka hanya tertawa kalau mengingat ide-ide nakalku. Aku memang lucu bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari pahala dengan bertakwa atas apa-apa yang diujikan Tuhan, merupakan subyek pencarian spiritual. Tapi bagi Komunitas Eden, semua yang terjadi, yang melukai hati dan yang mempermalukannya, sudah merupakan keadaan yang pasti diujikan demi jaminan kelanggengan ketakwaan yang ditargetkan atas diri mereka. Jadi, mau seberapapun kerasnya ujian kami, mereka diharapkan tetap bertakwa. Kalau tidak, mereka itu kami anggap tak sanggup memanggul Kerajaan Surga Tuhan. Dari situ, tinggallah hanya orang-orang yang tersuci dan tertakwa yang dapat kami andalkan sebagai orang-orang pemberani yang tahan terhadap segala cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahukah aku bahwa kejadian gempa itu takkan terjadi di tanggal itu? Ah, masa&amp;#8217; iya? Aku yang meminta menuliskannya, bukannya keinginan Lia Eden dan Komunitas Eden. Kami mengirimkan surat itu seminggu sebelum perkiraan kejadian. Apakah begitu sistem Pertolongan Tuhan, memberitakan secara mendadak dan umat tak sanggup melakukan apapun demi pengamanan dan keselamatannya? Itu kan hanya semacam basa-basi penyelamatan kalau begitu. Kalau ingin menyelamatkan, tentu dengan persiapan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tanggung-tanggung bila ingin menyelamatkan orang. Dan Surat Terbukaku yang kini itulah yang ingin kutuntaskan penjelasannya, mengapa Jakarta harus tertimpa Murka Tuhan, sebaik aku pun bersungguh-sungguh mempersiapkan mental pemerintah Indonesia dan penduduk Jakarta untuk menghadapi hal yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai penduduk Jakarta, sesungguhnya banyak di antara Anda yang sudah memperkirakan gempa besar itu. Niscaya Badan Meteorologi dan Geofisika juga sudah tahu akan hal itu. Jadi, anggap saja aku Rasul Tuhan yang hanya memantapkan kepastian adanya gempa dahsyat yang akan terjadi. Oleh karena itu, padankan saja keadaan yang kubayangkan dengan apa-apa yang pernah terjadi di Nias dan Aceh. Hanya di sini kan pusat pemerintahan? Maka musibah itu amat berat jadinya bagi seluruh bangsa dan perekonomian keseluruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tak mencantumkan tanggalnya. Tapi musibah itu berada pada kurun waktu akhir tahun ini. Sedangkan gambaran peta lokasinya masih tetap terpakai sebagaimana yang sudah terkirim. Maka masih banyak waktu untuk membuat persiapan pengamanan segala yang penting dan berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan Gempa di Jakarta Ada di Injil Surat Wahyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kujelaskan hal yang sesungguhnya. Begini, Jakarta itu memang akan tertimpa gempa yang dahsyat. Sedahsyat yang dikisahkan Injil dalam Surat Wahyu 16, bab Ketujuh Malapetaka ayat 18 dan 19 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Wahyu 16 ayat 18 dan 19:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. &amp;#8220;Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.&lt;br /&gt;19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kegeraman Murka Tuhan itu akan terjadi. Gempa dahsyat itu niscaya terjadi tak lama lagi. Tapi aku sudah mempersiapkan jiwa dan mental kalian melalui ujianku yang terakhir ini kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang berada dalam jadwal pensucian bangsa Indonesia. Anda semua sedang meniti jalan Sirathal Mustaqim seperti yang sudah kulaksanakan terhadap Komunitas Eden yang kucintai. Berhasil tidaknya Anda melalui jadwal pensucian bangsa itu, tak kusandarkan kepada mau tidaknya Anda disucikan. Semua disucikan sesuai dengan keadaan yang tiba pada masing-masing orang, mau tidak mau. Jadi, adalah lebih baik Anda menerima hal itu dengan penuh kesadaran. Apapun dosa-dosa Anda, tentu Anda tak suka menjadi korban runtuhan gempa atau tenggelam dalam lumpur beracun. Maka dengarkanlah aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah besar datang silih berganti sebagai Penghakiman Tuhan. Kerajaan-Nya yang tak mau diakui menghadirkan malapetaka-malapetaka akhir zaman yang sudah tertulis di Kitab-kitab Suci. Jadi, semua yang terjadi itu sesungguhnya jauh-jauh hari sudah dinubuahkan dalam Kitab-kitab Suci. Hanya Anda semua sajalah yang belum berani beranggapan inilah saatnya akhir zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah Anda terperdaya memperolok-olokkan kami, karena gempa seperti itu pasti terjadi. Lihatlah keadaannya olehmu sendiri di dalam Injil Surat Wahyu 18, bab Jatuhnya Babel. Babel adalah kota Jakarta. Dalam nubuah Babel di Surat Wahyu tersimpan penjelasan untuk masa kini di Jakarta. Keadaan yang seperti tertulis di bab Jatuhnya Babel akan dirasakan langsung di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kusalinkan lengkap bab Jatuhnya Babel di dalam Surat Terbukaku ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 1-20:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jatuhnya Babel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&amp;#8220;Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: &amp;#8220;Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: &amp;#8220;Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: &amp;#8220;Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.&amp;#8221;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya.&lt;br /&gt;10.&lt;br /&gt;Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: &amp;#8220;Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!&amp;#8221;&lt;br /&gt;11.&lt;br /&gt;Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka,&lt;br /&gt;12.&lt;br /&gt;yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam,&lt;br /&gt;13.&lt;br /&gt;kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.&lt;br /&gt;14.&lt;br /&gt;Dan mereka akan berkata: &amp;#8220;Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi.&amp;#8221;&lt;br /&gt;15.&lt;br /&gt;Mereka yang memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap,&lt;br /&gt;16.&lt;br /&gt;mereka berkata: &amp;#8220;Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa.&amp;#8221;&lt;br /&gt;17.&lt;br /&gt;Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh,&lt;br /&gt;18.&lt;br /&gt;dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: &amp;#8220;Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?&amp;#8221;&lt;br /&gt;19.&lt;br /&gt;Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: &amp;#8220;Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.&lt;br /&gt;20.&lt;br /&gt;Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.&amp;#8221;&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rahasia yang terkandung kutafsirkan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kota Babel adalah sebuah nama inisial yang penuh rahasia. Kujadikan penjelasan nasib masa depan kota Jakarta sebagai yang tertera dengan nama Babel dalam Injil Surat Wahyu. Kota Babel atau kota Jakarta tertulis sebagai kota yang dihakimi Tuhan. Sebab itu ada bab dalam Surat Wahyu yaitu bab Penghakiman atas Babel, bab Jatuhnya Babel, bab Babel tidak akan bangkit lagi, dan bab Nyanyian atas jatuhnya Babel. Babel tertulis dalam empat bab yang khas sekali. Maka itu berarti suatu peristiwa yang sangat penting disoroti Tuhan di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana Babel yang begitu telak dinyatakan dalam Surat Wahyu yang termaterai sebagai kota yang dimurkai Tuhan dan akan tertimpa musibah dahsyat? Sudah lama hal itu dipertanyakan, tapi tak seorang pun yang tahu. Bilamana kini kunyatakan Babel itu adalah Jakarta, tentu karena Wahyu-wahyu Tuhan sudah lama kami sebarkan di Jakarta. Berarti, setiap kalimat nubuah di Surat Wahyu itu berkenaan dengan kejadian-kejadian akhir zaman yang bertempat di mana Ruhul Kudus membahaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian akhir zaman yang berat telah tertulis di Surat Wahyu. Kini kejadiannya sudah terlaksana satu demi satu. Surat Wahyu merupakan surat termaterai yang hanya Ruhul Kudus yang akan membuka rahasianya. Peristiwa Babel yang dijanjikan sedang menuju waktunya. Dan dengan begitu, penjelasan Babel adalah Jakarta yang juga sedang menuju pada penggenapan nubuahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bermilenium waktu yang sudah lewat serasa sangat berharga ketika Injil nyata kebenarannya melalui rahasia Surat Wahyu yang terpaparkan. Melalui waktu 2000 tahun, makna ayat-ayat Surat Wahyu di Injil terbuka rahasianya. Dan itu adalah penggenapan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik apapun penjelasan seorang ahli kitab, takkan dia bisa menafsirkan Surat Wahyu sama dengan keadaannya yang sudah ditetapkan Tuhan untuk saat ini. Banyak penafsiran, tapi tak ada yang tepat selain penafsiran Ruhul Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Wahyu yang terbuka materainya mudah dicerna setelah keadaan yang dituju sudah sampai, walau sebelumnya rahasia itu tak ada yang dapat membukanya karena kalimatnya berbelit-belit dan tak bersahut satu sama lainnya. Ayat-ayat itu terdiri dari sandi-sandi melulu, janggal dan tak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujelaskan rahasia Surat Wahyu dari bab Jatuhnya Babel demi menjelaskan musibah besar yang akan melanda Jakarta. Surat Wahyu berbicara menjadi jawaban dari apa-apa yang sedang ingin kubuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa dan kebakaran yang akan menimpa Jakarta adalah penggenapan Surat Wahyu. Namun masa itulah yang merupakan juga masa pengharapan. Tapi hal itu disebutkan juga sebagai berita yang baik karena itu merupakan awal runtuhnya zaman iblis, bangkitnya kebenaran dan bertahtanya Kerajaan Tuhan. Dan semua itu merupakan kebahagiaan di Surga (Bab Nyanyian atas jatuhnya Babel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kujelaskan per kalimat ayat-ayat termaterai di bab Jatuhnya Babel Surat Wahyu 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  &amp;#8220;Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah Ruhul Kudus yang terlihat turun dari Surga dan yang mempunyai kekuasaan besar dari Tuhan dan yang akan membuat terang di bumi oleh kemuliaan yang diberikan Tuhan kepadaku, yakni sebagai Maharaja Eden, Tahta Suci Kerajaan Tuhan di dunia ini dan sekaligus sebagai Hakim Tuhan di atas bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon aku tak disalahpahami karena mengaku Maharaja Eden, Tahta Suci Kerajaan Tuhan. Seakan-akan aku mengakui diri sebagai Tuhan yang memiliki Surga-surga yang bertebaran di seluruh penjuru semesta. Aku hanya ditugasi berkewenangan mengurusi Kerajaan Surga-Nya hanya yang di atas bumi ini. Kewenanganku hanya sebatas masa Kerajaan-Nya dilaksanakan di atas dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kefungsian Ruhul Kudus selalu dihadirkan setiap menjelang kiamat untuk menyatakan Kerajaan Surga-Nya dan Penghakiman Tuhan di bumi. Banyak bumi dan banyak Surga di alam semesta. Karena aku yang telah ditunjuk Tuhan untuk diamini di Kerajaan Surga Eden milik-Nya di dunia ini, maka niscaya Perintah Tuhan yang kubawakan itu diamini oleh seluruh makhluk-Nya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, manalah mungkin aku diciptakan hanya menjadi salah satu raja dari raja-raja yang ada di atas dunia ini? Maka, aku adalah Maharaja di dunia ini. Perintah dan amanat-amanat Tuhan-lah yang menempatkan aku harus dijunjung sebagai Maharaja. Lagipula, untuk apa malaikat diangkat menjadi raja di atas bumi ini kalau tak ada kiamat yang sedang mendatangi? Pengadilan Tuhan dan Kerajaan Surga-Nya hanya difungsikan di hari menjelang kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitakan ayat-ayat Penghakiman Tuhan dan mensucikan umat manusia di Surga Eden dan melaksanakan segenap Firman-firman Tuhan melalui Kerajaan-Nya, Eden. Walaupun aku ini adalah malaikat yang merupakan makhluk gaib, tapi ayat ini sudah menyatakan &amp;#8216;terlihat malaikat turun dari Sorga&amp;#8217;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah-risalahku yang menggemparkan dapat dilihat nyata, dan tingkah lakuku sangat extraordinary sehingga terasa sosokku. Namun aku pun sanggup tampil mewujud bila diperlukan. Anggap saja aku ini Rasul Tuhan yang unik, tak suka berbasa-basi, suka berterus terang, mudah diketahui gelagat keberadaanku. Semua orang tersanggupkan berbicara secara batiniah denganku di manapun dia berada. Sucilah dan aku akan mencerahkanmu dan membawamu ke jalan yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  &amp;#8220;Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: &amp;#8220;Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti, takkan lama lagi aku memang akan berseru tentang keruntuhan kota Babel atau Jakarta. Sekarang ini aku sudah mulai memperingatkannya. Berhati-hatilah, karena bencana besar itu memang dahsyat sekali. Mana mungkin Kitab Suci Injil salah menuliskannya kalau itu adalah nubuah untuk masa depan yang suram? Maka jangan menganggap enteng peringatan kami ini. Kalau sudah tertulis di kitab suci, maka pasti itu akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran Injil yang diragukan umat Islam kami angkat ke permukaan dan anggapan itu dihakimi Tuhan dengan cara mengungkapkan kebenaran Injil dengan cara seperti ini. Nubuah Surat Wahyu Jatuhnya Babel diutarakan Tuhan di Jakarta pada saat umat Kristen di sini sedang dilukai hatinya, dimusuhi dan gereja-gerejanya dibom, pendetanya dibunuh dan diintimidasi dan dipersulit mendirikan rumah ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan dalam ayat kedua itu bahwa kota Babel yang diruntuhkan Tuhan adalah kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung najis dan yang dibenci. Sebab apa burung-burung dinajiskan dan dibenci? Kalimat itu membingungkan karena burung-burung apa yang najis dan dibenci selama ini? Makhluk burung itu menyenangkan karena jinak dan bermanfaat. Bentuknya menarik dan indah, suaranya merdu. Apa pasal mereka dikatakan najis dan dibenci? Pasti keliru kalimat itu dan tak mungkin mendapat penjelasan yang leluasa sampai peristiwa akhir zaman telah tiba saatnya. Kalau yang dimaksudkan itu adalah unggas yang menyebarkan flu burung, maka ayat itu pun mengena dan pas untuk zaman ini. Itu tandanya nubuah Surat Wahyu itu kongkrit akurat untuk suatu masa yang dinantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula mengartikan roh-roh jahat dan roh-roh najis? Kalau sampai Neraka hunian itu adalah Jakarta/Babel, niscaya Jakarta dipenuhi manusia jahat. Kalau tidak, takkan Tuhan menyebutkan Fatwa-Nya yang terberat itu di sini. Karena bila Tuhan sampai menyebutkan Fatwa-Nya yang terberat di suatu tempat, itu karena penduduknya telah menyebalkan Tuhan. Dan kalau sampai pengalaman kami di sini mendatangkan Murka dan Kutukan-Nya, nah, begitulah dikatakan Jakarta/Babel tempat kediaman roh-roh jahat dan roh-roh najis. Orang-orang yang memberi kendala terhadap Amanat-amanat Tuhan yang kubawa ini, adalah yang menjadi roh-roh jahat dan najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta dijadikan Tuhan sebagai tempat persembunyian roh-roh jahat dan roh-roh najis karena di sinilah Berita Penghakiman itu disebutkan dan diberitakan. Orang-orang jahat dihakimi sesuai dengan dosa-dosanya. Karena itu, pengadilan sangat sibuk dan penjara-penjara menjadi sangat penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghakiman Tuhan dinamis dan nyata di segala tempat. Semua orang pun menyaksikan Pengadilan Tuhan yang di luar pengadilan dan penjara. Bencana dan musibah besar-besaran melanda seluruh dunia, apalagi di negeri ini yang dikutuk Tuhan. Tulah-tulah bertebaran mengenai siapa-siapa yang berdosa. Semua kesalahan dan kejahatan akan berbalik menimpa semua orang yang melakukannya, termasuk penghakiman massa yang saat ini sering terjadi. Kegeraman massa terhadap pelaku kejahatan beriring dengan kejahatan anarkisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, siapa yang pernah mengira berita Penghakiman Tuhan tak bisa dimengerti? Tak bisakah dimengerti mengapa kini seakan merupakan musim kelahiran kembar siam dan kelahiran bayi-bayi yang mengerikan bentuknya? Bayi lahir tanpa dinding perut atau tulang batok kepala dan kelahiran bayi-bayi setengah binatang, bayi bersisik seperti ular atau ikan, biawak yang lahir dari rahim seorang ibu dan lain-lain. Itulah kenyataan Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mengerikan menyaksikan bayi lahir berkepala dua. Adakah Tuhan asal menempelkan organ tubuh pada bayi-bayi malang itu? Asal Anda tahu bahwa mereka bukan hasil kekejaman Tuhan, melainkan dosa-dosa umat manusia yang sudah melampaui batas itu pun dinyatakan pembalasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudahi akumulasi dosa-dosa buruk. Tuhan sudah jengkel melihat perilaku umat manusia. Kalau tidak kesal, masa&amp;#8217; Tuhan mau menciptakan kelahiran-kelahiran bayi seburuk itu? Perilaku umat manusialah yang menyebabkan Tuhan memperlihatkan Pembalasan-Nya. Ruh-ruh najis diungkapkan seperti kelahiran bayi-bayi dalam bentuk musykil dan menyeramkan. Itulah kenyataan yang dimaksudkan ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afiliasi keadaan Neraka yang ingin diungkapkan Tuhan dipastikan kejadiannya dinyatakan di Indonesia. Karena pada saat yang sama, Tuhan membangun Surga-Nya juga di sini. Kepatutan Neraka akan diperhitungkan Tuhan penyajiannya seiring dengan kepatutan keadaan Surga-Nya pula di sini. Bayi-bayi suci yang akan menggantikan generasi Neraka dipersiapkan Tuhan lahir dari Surga Eden. Suami istri yang suci akan melahirkan generasi suci yang cerdas dan yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &amp;#8220;Karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta merupakan kota metropolitan yang penuh dengan percabulan, percabulan politik maupun kemaksiatan. Korupsi dan mafia peradilan adalah dosa-dosa buruk yang keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan muda tak lagi punya rasa malu. Goyang dangdut yang seronok dan cabul ditengarai sebagai tarian yang disukai masyarakat segala lapisan. Pemujaan terhadap artis dangdut setara dengan pemujaan kepada ratu. Kehidupan artis dangdut memukau seluruh masyarakat hingga ke desa-desa. Goyang tubuh seksi merajalela sampai ke anak-anak yang baru belajar tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan menyentuh lapisan terbawah hingga yang tertinggi. Manusia keji sanggup membunuh karena ulah perselingkuhan. Perilaku homo dan lesbian pun bertebaran tak merasa rikuh. Pelacuran dan seks bebas tak terbatas telah meliputi seluruh lapisan. Seluruh pelosok kota Jakarta diliputi kemaksiatan. Itulah yang dimaksud dengan percabulan dalam ayat 3 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 4:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  &amp;#8220;Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: &amp;#8220;Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menyeru kepada orang-orang yang beriman sebagaimana Yesus menyerukan umatnya agar menjauh dari hingar-bingar para pendosa, supaya mereka tidak mengambil bagian dalam dosa-dosanya. Seperti itulah umat Kristen yang memilih diam dan tak melawan kekerasan dengan kekerasan saat mereka dizalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 5:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  &amp;#8220;Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Ruhul Kudus, telah turun ke dunia memberi nasehat kepadamu semua. Itulah, karena dosa-dosa telah bertimbun-timbun sampai ke langit. Dan Tuhan dengan penuh kasih selalu mengingatkan melalui risalah-risalah yang telah kami sebarkan selama bertahun-tahun. Sampai kapanpun, Tuhan Yang Maha Kasih selalu lebih suka memperingatkan dengan penuh kasih daripada menyatakan Murka-Nya. Tapi Andalah semua, sebangsa, yang telah menyebabkan Tuhan terpaksa mengeluarkan Kutukan-Nya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 6:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &amp;#8220;Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Tuhan murka, niscaya maha hebat. Karena manalah sesuatu dapat disebut Murka Tuhan bila terlihat biasa-biasa saja. Luapan lumpur di Porong-Sidoarjo merupakan reaksi alam yang penuh misteri dan tak bisa ditanggulangi dengan cara apapun. Biarkanlah kami kau bantah terus-menerus, tapi luapan lumpur di Porong-Sidoarjo itu tetap kukatakan adalah terkait langsung dengan kami. Kalau itu tak dipercaya juga, biarlah aku menyatakan bahwa itu adalah gejala kiamat dan itulah kenyataan Neraka, padahal akulah yang datang membawa turun ke bumi Surga Eden. Dan kita pun sama-sama berbahasa dengan bahasa logika kita masing-masing, sesuai dengan apa yang kita maklumi. Seperti apa yang Anda perbuat dan bagaimana luapan malapetaka itu terjadi, itulah jawaban dari ayat ke-6 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 7:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7. &amp;#8220;Berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini sangat sulit dimengerti. Kata-katanya aneh dan tak saling bersambung. Baru jelas kalimat ini setelah waktunya sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah menetapkan Siksaan-Nya dan masa perkabungan bagi Lia Eden. Di penjara inilah masa perkabungannya. Dan siksa fisik yang dideritanya dalam penjara justru datangnya dari Tuhan sendiri. Teman-teman sesama narapidana sekamarnya bersaksi betapa Lia Eden sepanjang waktu menderita sakit. Sesungguhnya penyakitnya adalah takdirnya, yang tertera sebagai penyakit yang disengaja Tuhan untuknya. Ketahanannya dalam penderitaan itu adalah karena rasa sayang dan cinta sesama narapidana di kamarnya. Merekalah yang bergantian merawat Lia Eden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di penjara, justru Tuhan menguji Lia Eden secara fisik. Berbagai macam derita sakitnya mendera selama dia dipenjara. Tuhan ingin melihat ketahanan Lia Eden mempertahankan sumpahnya kepada Tuhan saat dia mengalami keadaan yang paling buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat naas seperti ini, tengok saja tambahan ujian batin kepadanya melalui risalah ramalan gempa yang satu itu. Dia ditempatkan Tuhan sebagai orang yang paling patut diingkari saat dia lemah tak berdaya sama sekali. Dia adalah orang yang merasa sangat benar dan sangat dekat dengan Tuhan, bahkan dijadikan Ratu Eden. Tapi sesaat dia ditampakkan seperti orang yang dikelabui setan, meramal tapi tak terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang seperti dia, yang masyuk spiritualnya dan telah bersumpah setia kepada Tuhan dan yang selalu bertaat mutlak kepada Tuhan tapi sengaja diperlihatkan diingkari Tuhan, maka kesedihan macam apa yang dibiarkan Tuhan terjadi padanya itu? Tak terduga tapi menghempaskan ke kedalaman spiritual yang paling ganas dan mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, perbedaan sedikit saja dapat menyebabkan kematian. Lihat saja nasib ustadz Muhammad Ali di Bogor dan Tibo cs. Manalah dia bisa menghindari penghakiman semacam itu dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala kesalahan fatalnya memang sedang ditunggu umat Islam yang sudah tak sabar ingin menghakiminya, Tuhan mau menguji keimanan Lia Eden dan Komunitas Eden sampai ke tahap yang seperti itu, yaitu sampai merasakan kehilangan pijakan di saat dia baru saja menyampaikan Fatwa Tuhan mengenai Penghapusan Agama Islam. Dia butuh pembuktian dari Tuhan, tapi ujiannya justru sebaliknya. Mau apa kalau Ujian Tuhan memang mematikan seperti itu? Harus tampil nyata Ujian Tuhan yang setaraf itu di hadapan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia mati, itu kesalahan fatal umat Islam. Dan kalau dia tetap hidup, itulah kemenangan darinya. Sekecil apapun risiko yang harus dialaminya, takkan lebih ringan dari hukuman mati. Mana mungkin bisa hidup orang yang telah menyatakan Penghapusan Agama Islam? Nah, bila ia ditempatkan Tuhan menjadi orang yang terlihat tak dibenarkan Tuhan ramalannya, niscaya matilah hukumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurutku, ujian Tuhan kepadanya kali ini sebenarnya tak tertanggungkan olehnya. Kalau dia tetap bertahan beriman kepada Ruhul Kudus yang telah menjebaknya ke dalam cobaan itu, berarti dia paham pada situasi tempat dia berpijak, dan itulah ketakwaannya kepada Tuhan ketika Tuhan mempermalukannya. Seyogyanya masyarakat mau mempertimbangkan perasaannya dan perasaan Komunitas Eden yang bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka mengangkat muka kembali? Bahkan bagaimana cara untuk memalingkan muka dari hal yang sangat mempermalukan mereka itu? Itulah ujian keimanan yang substansial sekali. Kalau mereka tak beranjak menjadi ingkar kepadaku dan kalau mereka berani melanjutkan hidupnya bersamaku dalam takdir ini, maka itulah kebenaran substansial yang kusodorkan kepadamu semua. Itulah anak-anak didikku yang lulus tes. Anda semua sedang dilibatkan menyaksikan ujian Tuhan kepada Utusan-Nya, Lia Eden dan Komunitas Eden yang bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat terakhir Surat Wahyu 18 ayat 7 kuartikan sebagai berikut: Tahta Suci Kerajaan Eden dinafikan. Ratunya bukanlah seorang janda walaupun telah bercerai dari suaminya. Karena sekarang suaminya adalah malaikat yang tak terlihat, yaitu Jibril. Walaupun dia selalu teraniaya dan dibenci, bahkan selalu terancam nyawanya, tapi dia tak pernah berkabung karena kesuciannya membawanya selamat dalam perlindungan Tuhan. Dosa-dosanya disiksakan Tuhan sampai tuntas. Seperti mandi sampai bersih, itulah dia yang harus menggenapkan pensuciannya setelah dia menikmati kemewahan dan kemuliaannya sebagai salah seorang selebriti di negara ini. Dosa-dosanya harus ditebusnya sampai pada kemurnian tanpa noda lagi, demi mengamankan hirarki bidadari di Surga. Karena dia bersama Jibril mengurusi Surga Eden di dunia manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 8:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;8. &amp;#8220;Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke penjelasan tentang kota yang dikutuk Tuhan, yaitu Jakarta nan indah dan penuh dengan kemewahan dan kemuliaan. Ayat ke-8 menyatakan Babel/Jakarta akan didatangi malapetaka suatu hari. Seperti kota Sodom dan Gomorah yang dilaknat Tuhan juga, begitulah kota Jakarta runtuh oleh berbagai malapetaka, mulai dari gempa seperti yang tertera dalam Surat Wahyu 16 ayat 18. Dan di Surat Wahyu 18 ayat 8 ini juga disebutkan tentang kebakaran, kelaparan dan penyakit sampar yang dalam hal ini telah kupaparkan. Kutukan penyakit kulit yang ganas dan akut tertera pada risalahku yang lampau. Itulah penyakit sampar yang lebih keras. Karena yang ini merebak dengan cepat dan ganas, bukan lagi bersifat kronis seperti sampar zaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini saja kota Jakarta sudah sering dilanda kebakaran hebat, apalagi Tuhan sudah memfirmankan bahwa Babel akan mengalami perkabungan dan ia akan dibakar dengan api. Apapun itu artinya, taklah merupakan malapetaka kebakaran biasa, melainkan kebakaran yang menunjukkan kutukan Tuhan yang menjadikan api sebagai Neraka-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 9:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;9. &amp;#8220;Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja-raja uang penanam modal asing dan para konglomerat yang telah menanamkan investasinya di negeri ini dan di Jakarta meratapi investasi modalnya yang hangus terbakar dan yang runtuh oleh gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 10:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10.  Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: &amp;#8220;Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu jam saja penghakiman atas kota Babel/Jakarta, musnahlah segala kebanggaan kota Jakarta. Kehancurannya tersaksikan oleh dunia. Kerajaan Tuhan yang dinyatakan berada di Jakarta akan terlihat bertulah karena diabaikan. Bangsa-bangsa lain menyaksikan tulah kutukan Kerajaan Tuhan sehingga mereka tak berani mendekat, takut ikut terkena kutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 11:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &amp;#8220;Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka,&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kehancuran Jakarta adalah kehancuran Indonesia. Pedagang-pedagang asing ikut berkabung karena perekonomian mereka ikut terkena dampaknya. Banyak investasi asing terikut hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 12 dan 13:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &amp;#8220;yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam,&lt;br /&gt;13. kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Indonesia yang padat dan berjumlah 200 juta lebih adalah andalan pasar produk-produk negara-negara maju sebagaimana jenis komoditi yang telah disebutkan dalam Injil Surat Wahyu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 14:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &amp;#8220;Dan mereka akan berkata: &amp;#8220;Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi.&amp;#8221;&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah demi musibah yang menimpa Indonesia mengubah nasib negeri ini. Musim kering dan serangan hama yang sulit diberantas juga menyebabkan Indonesia sulit mengekspor hasil pertaniannya seperti buah-buahan. Bangsa ini menjadi miskin oleh deraan penderitaan hingga segala yang mewah dan indah pun juga ikut lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 15:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &amp;#8220;Mereka yang memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap,&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang mewah yang biasa dipajang di mal-mal dan pameran-pameran dagang dan yang menghiasi gedung-gedung pencakar langit dan hotel-hotel mewah dan lain-lainnya menjadi hancur. Dan para pebisnis yang selama ini makmur dari perdagangannya di negeri ini takut mendekat karena mereka takut akan siksa Tuhan yang tersaksikan yang menimpa Jakarta dan bangsa Indonesia. Kutukan terhadap Indonesia begitu terkenal sebab surat-surat yang sudah kami layangkan telah diamati semua bangsa, sehingga ketika segala musibah menerjang, habislah Indonesia. Semua bangsa hanya akan terpaku dan tak berani mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 16:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;16. &amp;#8220;mereka berkata: &amp;#8220;Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa.&amp;#8221;&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah menyaksikan Tangan Tuhan yang sangat kuat menghancurkan. Dalam waktu hanya satu jam saja, negara Indonesia binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 17:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &amp;#8220;Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh,&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pun pelayaran di dermaga-dermaga akan menjadi sepi. Siapa yang mau berbisnis dengan bangsa yang terkutuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 18:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;18. &amp;#8220;dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: &amp;#8220;Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?&amp;#8221;&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah kebakaran yang terjadi nanti di Jakarta dan Indonesia dikenang sebagai penjelasan kerasulan yang ditandai tak pernah terjadi sebelumnya di manapun sehingga mereka bertanya: &amp;#8220;Kota manakah yang sama dengan kota besar itu?&amp;#8221; Begitulah kami katakan kutukan itu seperti pembinasaan pada kota Sodom dan Gomorah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 19:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. &amp;#8220;Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: &amp;#8220;Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puing-puing dan debu-debu yang berhamburan membahana seperti kiamat yang menderu. Debu-debu karena gempa dan letusan gunung serta kabut asap dari kebakaran hutan dikiaskan menimpa penduduk negeri ini dan penduduk negara-negara tetangga yang terhamburi debu dan kabut asap di kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mereka menyayangkan kehancuran kota Jakarta yang selama ini telah membuat mereka kaya dan sukses. Sungguh mereka heran karena hanya dalam jangka waktu satu jam saja, semuanya telah menjadi binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Wahyu 18 ayat 20:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &amp;#8220;Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah itu, bersuka citalah semua orang karena Kerajaan Surga Tuhan sudah diakui. Para nabi di Kerasulan masa kini boleh bernafas lega karena Ruhul Kudus pun bebas berprakarsa mengajak umat manusia seluruh dunia mencari keselamatan di Kerajaan Tuhan ini. Begitulah kisah kerasulan di zaman ini. Semua yang kami tuliskan ini bukanlah sebuah dusta. Mungkinkah ini dusta, padahal kejadian yang kami sebutkan ini terasa pas dengan kalimat-kalimat dalam Injil Surat Wahyu ini? Mana mungkin apa-apa yang tidak pas dapat kukaitkan? Keadaan dunia saat ini mengena dengan apa-apa yang dinubuahkan Surat Wahyu. Jadi apalah sulitnya menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Tuhan kekal sepanjang zaman. Inilah kisah dari Surat Wahyu 18 yang kekal, karena kejadiannya baru terlaksana pada tahun 2006 di negeri ini. Saat Kerajaan Tuhan dan Surga Eden dipandang enteng dan dizalimi. Inilah kisah para Rasul Eden di zaman ini yang dibela Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Wahyu 18 Terkait dengan Surat At Taubah ayat 3 di Kitab Suci Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selanjutnya, untuk melengkapi berita Surat Wahyu 18, kubuatkan sebuah penjelasan dari Al Quran Surat At Taubah ayat 3 yang ingin kujelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat At Taubah ayat 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Taubah 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;#8220;Dan suatu pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik, sebab itu jika kamu (kaum musyrikin) taubat, itulah yang paling baik bagimu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Raya Idul Adha yang akan datang ini, telah datang pemberitaan dari Tuhan. Melalui penjelasan ini, ingin kuberitahukan bahwa sudah pada saatnya Tuhan dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik yakni bangsa Indonesia yang dimurkai Tuhan. Sebab itu, bila Anda semua mau bertaubat mengubah persepsi terhadap kami dan mau mengakui Kerajaan Surga Eden, itulah yang paling baik bagi bangsa ini. Namun jika mau berpaling, begitulah Tuhan itu tak mungkin dapat dilemahkan. Dan itulah perbuatan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azab yang pedih diancamkan Tuhan. Sebab itu, aku melayangkan Surat Terbuka ini yang sekali lagi memperingatkan akan terjadinya gempa besar di Jakarta tak lama lagi. Jangan abaikan peringatanku ini, walau aku sudah pernah mengancam Anda sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya justru di Surat At Taubah ayat 3 ini terwujud pesan yang sesungguhnya tentang azab pedih yang akan terjadi di sini. Katakanlah, bahwa aku sesungguhnya hanya menyimpan &amp;#8216;kartu As&amp;#8217;-ku pada ayat 3 Surat At Taubah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada khalayak sudah kujelaskan tafsir yang lebih jauh dan jelas tentang Surat Wahyu 18 bab Jatuhnya Babel dan Surat At Taubah ayat 3 sebagai berita baru yang menjelaskan keadaan yang sesungguhnya yang wajib kami sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama Tuhan Yang Maha Kekal, kami, Rasul Allah, bersumpah atas nama Injil dan Al Quran, ingin menyelamatkan bangsa Indonesia dari buruknya akibat gempa yang akan terjadi. Atas nama Tuhan Yang Maha Kekal, aku tak lain adalah Ruhul Kudus yang menyandang penyelamat umat manusia dan bangsa Indonesia yang didatangi Tuhan dan Kerajaan Surga-Nya. Jangan sangsikan berita kebenaran Injil dari Surat Wahyu 18 dan Al Quran dari Surat At Taubah ayat 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan semua pihak bersedia menahan diri membaca risalah kami ini, kami akan berusaha membawa bangsa ini mengurangi beban yang akan menimpanya. Kami telah membayangkan suatu keadaan yang sangat berat yang akan terjadi. Jangan kami dianggap meneror dan meresahkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Pilahkan kesalahan yang kami sengaja di surat kami yang lampau. Sungguh hal itu telah kami jelaskan alasan-alasannya. Maka lepaskan anggapan itu, sebab aku ini Ruhul Kudus yang hanya menyampaikan apa-apa yang sudah tertulis di Surat Wahyu 18 dari Kitab Suci Injil dan peringatan keras Tuhan di Surat At Taubah ayat 3 dari Kitab Suci Al Quran, sebaik itu adalah wawasan yang sengaja kucanangkan demi penyelamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa-siapa yang menganggapku berdusta dan hal tersebut tak mungkin terjadi, mereka sendirilah yang merugi. Tapi aku sudah mengabarkan kepadamu amanat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semoga semua terbuka lapang menerima segala ketetapan Tuhan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jakarta, 10 November 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;Jibril Ruhul Kudus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href='http://www.mahoni30.org/'target='_blank'&gt;www.mahoni30.0rg&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Ajaib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya pada hari Selasa, 21 Oktober 2008, Pukul 10.15 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyu Tuhan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;#8220;Kami akan segera mempertunjukkan keajaiban-keajaiban terbaru yang maha muskil. Dan untuk itu, Aku menitahkan para Rasul Eden menjalani Ibadah Kedap, yaitu mengisolir diri dan tirakat menyatukan ruh dan jiwa mereka dengan Kami tanpa mengikuti berita apa pun dari media massa elektronik maupun media cetak. Demikianpun termasuk pemberitaan dari masyarakat sepenuhnya. Kularang mereka berkomunikasi keluar dan menerima komunikasi dari luar, termasuk dari keluarga dan kerabat mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang pengisoliran atas warga Eden, Aku memberdayakan pembalikan keadaan sepenuhnya. Wahyu-wahyu-Ku patut disakralkan dan untuk itu Aku segera memulai menyatakan Diri dengan cara yang berbeda. Aku membuktikan akan menyita uang-uang haram di tempat penyimpanannya di seluruh dunia. Sebagaimana hal itu Kuakui melalui keraibannya uang Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dari rekening pribadinya, perihal semacam itu segera akan banyak terjadi. Dan Aku-lah yang bertanggung jawab atas hal semacam itu sebagaimana takdir itu sudah tertuang di dalam Alkitab Injil Wahyu 3 ayat 3:&lt;br /&gt;Injil Wahyu 3 ayat 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  &amp;#8220;Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertaubatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pula sudah sampai saatnya Malaikat Jibril Ruhul Kudus membenahi keadaan secara langsung. Dia akan menjelma sebagai manusia dengan sosok yang sama dengan Lia Eden. Lia Eden menetap di Istana Eden dan sedang menjalani Ibadah Kedap, jadi yang terlihat di tengah masyarakat yang ditemui itu adalah Malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril Ruhul Kudus dapat melakukan penampakan di mana pun di dunia ini dan dapat menjelma lebih dari satu, dan tampil di wilayah yang berbeda walaupun pada hari yang sama. Dia adalah malaikat yang ternampakkan berjalan-jalan di atas bumi dan dapat berbahasa apa pun dan berpengetahuan luas sehingga dapat menjabarkan ilmu apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa pun yang ditemuinya, kiranya dapat mempertanyakan jalan keluar masalah-masalah yang berat dan yang sulit diatasi, karena itulah petunjuk-petunjuk yang Kuamanatkan kepadanya demi membenahi keadaan dunia yang sedang dilanda banyak kesulitan. Demikian yang dimaksudkan dalam Al Quran Surat Al Israa&amp;#8217; ayat 95.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al Israa&amp;#8217; ayat 95:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95.     Katakanlah, &amp;#8220;Kalau sekiranya di bumi itu ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan dan menetap, niscaya akan Kami turunkan atas mereka dari langit seorang malaikat sebagai Rasul.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah masanya ayat tersebut di atas berlaku. Dan Aku menyatakan bahwa akan banyak terjadi keajaiban-keajaiban di dunia ini. Dan semua itu terjadi demi suatu hal, yaitu demi memberdaulatkan Kerajaan Eden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya para Rasul Eden tak bisa ditanyai tentang segala keajaiban yang terjadi, maka mereka Kunyatakan terlepas dari segala tanggung jawab dari apa-apa yang sedang Kukerjakan, dan mereka bahkan tak mengerti apa yang sedang terjadi. Demikian Aku permaklumkan akan adanya banyak peristiwa-peristiwa ajaib di seluruh dunia. Dan terimalah itu sebagai kesahihan Kerajaan Eden, yang merupakan Kerajaan Tuhan Yang Maha Kuasa.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 21 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril Ruhul Kudus&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;Wahyu Tuhan di Bulan Desember 2008&lt;br /&gt;Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertera Wahyu Tuhan yang turun pada hari Minggu, 23 November 2008, pukul 09.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Tuhan:&lt;br /&gt;Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada kesimpulan bahwa Anda benar-benar tak bersedia mematuhi-Ku. Maka Aku pun telah sampai pada batas waktu yang patut Kuberikan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Surat-Ku yang berisi fatwa penghapusan kedaulatanmu sebagai pemimpin negara Indonesia. Aku takkan memberimu peluang untuk terpilih kembali, dan pemerintahanmu ini akan berakhir chaos, dan negaramu Kubuat tak berdaya, karena Aku menundukkanmu, dan Aku akan mendirikan Kerajaan-Ku dengan segala cara!&lt;br /&gt;Perubahan drastis akan segera terjadi seusai Surat-Ku ini sampai kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jakarta, 23 November 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ruhul kudus&lt;br /&gt;Jibril Ruhul Kudus&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan Agama&lt;br /&gt;Wahyu Tuhan Yang Maha Esa - 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;#8220;Dan Aku-lah Tuhan yang berkata-kata, yang tiadalah yang lain selain Tuhan Yang Maha Adil. Dan Aku-lah Tuhan Yang Maha Menghakimi. Dan telah Kudengarkan Jaksa Penuntut Umum dan Kunilai inilah kekualatan dan kebiadaban karena sesungguhnya Aku mengutus Syamsuriati Lia Eden sebagai utusan-Ku untuk menolong umat Islam. Dan Kukatakan bahwa sesungguhnya ruh Nabi Muhammad adalah ruh Muhammad Abdul Rahman. Maka apabila saat ini Kerajaan-Ku didustakan dan utusan-Ku dipenjarakan dan dituntut semaksimal tuntutan, maka dengan ini Kukatakan bahwa sesungguhnya yang telah mencelakai utusan-Ku dan yang mendustai Kerajaan-Ku, yang padahal Kerajaan-Ku yang akan menolongnya dan yang akan membawakan perintah-Ku turun ke dunia. Maka sesungguhnya mereka adalah umat yang zalim. Dan umat Islam yang diwakili oleh MUI dan ulama-ulama yang menjadi pelapor, mereka itulah yang bertanggung jawab atas keputusan-Ku sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Fatwa-Ku ini Kupertimbangkan dengan alasan mengingat umat Islam telah merusuhi dunia dan telah meluas terorisme, anarkisme dan brutalisme dan telah merusak rumah-rumah ibadah umat yang lain maupun umat Islam sendiri, dan kini telah menolak Kerajaan-Ku dan menolak utusan-Ku. Oleh karena itu, umat Islam telah Kunilai menganiaya nabinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengarkanlah Fatwa-Ku bahwa hari ini, hari ini Kuumumkan di hadapan majelis hakim dan di hadapan umat Islam seluruh dunia yang sedang datang kemari menjadikan pusat perhatian negeri ini. Oleh karena itu, aku mengatakan bahwa dari semua kesalahan itu, Malaikat Jibril sebagai utusan-Ku adalah Hakim-Ku yang berhak menghakimi semua yang bersalah di dalam mengadili Lia Eden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hal ini, Aku pun berfatwa yang maha berat bahwa sesungguhnya Aku telah melihat umat Islam telah menodai agamanya sendiri, telah menjadikan agama-Ku sempit dan telah menjadi buruk. Mereka telah mengkhianati nama-Ku dan agama-Ku. Oleh karena itu, Aku memutuskan menghapuskan agama Islam dari sisi-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Fatwa-Ku yang terkeramat dan yang terberat bagi umat Islam. Dan kepada negeri di mana Aku mengucapkan Sumpah-Ku dan mengucapkan Fatwa-Ku yang maha berat ini, maka negeri ini akan terkepung oleh bencana dari segala penjuru dan umat Islam akan menderita kekalahan dalam apapun yang diperbuatnya dan akan Kuhinakan di hadapan umat-umat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Fatwa-Ku penghapusan agama Islam. Dan dengarkanlah akibat daripada perbuatan majelis ini. Demikian.&amp;#8221;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PN Jakarta Pusat, 23 Juni 2006, usai pembacaan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang ingin mengetahui secara rinci tentang ajaran komunitas Eden, silahkan &lt;a href='http://www.mahoni30.org/'target='_blank'&gt;klik di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-4228670249231517303?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/4228670249231517303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/12/tahta-suci-kerajaan-tuhan-lia-eden-dan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4228670249231517303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/4228670249231517303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/12/tahta-suci-kerajaan-tuhan-lia-eden-dan.html' title='Tahta Suci Kerajaan Tuhan ; Lia Eden dan Penghapusan Agama'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/SUgW_x3M04I/AAAAAAAAAIQ/quEc6XS7mvk/s72-c/bersuci_bersama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-2744678745502780915</id><published>2008-12-12T02:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:05.043-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lebaran Qurban dan Signifikansinya bagi Transformasi Sosial</title><content type='html'>Oleh : &lt;a href="http://bahauddin-amyasi.blogspot.com"&gt;Bahauddin Amyasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Setelah beberapa hari saya mudik ke kampong kelahiran, di ujung timur pulau Madura sana untuk ber-idul adlaha bersama keluarga dan sanak famili, ada kerinduan yang mendalam untuk menjenguk para pengunjung diblog ini. Ah, ternyata ada banyak tamu yang mampir.  Ada &lt;a href=http://khudorisoleh.blogspot.com/&gt;Pak Khudari Saleh&lt;/a&gt; dosen tetap UIN Malang, Saudara &lt;a href="http://mudatsir.blogspot.com/"&gt;Mudatsir&lt;/a&gt;  dan tamu-tamu yang lain. Senang rasanya bisa bersapa-ria kembali dengan mereka dalam kebersamaan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ahlan wa sahlan fi hadzihil mudawaanah &amp;#8230;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, kebersamaan dan silaturrahim merupakan ajaran mulia yang ditanamkan setiap agama, termasuk Islam. Dan, kebetulan kita yang beragama Islam telah melaksanakan ibadah iedul adlha, dengan simbolisasi &amp;#8220;pengorbanan&amp;#8221; hewan qurban. Inilah yang menjadi alasan utama saya menulis kembali di artikel ini, pasca mudik kemarin. Terlebih setelah mendapat suntikan motifasi dan semangat dari dosen saya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pak Nukman, M.Ag&lt;/span&gt; yang enerjik dan selalu semangat untuk membimbing anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iedul Qurban dan Transformasi Sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, Senin 08 Desember 2008 umat Islam merayakan lebaran qurban (iedul adlha). Bagi setiap agama, hari raya adalah hari istimewa di mana kekudusan Tuhan menjadi sentral pengabdian dan benda-benda di sekelilingnya tiba-tiba menjadi kian nisbi. Hari raya tidak saja mengandung ritus-ritus, tapi juga sarat dengan nilai-nilai. Kesemarakannya tidak saja termanifestasikan dalam bentuk syiar, hiruk-pikuk segala kesibukan, tapi juga dalam diam, dalam bisikan, dan keharuan yang dalam.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban, bagi orang beriman, ia menyimpan banyak harapan untuk self cleaning, menjanjikan peleburan jiwa ke dalam proses penemuan jati diri dan harga diri. Kalimat takbir, tahmid, dan tahlil yang dikumandangkan pada prinsipnya bukanlah apa-apa, melainkan ia hanya sebuah ekspresi ketakjuban, refleksi kekaguman spontanitas, totalitas kepasrahan atau peleburan diri ke alam yang kasat mata namun nyata. Ah, saya sering membayangkan di pojok-pojok kampungku selalu hangar dengan kumandang takbir, tahmid dan tahlil&amp;#8230;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/ST-KeOs_mbI/AAAAAAAAAHQ/5mJMn1RoI2w/s1600-h/qurban.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/ST-KeOs_mbI/AAAAAAAAAHQ/5mJMn1RoI2w/s320/qurban.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278089540249033138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya bahasakan bahwa semangat Idul Qurban itu dinamis, maka seharusnya ia tidak hanya berhenti untuk memperkaya horison pengalaman beragama secara individual, tapi juga berlanjut implementasinya pada wilayah sosial-praksis. Dengan kata lain, ia berimplikasi meningkatkan kualitas penghayatan individu terhadap universalitas nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, kedudukan agama bukan semata-mata cultus privatus, tapi juga cultus publicus. Ini yang saya maksudkan dengan &amp;#8220;idul qurban sejatinya harus berimplikas pada transformasi sosial dan semangat perubahan&amp;#8221;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama jelas merupakan institusi yang menjadi rujukan referensial pemeluknya dalam rangka mencari sumber-sumber legitimasi. Salah satu bentuknya, biasanya berupa identitas formal, yang seringkali ekspresinya bisa dilihat dalam bentuk sistem upacara dan penyembahan. Ekspresi ini mendapat perhatian yang lebih istimewa, karena para pemeluknya punya keinginan yang menggebu-gebu untuk menampilkannya lebih ke permukaan. Sebabnya satu, ia bukan hanya identitas. Tapi secara umum&amp;#8212;untuk membedakannya dengan humanisme yang kering dari unsur-unsur transendental dan eskatologis&amp;#8212;ia adalah telah menjadi agama itu sendiri. (untuk masalah ini, silahkan baca &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Psikologi Agama&lt;/span&gt; tulisan Jalaluddin Rakhmat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas, tampak bahwa Idul Qurban memiliki signifikansi makna yang bisa dijadikan legitimasi bagi terwujudnya obsesi-obsesi sosial. Kebersamaan, kesetiakawanan, solidaritas, menurunnya kesenjangan antarberbagai kelompok masyarakat, tegaknya semangat otonomi, dan pembebasan dalam diri manusia, adalah hal-hal yang sangat mungkin dicarikan justifikasinya pada semangat Idul Qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiga Mainstream dan Simbolisme Makna Qurban&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maksun, dosen Fakultas Syari&amp;#8217;ah IAIN Walisongo Semarang --- dalam Opininya di &lt;a href=http://www.sinarharapan.co.id/&gt; harian Sinar Harapan&lt;/a&gt;, salah satu atau bahkan satu-satunya kekuatan Idul Qurban terletak pada fungsi legitimasi simbolisnya. Maka ketika pengorbanan itu diwujudkan dalam bentuk selain menyembelih hewan, maka yang terjadi adalah discontinuity. Artinya, kita sebagai orang Islam akan kehilangan simbol-simbol yang melegitimasi kerja-kerja pengorbanan ibadah kita, peneladanan sikap-sikap yang dicontohkan oleh nabi-nabi terdahulu yang hanif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan hewan merupakan upaya mencari jejak historis dan tradisi. Ia merupakan eternalisasi kontinuitas hari ini dan kemarin. Dalam merayakan Idul Qurban, ternyata kita tidak cukup hanya dengan mempertahankan &amp;#8220;semangat berkorban&amp;#8221;, sebagaimana dicontohkan Ibrahim dan Ismail, tapi juga harus tetap mempertahankan &amp;#8220;kerja-kerja&amp;#8221; pengorbanan sebagaimana dilakukan Ibrahim dan Ismail itu, yang harus kita teladani sepanjang hidup sampai akhir hayat nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika kita mencoba menelisik lebih jauh tentang dimensi ibadah qurban ini, tampaknya, ia menyimpan tiga hal yang menjadi bagian dari mainstream evolusi kebudayaan, yakni agama, budaya, dan keberlangsungan. Agama mengakomodasi kelahiran dan pelembagaan spiritualitas dan nilai-nilai kebersamaan, pengorbanan, pembebasan, dan solidaritas yang konvergen. Budaya menunjuk pada pelembagaan penyembelihan menjadi semacam tradisi, yang selain kental dengan nuansa lokal, juga cenderung konsentris. Sementara itu, keberlangsungan menunjuk pada kontinuitas dan mengalirnya waktu dalam rentang linear ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga mainstream tersebut, saya pikir, yang paling penting adalah, bukan konvergensi nilai, tapi konsentrisitas simbol. Artinya, bahwa Idul Qurban&amp;#8211;seperti yang berkembang di masyarakat, dan utamanya daerah saya&amp;#8211;lebih identik dengan peristiwa budaya daripada peristiwa ritual keagamaan. Dengan kata lain, ia lebih menyerupai momentum sebuah pesta, daripada momentum keinsafan dan keharuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ada satu kepastian di luar semua itu, yakni bahwa simbol-simbol budaya yang lahir dari basis agama relatif lebih eternal dan mendapatkan apresiasi, dari pada yang lahir melalui mobilisasi kreativitas dan daya cipta manusia semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog ; Agama, Lebaran Qurban, dan Sakralitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ternyata memuat unsur-unsur sakral. Sementara sakralitas, menurut Emile Durkheim, mampu membangkitkan perasaan kagum, dan karena itu, ia memiliki kekuatan memaksa dalam mengatur tingkah laku manusia serta kekuatan untuk mengukuhkan nilai-nilai moral kelompok pemeluk. Sakralitas pula yang merangsang atribut-atribut agama untuk tetap survive di tengah arus globalisasi dan arus informasi simbol-simbol budaya. Sungguh pun pada dasarnya bukan benda-benda tersebut yang merupakan tanda dari yang sakral, tapi justru berbagai sikap dan perasaanlah yang memperkuat sakralitas tersebut. Sakralitas ini terwujud karena sikap mental yang didukung oleh perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, biarlah sampai kapan pun Idul Qurban dirayakan dan disemarakkan dengan hiruk-pikuk penyembelihan hewan. Ia bukan saja sekadar ornamen dan dekorasi yang melegitimasi keterkaitan organik umat Islam dengan masa lalunya, melainkan juga sejenis segmen yang berputar dalam mainstream evolusi kebudayaan umat manusia, yakni konvergensi, konsentrisitas, dan kontinuitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Note: Artikel ini juga dimuat di blog saya sendiri. Silahkan klik &lt;a href="http://bahauddin-amyasi.blogspot.com/2008/12/lebaran-qurban-dan-signifikansinya-bagi.html"&gt;di sini&lt;/a&gt; untuk melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-2744678745502780915?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/2744678745502780915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/12/lebaran-qurban-dan-signifikansinya-bagi.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2744678745502780915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/2744678745502780915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/12/lebaran-qurban-dan-signifikansinya-bagi.html' title='Lebaran Qurban dan Signifikansinya bagi Transformasi Sosial'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4ix_6A2YBU/ST-KeOs_mbI/AAAAAAAAAHQ/5mJMn1RoI2w/s72-c/qurban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8174129928735424741.post-9158379474348395015</id><published>2008-11-04T14:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T12:37:05.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Revitalisasi Jiwa Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SRDH87S1tlI/AAAAAAAAABc/Kpb_ScywV24/s1600-h/borntobeleader.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 80px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SRDH87S1tlI/AAAAAAAAABc/Kpb_ScywV24/s320/borntobeleader.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264927813918897746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;[oleh: Abd. Basid, Mahasiswa TH Khusus Fak. Ushuluddin dan Mahasantri PesMa IAIN Sunan Ampel Surabaya] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran merasa kotor sebagai anak bangsa, penyair Taufiq Ismail berujar, “malu aku jadi orang Indonesia”. Kita yang masih memiliki nurani dan kejujuran mungkin akan sependapat dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan mayoritas pemimpin di Indonesia ini. Kenapa tidak? Seperti yang telah kita ketahui semua, bahwa para pemimpin di Negara kita ini laksana tidak punya rasa pri kemanusiaan, laksana hewan yang tidak dapat membedakan antara ibu (induk) dan anaknya sendiri, yang penting ia puas, meskipun ibu (induk) atau anaknya  tetap ia “garap”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis nurani menjangkitinya. Maka tidak salah ketika salah seorang pujangga pernah berpesan pada anak tertuanya, “kamu boleh kehilangan harta, jabatan dan kedudukan, tapi kamu jangan sampai kehilangan satu hal, yaitu nurani. Karena manusia itu mempunyai nilai lebih ketimbang makhluk lainnya dikarenakan mempunyai nurani”.&lt;br /&gt; Mayoritas para pemimpin di Indonesia ini (kalau tidak mau dikatakan semuanya), yang penting mereka nyaman, uang banyak, makan enak, semua orang mereka khianati dengan janji palsu dan sifat ketikusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus korupsi tak henti-hentinya menjangkiti Negara Indonesia ini, awalnya cuma satu dua orang, dan akhir-akhir ini kasus korupsi laksana jamur yang tumbuh di musim hujan. Mungkin ini cocok dengan istilah orang madura “bedhena tong duwek, mon ebitong ta’ kabuwek” (adanya cuma satu-dua, tapi kalau dihitung sampai ngak muat). Patutkah kebiasaan itu di biarkan? Tentunya tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merajalelanya korupsi telah membuat sesak nafas bangsa kita semakin menjadi-jadi. Betapa egoisnya para pejabat dan politisi hingga sama sekali tidak mempunyai orientasi akan eksistensi dirinya sebagai pelayan rakyat, yang semestinya memperjuangkan aspirasi rakyat untuk kesejahteraan bersama. Hingga, rekor korupsi itu berada di tangah pejabat-pejabat di daerah, baik kabupaten maupun kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam cara tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berusaha untuk meminimalisir praktik korupsi, mulai dari hukuman penjara bagi tersangka sampai inisiatif pembuatan seragam khusus. Tapi, kayaknya hal itu tidak berdampak positif.&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan sekarang ini, kenapa pemimpin yang telah dipercaya oleh rakyat malah mengkhianatinya? Kenapa air susu mereka balas dengan air tuba? Semua itu tak ubahnya—diantaranya—disebabkan karena mereka tidak punya jiwa kepemimpinan. Napsu akan duniawi mereka kedepankan tanpa melihat siapa yang ada di sekitarnya. Mereka yang bisa duduk di bangku birokrasi atau memjadi wakil rakyat justru berjiwa oportunis: yang penting aku untung, tak peduli yang lain buntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari saking buruknya citra para pemimpin bangsa ini, tidak heran jika ada rakyat yang berani merubah isi pancasila menjadi: 1) kebutuhan pribadi itu utama, 2) tapi, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat juga utama, 3) persahabatan harus dijaga, 4) kerakusan jangan dipelihara, dan 5) keadilan harus disebar luaskan. Semua ini merupakan salah satu bentuk kritik bagi kepemimpinan para pemimpin bangsa ini, yang tentunya karena kurang memihak dan mementingkan kepentingan rakyat. Akibatnya, pemimpin sekarang mengalami krisis integritas, kejujuran dan keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Group band GIGI pun tak ketinggalan mengkritik akan eksistensi pemimipin bangsa ini, dengan lirik lagu religinya “Pemimpin Budiman”. Penggalan lagunya: Satu satu hancur dihancurkan oleh mereka/ Satu kehancuran belum cukup untuk mereka/ Maaf ku sedang mencari pemimpi yang paling benar…Bingung aku bingung apakah mereka manusia yang punya nurani atau sedikit rasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin adalah panutan bagi orang yang dipimpinnya, jika pemimpinnya memberi contoh yang jelek, jangan harap kekarismatikan menyifatinya, dan jangan harap kepemimpinannya dibilang sukses. Nabi Muhammad saw. dalam salah satu hadisnya menegaskan akan status kepemimpinan. Beliau bersabda yang intinya, setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas mereka yang dipimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari hadis tersebut ingin menyadarkan semua pihak bahwa kepemimpinan yang utama dan terutama adalah orientasi (orientasi pengabdian, kejamaahan (bangsa), dan keutamaan (rakyat)) serta taggung jawab. Bukan malah bertanggung jawab dalam orasi kampanyenya saja (mengumbar janji). Seorang pemimpin harus secara total memperbaiki kondisi mereka yang dipimpin. Dalam kontek ini semua manusia adalah pemimpin yang harus berjuang untuk memperbaiki diri sendiri, keluarga, dan masyarakat (rakyat).&lt;br /&gt;Seorang pemimpin tidak harus paling pintar atau intelek. Dalam bukunya Al-Muqaddimah, sosiolog terkemuka pada abad pertengahan, Ibnu Khaldun menengarai, pemimpin yang ideal bukanlah sosok yang paling intelek atau yang paling kuat secara fisik, melainkan pemimpin yang bisa menjadi figur bagi mereka yang dipimpin, siap mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi maupun kelompoknya, dan mampu menguasai dan mewujudkan nilai-nilai fundamental bangsa. Yaitu, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kemajemukan, kemakmuran, dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaitkan dengan  permasalahan pemimpin bangsa kita seperti yang disebutkan diatas, Indonesia masih membutuhkan seorang pemimpin yang betul-betul berusaha mewujudkan kesejahteraan dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pemimpin yang mementingkkan kepentingan pribadi atau kelomok. Untuk itu jiwa kepemimpinan dalam diri seseorang yang hendak menjadi wakil rakyat perlu di revitalisasi atau di hidupkan kembali supaya tidak terjerumus pada praktik korupsi, pembalakan liar, dan permasalahan bangsa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, apa yang pernah dibayangkan Bung Karno—Bung Karno pernah membayangkan Indonesia sebagai Bangsa-Negara yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya—menjadi kenyataan dan para pemimpin bangsa ini akan dihuni para pemimpin yang mempunyai nurani dan jiwa pemimpin yang jujur dan amanah, tidak lagi membuat bangsa sesak nafas karenanya, dan bangsa ini bisa bangkit menjadi bangsa yang punya martabat yang masih dipertanyakan, bukan menjadi sarang penyamun dan tikus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8174129928735424741-9158379474348395015?l=www.imabasurabaya.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/feeds/9158379474348395015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/11/revitalisasi-jiwa-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/9158379474348395015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8174129928735424741/posts/default/9158379474348395015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.imabasurabaya.co.cc/2008/11/revitalisasi-jiwa-kepemimpinan.html' title='Revitalisasi Jiwa Kepemimpinan'/><author><name>IMABA Surabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00335835692800061272</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Hqujk4mjkLg/SCn7KvWnvuI/AAAAAAAAAAY/U72L-rTZtxs/S220/IMABA+SURABAYA.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hqujk4mjkLg/SRDH87S1tlI/AAAAAAAAABc/Kpb_ScywV24/s72-c/borntobeleader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
